June 14, 2017

Forbidden Indonesian Words in Malaysia

sumber

Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu memang kurang lebih sama. Walaupun begitu ada beberapa kata dalam Bahasa Indonesia yang berbeda arti dan nggak boleh sembarangan diucapkan ketika berada di negara yang menggunakan Bahasa Melayu.

Waktu akan ke Malaysia bulan November tahun lalu, saya nggak kepikiran sama hal ini sama sekali. Baru kepikiran beberapa bulan setelahnya karena membaca buku 'The Naked Traveler'. Di dalam buku tersebut, ada tiga kata yang diwanti-wanti sama mbak Trinity untuk nggak diucapkan ketika berada di Malaysia. Salah satunya kata "gampang". Mbak T nggak menyebutkan artinya di dalam buku, suruh googling sendiri artinya apa.

June 12, 2017

30 Days Movie Challenge

Hai~~~ Aku datang kembali~~~

Kerasa ya seminggu nggak nulis apa-apa disini rasanya hampa. *lebay*

Seminggu ini nggak nulis karena nggak punya ide mau nulis apa, alasan klasik. Blog walking sih jalan terus. Akhir-akhir ini saya lagi ngefans sama blog nyonyasepatu.com milik mbak Noni Khairani. Idenya simpel dan tulisannya menarik serta ringan dibaca. Aku ingin seperti mbak Noni. *ingin-ingin terus tapi nggak bertindak*

Anyway hari ini saya mau berbagi hasil challenge lagi, kali ini tentang film. Challenge ini jangka waktunya sebulan. Jadi enak sehari satu pertanyaan, jawabannya bisa dipikir masak-masak.

Let's gooo~~~

May 29, 2017

[Adv] Anak Kos Cari Teman


Sebentar lagi musim maba (mahasiswa baru) nih. Pasti banyak maba-maba luar kota yang mencari kos-kosan di kota tempatnya akan berkuliah.

Meskipun selama ini nggak pernah ngekos, saya sedikit banyak tau lika-liku mencari kos-kosan ideal dari teman-teman saya dulu. Ada yang muter-muter sampai gang kecil pun ditelusuri eh ternyata semua kamar sudah penuh. Ada yang sudah dapat kamar, dapat teman sekamar, eh ternyata nggak cocok. Mau sekamar sendiri tapi keberatan bayar sendiri. Dilema banget ya.

May 15, 2017

13 Things Related to '13 Reasons Why'


Siapa yang belum nonton serial '13 Reasons Why'? Tonton dulu gengs dan ambil hikmah di dalamnya.

Alih-alih review, postingan ini dipastikan mengandung spoiler. So sebelum close tab, bagi yang benci spoiler dan menginginkan review serial '13 Reasons Why' saya bisa sarankan untuk klik disini untuk review singkat ala caption instagram.

May 12, 2017

My Opinion about 'Alice through the Looking Glass'

[This post contains spoiler]


'Alice through the Looking Glass' adalah lanjutan dari 'Alice in Wonderland' live action. Menyinggung sedikit tentang 'Alice in Wonderland' live action, saya sudah baca bukunya dan nonton film versi animasi Walt Disney beberapa waktu lalu. Ternyata 'Alice in Wonderland' live action ini BEDA dengan versi buku dan versi film animasinya.

May 9, 2017

Ashton Kutcher's Best Movies


Berawal dari nonton film 'No Strings Attached'. Saya kemudian cari informasi film-film apa saja yang aktor utamanya Ashton Kutcher.

Kenapa Ashton Kutcher? Because of that damn good looking face, what else? ­čść

May 2, 2017

Tiket Terusan 'Batu Night Spectacular'


Tiket terusan seharga seratus ribu rupiah. Kalau beli tiket ini di 'Batu Night Spectacular' atau BNS, kamu bisa masuk dan main berbagai macam wahana di dalamnya tanpa harus beli tiket per wahana. Asik kan?


April 28, 2017

I Miss My Childhood Arts

janvonholleben.com

Perasaan miss ini muncul setelah saya nonton video dari Jennifer Bates (sealemon) yang berjudul 'My Embarrassing '90s Childhood Art'. Just in case you don't know who is Jennifer Bates, doski adalah Youtuber asal US yang bergerak di bidang art and craft. Orangnya kreatif abis. Kalau ceki-ceki ke channel Youtubenya, kita akan menemukan banyak sekali tutorial DIY menggambar dan menjilid buku.

April 25, 2017

Beres-Beres ala Marie Kondo

cr: Diana Rikasari

Beres-beres adalah kegiatan yang melelahkan buat saya yang bukan tidy freak ini. Kenapa? Karena hari ini beres-beres, besok sudah berantakan lagi. Beres-beres lagi, berantakan lagi, repeat. *sigh*

Saya sampai berpikir apakah saya memang nggak punya "darah" untuk selalu rapi atau saya salah metode beres-beres? Semoga kemungkinan kedua yang benar, hehehe. Kalaupun kemungkinan pertama yang benar, semoga bisa disiasati dengan metode beres-beres ala Marie Kondo.

April 6, 2017

Trip Satu Hari Madura-Surabaya

sumber

Tawaran liburan bisa datang dari mana saja termasuk dari para buibu kader Posyandu. Buibu disini masih tergolong mahmud-mahmud alias mamah muda.

Waktu dapat tawaran liburan ke Madura dan Surabaya dari istri kakak saya karena busnya masih lowong beberapa kursi, aku sih yes. Apalagi bayarnya nggak sampai seratus ribu. Hihihi.



April 5, 2017

Sealemon's March Doodle Challenge

cr: sealemon

Halo...

Kali ini postingan tentang doodle challenge-nya pakai bahasa Indonesia, nggak pakai bahasa Inggris seperti sebelum-sebelumnya.

Setelah vakum dua bulan (Januari dan Februari) akhirnya Jennifer Bates aka Sealemon merilis doodle challenge di bulan Maret kemarin.

March 30, 2017

My Opinion About 'Beauty and the Beast' Live Action Movie

[This post contains spoiler]

source: @beourguest on twitter

Kalau nggak salah ingat, film kartun klasik tentang Disney Princess pertama yang saya tonton adalah 'Cinderella'. Waktu itu saya masih SD dan akses film hanya dari sewa VCD. Nonton semua film kartun klasik Disney Princess sampai pol baru kelar tahun lalu. Salah satunya 'Beauty and the Beast'.

Sebenarnya saya dulu memandang sebelah mata film kartun klasik 'Beauty and the Beast'. Karena ya nggak suka aja masa pangerannya berbulu, bertanduk, dan bertaring. Begitu nggak ada stok film lain yang ditonton, terpaksalah nonton 'Beauty and the Beast'..........dan saya jatuh cinta dengan film dan karakter di dalamnya. #KarmaDoesExist



March 17, 2017

Becoming Less Creative

source

Miris rasanya saat saya menatap jumlah postingan bulan ini yang hanya sebiji aja. Minggu lalu nggak update tulisan sama sekali karena berbagai macam alasan mulai dari nggak enak badan sampai nggak enak hati. Padahal sudah ada ide untuk nulis cerita jalan-jalan satu hari ke Madura dan Surabaya. Nyatanya sampai saat ini tulisan tersebut nggak terbit-terbit di blog ini. Malah kali ini yang saya posting adalah tulisan curhat, hahaha. Curhat memang topik paling gampang.



February 20, 2017

One Rainy Day at Jawa Timur Park 1 (Jatim Park 1)


Salah satu keuntungan berkunjung ke Jatim Park 1 di musim hujan yang berangin ini adalah nggak banyak pengunjung lain yang kesana. Kerugiannya jika hujan turun atau angin bertiup terlalu kencang, wahana-wahana ekstremnya ditutup.

Berbekal analisis untung-rugi tersebut, minggu lalu saya dan teman saya nekat rekreasi ke Jatim Park 1 dengan langsung menuju ke wahana-wahana ekstrem. Galeri budaya dan ilmu pengetahuan kami skip semua hahaha. Tujuan utama memang untuk teriak-teriak naik roller coaster, kami butuh refreshing setelah berminggu-minggu terpapar negative vibes di kampus.

Wahana pertama yang kami naiki adalah Star Chase. Kemudian Spinning Coaster, Flying Tornado (disini kami duduk bersebelahan dengan mamas cute yang ramah dan tidak sombong lol info penting), Pendulum 360, dan Superman Coaster. Superman Coaster kami naiki setelah hujan reda. Selama hujan yang cukup lama dan cukup deras itu kami berteduh di dalam Fish Park. Melihat-lihat koleksi ikan air tawar dan air laut.



Kami juga sempat masuk Rumah Pipa dan sukses keluar basah kuyup! Bukan karena hujan turun di tengah-tengah perjalanan, bukan. Kami basah kuyup karena memang disemprot air di Taman Buaya di dalam Rumah Pipa. Kampret tapi seru sih ngakak-ngakak menertawakan diri sendiri.

Puas main di Jatim Park 1, kami lanjut ke Museum Tubuh. Intinya perjalanan dari otak ke usus besar manusia.

Replika pembuluh darah dalam hati manusia. Banyak banget!!! MasyaAllah.....

Di masing-masing bagian, ada banyak keterangan tentang organ-organ yang bersangkutan. Biologi banget and I love it! Staf-stafnya siap membantu jika kita ada pertanyaan. Terus ada juga tes kesehatan gratis. Ada beberapa tawaran mau tes apa. Waktu itu saya pilih tes asam urat dan tes lemak. Kayaknya saya dulu lagi sedikit apes, mas-mas yang menangani tes lemak nggak ramah dan cenderung jutek.

Replika tengkorak manusia

Bagian yang membuat penasaran di dalam Museum Tubuh adalah Ruang Cadaver. Ruangan ini berisi anatomi tubuh manusia asli (kecuali bola matanya karena bola mata asli jika diawetkan akan menyusut) dan hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang berusia di atas 18 tahun.

Tubuh-tubuh yang ada di Ruang Cadaver diimpor dari Cina. Kenapa Indonesia nggak membuat cadaver sendiri? Menurut penjelasan mas staf yang baik hati disana, cadaver di Indonesia masih belum etis.

Kita nggak diperbolehkan memfoto objek yang ada di dalam Ruang Cadaver karena untuk menghormati almarhum dan almarhumah pemilik tubuh-tubuh yang ada di dalam. Beliau-beliau ini adalah orang-orang asal Cina yang mendedikasikan dirinya untuk ilmu pengetahuan. Identitasnya dirahasiakan.

Profil singkat Ibnu Sina di Wall of Fame Museum Tubuh

Quotes di dekat pintu keluar Museum Tubuh

Selesai tur di Museum Tubuh akhirnya saya dan teman saya pulang. Seharian banget disana hahaha. Nunggu hujan reda sih. But it was all worth it.

Pesan di pintu keluar Museum Tubuh

Kamu sudah pernah ke Jatim Park 1? Boleh share cerita di kolom komentar ya. See you!

February 8, 2017

Review Buku 'The Naked Traveler 7'


Identitas Buku
Judul: The Naked Traveler 7
Penulis: Trinity
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Jumlah halaman: x + 268 hlm
Cetakan: I, Juli 2016

Blurp
Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Trinity kali pertama menuliskan rekaman perjalanannya melalui blog naked-traveler.com. Siapa sangka perjalanan demi perjalanan ke hampir seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia, mengantarkannya pada 13 judul buku, termasuk buku ke-7 dari seri The Naked Traveler ini.

Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih, yang lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona India yang bersalju di Kashmir, berpesta 3 hari saat karnaval di Seychelles, camping bersama singa di Tanzania, mengikuti kapal ekspedisi penelitian bawah laut di Pulau Koon, mencoba aktivitas pemompa adrenalin di New Zealand, terbakar matahari setelah siklon di Fiji, hingga bertemu dinosaurus terbesar sedunia di Kanada.

Yasmin--partner traveling di #TNTrtw, kali ini turut berkontribusi menuliskan satu-satunya pengalaman yang tidak mungkin dimiliki Trinity: naik haji. Pengalaman #YasminNaikHaji menambah keseruan buku ini. Lewat kisahnya, selain menunaikan haji, Yasmin juga mengeksplorasi Mekah dan Madinah dengan cara berbeda.

Review
Cover buku The Naked Traveler 7 (TNT 7) ini terbilang sederhana, warna dasar biru dengan tulisan judul buku warna kuning serta garis-garis gambar gunung dan pantai warna putih. Kontras tapi simpel dan nggak bikin sakit mata. Perancang dan ilustrasi cover oleh Rony Setyawan.

Ilustrasi-ilustrasi di dalam buku sangat cantik. Berwarna, lucu-lucu, luv banget! Saya nggak begitu suka sama ilustrasi-ilustrasi di buku TNT 1-4, selain warnanya monoton juga bentuknya kurang lucu hehe. Ilustrasi di dalam buku TNT 7 oleh Upiet.
Foto-foto dokumentasi pribadi Trinity semua tercetak jernih, bagus-bagus, dan bikin mupeng pingin segera jalan-jalan juga. Huhuhu. Kualitas fotonya terbaiklah di buku ketujuh ini.

Semua negara yang dikunjungi Trinity (dan Yasmin) sudah ada di blurp, nggak usah saya tulis ulang ye. Gaya bahasa Trinity (dan Yasmin) tentu saja ringan, jujur, kocak, dan sarat informasi. Sudah jadi ciri khas. Hampir semua cerita menarik untuk dibaca. Favorit saya adalah cerita tentang sungai Gangga dan salju di India (mengungkap sisi keindahan negara tersebut); safari di Tanzania, Afrika (asli bikin iri!); pengalaman di Fiji pasca badai (saya tertarik dengan negara Fiji karena EXO pernah kesana hahaha, tetep K-Pop dibawa-bawa); jalan-jalan Trinity di Kanada (eh iya di buku ini ada tips pakaian liburan di musim dingin); dan serba-serbi pakaian jamaah haji dari seluruh penjuru dunia oleh Yasmin (fyi Yasmin naik haji di saat insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram dulu terjadi).

(Baca juga: [Books] My Opinion about The Naked Traveler 1 YEAR Round-the-World-Trip Part 1-2)

Quote
"Kita sesungguhnya cuma setitik debu alay di alam semesta. Maka, sangat mengherankan kalau ada orang petentengan sok merasa paling hebat. Situ oke?" -Yasmin (hlm. 72)

Rating
5❤ / 5❤

January 20, 2017

Picky Eater

Semua makhluk hidup pasti perlu makan. Kenapa sih kita perlu makan?

"Tubuhmu adalah mesin berkinerja tinggi, yang perlu bahan bakar. Bahan bakar itu berupa zat gizi (vitamin, mineral, karbohidrat, dan lemak) dalam makanan. Melalui proses pencernaan, tubuhmu mengubah karbohidrat menjadi energi dan protein menjadi balok pembangun untuk membantumu tumbuh lebih tinggi, membangun otot, mencegah penyakit, dan memiliki rambut, gigi, serta kulit yang sehat. Tentu saja bahan bakar terbaik adalah makanan yang sehat. Kalau kamu hanya makan makanan sampah, mesin tubuhmu nanti rusak." (dikutip dari buku 'Mengapa?' karya Crispin Boyer)

Miliaran manusia di dunia pasti punya selera makan yang berbeda-beda. Ada yang pemakan segala, ada yang sukanya daging aja, ada yang sukanya sayuran aja, ada yang suka pedes, ada yang nggak bisa makan makanan pedes, dan lain lain.

Saya sendiri nggak terlalu suka daging, lebih milih sayuran. Bukan vegetarian juga sih, susu dan telur saya masih mau. Daging ayam, sapi, atau kambing pun KADANG masih mau. Aneka ikan dan seafood saya nggak doyan sama sekali. *kemudian muncul segala nasehat tentang manfaat ikan dan seafood bagi tubuh manusia*


Nggak tau kapan bermulanya dan karena apa saya nggak doyan ikan-ikanan itu bermula. Kayaknya dari kecil deh tapi nggak tau tepatnya dari umur berapa. Menurut saya ikan dan seafood itu amis.

"Masak sih? Ikan itu nggak amis lho."

Ya buat yang doyan sih nggak amis. Analoginya, yang doyan durian pasti juga nggak merasa kebauan. I'm totally fine with durian's aroma because I like durian. Buat yang nggak doyan bau dikit aja udah mau pingsan atau muntah kan?

Analogi yang lain misalnya terong. Saya dan sodara saya suka makan terong. Teman sodara saya nggak suka makan terong tapi suka makan ikan. Suatu hari teman sodara saya ini maksa sodara saya makan ikan. Ya nggak mau dong wong sodara saya juga nggak doyan ikan dengan alasan amis juga. Temannya nggak terima, katanya ikan nggak amis. Terus sodara saya bales maksa temannya itu makan terong. Dia nggak mau. LOL. KENAPA TADI MAKSA DEH. XD Alasannya nggak suka terong karena terong rasanya tlunyur-tlunyur di tenggorokan, licin-licin geli gitu. Padahal menurut saya dan sodara saya ya nggak.


See? Sekali lagi, selera makan orang beda-beda. Saya sungguh mengapresiasi orang-orang yang mau menghormati selera makan orang lain.
Saya suka sebel sama orang yang rese sama selera makan saya. Berusaha sekuat tenaga supaya saya makan ikan pada akhirnya. Berusaha sekuat tenaga membuktikan kalau ikan itu nggak amis (dari sudut pandang dia sendiri) (sayangnya). Hih. Padahal orangtua saya aja nggak pernah maksa-maksa kayak gitu.

Lebih sebel lagi sama yang suka bilang "aduh kamu kasihan banget tiap hari makan tahu tempe doang, padahal daging sama ikan enak lho." Dude, let me tell you something. Rasa kasihan itu harus disalurkan pada objek yang tepat, misalnya kasihan ke anak-anak di Afrika yang busung lapar, dilanjutkan dengan memberi bantuan seikhlasnya. Dapat pahala. Nggak dapat dosa soalnya nggak bikin sakit hati orang yang diresein selera makannya.

Wkwkwkwkwk.

Ada lagi yang sangat menyebalkan. Gabungan dari suka maksa dan suka mengasihani, plus suka sok lupa. Jadi tiap makan pertanyaannya sama, "kamu kenapa nggak makan ayam? kamu kenapa nggak makan ikan?". Mengajukan pertanyaan seperti itu di setiap acara makan bikin saya langsung kenyang. Kenyang yang nggak wajar.


Dulu masih saya jawab. Lama-kelamaan saya milih untuk diam nggak menjawab. Capek. Dulu-dulu udah sering jelasin tapi ujung-ujungnya (sok) lupa. Daripada buang-buang energi untuk jawab atau marah-marah mending saya diam.

Karena dalam kasus saya ini, menurut saya, diam itu emas.

Trims.

*

January 18, 2017

[Books] My Opinion about The Naked Traveler 1 YEAR Round-the-World-Trip Part 1-2


Pernah kebayang keliling dunia setahun penuh nggak? Nggak pernah? Sama. Tos dulu.

Bagi Trinity, keliling dunia setahun penuh nggak cuma ada di angan-angan semu semata. Trinity mewujudkan rencananya keliling dunia setahun penuh dan menuliskan pengalaman tersebut di buku The Naked Traveler 1 YEAR Round-the-World-Trip (TNTrtw) Part 1 dan Part 2.


Meskipun judulnya round the world, kenyataannya Trinity "hanya" mengunjungi 22 negara di benua Eropa dan Amerika, tepatnya di Eropa Timur-Utara-Tengah dan Amerika Selatan-Tengah. Wajar menurut saya karena negara-negara itu belum pernah dikunjungi sama Trinity. Ditambah lagi dengan nggak adanya definisi pasti tentang "round the world". Intinya sih (tulis Trinity di buku part 1) round the world itu perjalanan mengitari bumi melintasi beberapa benua dalam periode waktu yang lama.


Pengalaman di Eropa hanya mengisi seperlima buku TNTrtw Part 1. Negara-negara yang dikunjungi Trinity selama berada di Eropa antara lain Rusia, Finlandia, Polandia, Latvia, Lituania, dan Republik U┼żupis. Seumur-umur dapat pelajaran geografi saya nggak pernah tau ada negara namanya Republik U┼żupis padahal negara ini sudah ada dari tahun 1997. Senengnya baca buku Trinity ya gini ini, dapat pengetahuan baru yang disampaikan secara santai tanpa menggurui. :D

Sorotan utama dua buku TNTrtw ini memang Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Negara-negara yang berhasil dikunjungi Trinity disana adalah Brasil, Cile, Peru, Ekuador, Kolombia, Kuba, Jamaika, Meksiko, dan Guatemala. Empat negara berurutan setelah Brasil, membebaskan visa bagi pemegang paspor Indonesia. Jauh ya negara yang bebas visa buat WNI, harusnya Australia dan New Zealand juga diperjuangkan tuh supaya bebas visa bagi WNI. #ngelunjak

Trinity secara ringan, blak-blakan, nyinyir, sarcasm, dan lawaque menceritakan segala pengalaman suka maupun duka selama satu tahun keliling dunia. Ditambah dengan foto-foto yang SEMUA BERWARNA jadi makin greget bacanya (yang bikin annoying beberapa kosakata berbahasa Spanyol nggak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia). Kesan membandingkan keadaan pariwisata Indonesia dengan negara-negara Amerika Selatan dan Tengah cukup jelas di kedua buku. Ya gimana nggak mau dibandingin lha wong sama-sama negara berkembang. Fair kan ya. :)

Ciri khas dari buku-buku karya Trinity adalah adanya selipan tips dan berbagai info menarik di luar bahasan negara-negara yang dikunjungi. Di buku TNTrtw Part 1, bahasan menarik menurut saya adalah packing ala #TNTrtw, syarat hostel ideal, dan alasan kenapa orang Indonesia jarang traveling. Bahasan yang ketiga ini membuat saya manggut-manggut setuju dan pingin nangis di saat yang sama wkwk. Sebagai hiburan, Trinity menulis untuk tetap berbahagia menjadi orang Indonesia. Karena terbiasa hidup di negara sendiri dengan segala keterbatasan yang ada, Trinity jadi nggak gampang ngeluh. Sementara bule-bule negara maju udah pada bete abis. Hihihi.


Tips dan bahasan informasi di buku TNTrtw Part 2 lebih beragam dan menarik. Mulai dari hal-hal yang njijiki, eksotis, awkward, nyebelin, sampai bikin ngiler! Favorit saya adalah informasi tentang traveler-traveler paling annoying di dunia, rupa-rupa cowok latin dari yang paling B sampai yang paling cakep, persahabatan Trinity dan Yasmin (partner round-the-world-nya Trinity), dan tips lancar ibadah ala Yasmin. Yasmin ini seorang muslimah. Dia nggak pernah sekalipun ninggalin sholat 5 waktu sewaktu melaksanakan round the world trip. Nggak ninggal puasa Ramadhan dan nggak ninggal sholat Idul Fitri. Masya Allah banget jeng Yasmin ini.

Anyway Trinity dan Yasmin menggunakan uang sendiri (bukan sponsor) untuk round the world trip ini. Yasmin bahkan sampai menjual rumah! Awalnya saya pikir mereka menghabiskan ber-M-M rupiah tapi kayaknya nggak deh soalnya traveling ala backpacker kan, terus diperkuat dengan gambaran singkat oleh Trinity tentang pengeluaran mereka selama setahun keliling dunia. Hmmm...pantes aja Trinity berani nulis "you don't have to be rich to travel the world".

*

January 16, 2017

Taman Rekreasi Sengkaling, Sekarang


Tradisi sebagian besar orang Indonesia saat libur panjang hari raya Idul Fitri, selain mudik, adalah berwisata bersama keluarga. Biasanya ke tempat-tempat yang nggak terlalu jauh dan masih dalam cakupan wilayah kampung halaman.

Sebagai anak-anak tahun 90an, saya dulu sering diajak (atau mengajak, lebih tepatnya) orang tua untuk berwisata ke Taman Rekreasi Sengkaling, Malang. Keluarga kami nggak pernah mudik. Meskipun pas libur lebaran sudah ke tempat-tempat wisata yang lain (pantai Balekambang, misalnya) belum puas rasanya kalau belum ke Taman Rekreasi Sengkaling. Seistimewa itu Taman Rekreasi Sengkaling bagi saya, dulu.


Ada apa sebenarnya di Taman Rekreasi Sengkaling? Jawaban utama jelas ada kolam renang. Herannya meskipun sering masuk kolam renang dari kecil, saya baru bisa berenang baru-baru ini wkwkwk.


Jawaban selanjutnya adalah ada ayunan banyak. Pas kecil dulu main ayunan udah alhamdulillah banget, belum kenal roller coaster.


Satu minggu yang lalu, secara random, saya ke Taman Rekreasi Sengkaling lagi setelah belasan tahun nggak kesana. Sebenarnya hari itu saya sudah niat ke Vihara Dhammadwipa Batu karena ingin melihat tiruan Shwedagon Myanmar dan patung Budha tidur, lha kok viharanya sekarang ditutup untuk wisatawan. Pft. Teman saya langsung inisiatif ke Taman Rekreasi Sengkaling, yaudah cus aja daripada mubadzir pulang.

Kondisi dan kesan terhadap Taman Rekreasi Sengkaling sekarang:

1. Ada tambahan UMM di belakang namanya
Menjadi Taman Rekreasi Sengkaling UMM (Universitas Muhammdiyah Malang). Setelah membaca berita ternyata Taman Rekreasi Sengkaling telah diakuisisi oleh UMM sejak Mei 2013. Sebelumnya dimiliki oleh perusahaan rokok PT. Bentoel dari tahun 1972 (sumber).


2. Nggak terlalu banyak pengunjung
Bisa jadi karena saya datang hari Sabtu bukan Minggu dan datang selepas liburan panjang Natal dan tahun baru. Taman bermainnya nggak terlalu banyak anak kecil, cenderung sepi banget malah. Sampai puas main ayunan. Suasana taman bermainnya juga asri karena rindang banyak pepohonan hijau.

Parkiran lengang

Pintu masuk dari dalam area Taman Rekreasi Sengkaling


Kolam perahu bebek dan perahu naga

Taman bermain anak-anak, ada cangkir putar, ayunan, dan apa ya itu namanya yang bulat paling belakang sendiri kayak mainannya hamster. Saya dulu jago naik bulatan itu lhoh tapi pas kesana lagi lha kok jadi susah lol dah tua. 



3. Nggak seluas dan sebesar yang saya kira waktu kecil
Waktu saya masih kecil, Taman Rekreasi Sengkaling itu kayak gedeeeee banget. Ternyata ya nggak segede itu. Hehehe. Maklum masih kecil kan masih clueless about luasan suatu objek wisata, yang dipikirin waktu itu cuma nyebur kolam renang sama main ayunan.



4. Nostalgia! Huhuhu...
Saking seringnya dulu ke Taman Rekreasi Sengkaling saya sampai hafal beberapa objek favorit saya jaman dulu untuk berfoto (pakai tustel!).

Kolam, taman, dan jembatan di dekat pintu masuk

Snow White dan 7 kurcaci! Legend banget lah ini dulu, hampir kalo ke Taman Rekreasi Sengkaling saya foto disini padahal kalau dilihat sekarang wajah Snow White nggak ada mirip-miripnya sama Snow White-nya Disney wkwk.

INI JUGAK!! Petruk ya namanya? Objek foto favorit kakak laki-laki saya bersama geng cowok-cowok pada masa itu.

Patung Hanoman dan errrrrr........kaleng POP MIE di belakangnya.

Patung induk gajah dan anak gajah huhuhu, kami sekeluarga pernah foto polaroid disitu tahun 1993 apa 1994 ya?

Patung kuda-kudaan

Mainannya jadul abis. X)

Jembatan gantung yang dulu saya takut naiknya karena goyang-goyang, sekarang mah biasa aja ternyata. XD
(Photo by: ainilala27)

Kalau sekarang objek yang jadi favorit saya di Taman Rekreasi Sengkaling adalah tembok uang ini:
Photo by: ainilala27




Usai berkunjung ke Taman Rekreasi Sengkaling saya jadi pingin ngajak keponakan saya untuk kesana juga supaya dia bisa puas bermain-main mainan yang mengandalkan fisik. Begitu saya kasih tau rencana ini ke dia eh ternyata keponakan saya udah pernah kesana dan katanya mainannya nggak asik, lebih asik di Jatim Park! HAHAHAHAHAHA. #bedagenerasi

*