April 25, 2016

10 Things that Make Me Happy

1. Traveling
I like to travel to new places. Even though all I do are only sightseeing. Being in a new place is very interesting. I will get new experience and new knowledge.

(Read my traveling experiences here)


2. Blogging
I can put all of my imagination and my "messy mind" through writing. But I'm too lazy to write on a book so I write on blog. When everything pop in my mind, I grab my phone, type that things and save them in draft. When it's appropriate to share to public, I post it.


3. Books
I really really like reading books. Reading is my hidden hobby because I couldn't do it frequently when I was in school due to money limit. On that time, I only borrowed books from my friends. I started to buy books when I get my current job. I like read comics, traveling books, fairy tales and motivating books.


source: crushable.com

But my parents don't like this hobby because they think that reading makes me far from social activities. Yeah I admit that I lack of social activities with my parents and my neighbors. Now I try to balance between my hobby and my social activities.


(Read my review about books here)


4. Watching TV
Since I have notebook and know Korean things, I'm no longer a TV person. I spent my time watching Korean shows through my notebook. Recently, I get bored with Korean shows and have interest in watching 'D Academy' on Indosiar LOL. By watching the show, I can laugh a lot! Laugh a lot makes me feel sooo happy. I don't know since when I didn't laugh often. I need to laugh to get my happiness back. XD


source: giphy.com

(Wanna read my review about Korean things? Read here [for K-Pop stuff] and here [for K-shows])


5. Tweeting
Although many friends leave Twitter and move to Path, I'm not affected. I still use Twitter to get news and share my thoughts. I enjoy Twitter because it's simple, easy and fast. Another my favorite social media is Instagram.


6. Taylor Swift's Songs
When I listened to Tay's song in 2011, which is 'Love Story', I fell in love with her. I continued to search all Tay's songs. Most of them are my favorite. Listening to Tay's songs is like reading her diary.


source: pandawhale.com

(Read: 1989: Music Video Taylor Swift dan Lagu Favorit Saya)


7. Payday
WHO DOESN'T?


8. Weekend
WHO DOESN'T? (1)


9. Drawing my eyebrows
YES! I didn't draw my eyebrows before because I had no interest in make-up. I have interest in make-up since my mother told me that I was kucel lmao. I know it's a little bit too late to start apply make-up but it's better late than never, right? Hahaha. For every day I only use moisturizer cream, loose powder, lipstick, eyeliner and eyebrows pencil. Drawing eyebrows is my favorite part. Day by day I learn to draw eyebrows neatly and beautifully (from my point of view).


source: cosmopolitan.co.uk

Although my eyebrows is not as perfect as Neng Raisa's, I love it. I love my perfect imperfection. #kepedeantingkatdewa


10. Chocolate
I'm a fan of chocolate. Chocolate can delay my hunger for a while when I can't find food that I really wanted.

(inspired by this video)

What's your 10-things-that-make-you-happy? Write it! It's fun!

See you on my next post!
XO

post signature

April 18, 2016

Petimun Sikinlili (Rafflesia arnoldii)

cr: vitaliasusanti

Petimun sikinlili adalah nama lokal bunga Rafflesia arnoldii. Ada juga yang menyebutnya kembang krabut. Istilah-istilah ini sudah jarang diketahui, kalah tenar dengan nama barunya.

Sir Raffles mengetahui keberadaan bunga petimun sikinlili pada pertengahan Mei 1818 saat dia, Sophia Raffles, dan beberapa pribumi sedang berada di dalam rimba Pasemah, Bengkulu. Orang-orang pribumi menyebut bunga petimun sikinlili sebagai tempat sirih para hantu, yang akan mendatangkan tulah bagi siapa saja yang menyentuhnya. Sir Raffles tidak percaya pada tahayul tersebut.

(cerpen 'Petimun Sikinlili' karya Arman A.Z. dimuat di harian 'Jawa Pos' Minggu 3 April 2016 hal. 5)


post signature

April 11, 2016

Main ke Candi Singosari dan Candi Sumberawan

Nggak afdol rasanya kalo udah pernah ke Candi Borobudur dan Prambanan tapi belum pernah ke Candi Singosari dan Sumberawan. Kedua candi tersebut notabene terletak di Kecamatan Singosari, kecamatan yang hampir seperempat abad ini saya tinggali.

Candi Singosari dan Sumberawan memang tidak semegah dan sebesar Candi Borobudur maupun Prambanan. Jauh buanget kalo ukurannya yang dibandingkan. Mungkin karena itulah saya dulu nggak pernah punya niatan untuk berkunjung ke Candi Singosari dan Sumberawan. *jahat* *padahal kalo disuruh bikin candi sendiri nggak bisa*

Candi Singosari
Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Letaknya di tepi jalan dan dikelilingi rumah-rumah penduduk. Candi Singosari dibangun pada masa Kerajaan Singosari (1222-1292 M) dan termasuk ke dalam jenis candi Hindu-Budha. Fungsi Candi Singosari adalah sebagai candi pendharmaan. Sampai saat ini, masih ada yang meletakkan dupa dan sesaji di dalam candi. Candi Singosari dipugar pada tahun 1934-1936.

Beberapa arca di sekitar candi:




Hal yang perlu disayangkan dari Candi Singosari adalah tidak adanya keterangan tentang candi di papan pengumuman. Papan pengumuman hanya memberi keterangan bahwa buku panduan candi bisa dibeli di pengawas candi. Waktu saya mau beli ternyata bukunya nggak tersedia. Ini pun saya nulis keterangannya nyontek dari keterangan di 'Eco Green Park' karena disana ada miniatur Candi Singosari. Saya pernah sih punya buku tentang semua candi di Kabupaten dan Kota Malang pas SMP tapi bukunya ilang. -__________-

Kok nggak googling aja Non kan lebih gampang?

Saya pernah googling tentang Candi Singosari, info yang saya dapat dari sana juga minim. Maaf nih ya bukan bermaksud meremehkan atau apa tapi ini karena sayanya aja yang orangnya nggak percayaan, saya nggak begitu sreg sama info-info itu karena yaaaaa bukan dari situs official, hehehe.


Candi Sumberawan
Candi Sumberawan terletak di bawah hutan pinus di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi Candi Sumberawan lebih sejuk dan terkesan lebih mistis (menurut saya) dibandingkan Candi Singosari.




Candi Sumberawan didirikan sekitar abad ke 14 sampai 15 Masehi, yaitu pada masa Kerajaan Majapahit dan termasuk ke dalam candi Budha. Candi ini ditemukan kembali oleh Belanda pada tahun 1845 dalam keadaan stupanya (yang atas) hilang. Oleh karena itu pemugaran candi dilakukan pada jaman kolonial Belanda (tahun 1937).




Berbeda dengan Candi Singosari, keterangan tentang Candi Sumberawan tersedia di papan pengumuman meskipun ada tahun yang salah ketik dan keterangan yang berbahasa Inggris kelihatan banget hasil terjemahan google translate.

Kalo di sekitar tempat tinggalmu ada candi peninggalan jaman dulu juga nggak? :)

post signature

April 4, 2016

A Very Fun Trip to Ranch: Peternakan Kuda Jalibar Batu

Thanks to mbak Meriska Putri yang udah sharing pengalaman di Peternakan Kuda Jalibar Batu sehingga saya terpengaruh untuk pergi kesana juga. :D



Akhir-akhir ini saya jadi anak yang gemar pergi-pergi piknik. Belum jauh-jauh sih karena kurang gaul dan waktu yang terbatas juga, prioritas utama saat ini adalah objek wisata di Malang dan Batu. Hari Sabtu yang cerah kemarin (bertepatan dengan HUT Kim Minseok yang ke 26) saya berwisata ke Peternakan Kuda Jalibar (Jalur Lingkar Barat) di Kota Batu, Jawa Timur. Saya ingin tau gimana rupa peternakan kuda (karena cuma peternakan sapi, kambing, dan ayam aja yang saya tau) dan gimana rupa kebun bunga matahari (yes, disana ada kebun bunga matahari). Hell yeah saya anak pertanian yang belum pernah lihat kebun bunga matahari secara langsung. *lihatnya kebun jagung terus masaaaaa*

Sebetulnya nggak ada yang salah dengan arahan jalan di blog mbak Meriska, rambu-rambu juga tersedia, hanya saja karena memang kemampuan navigasi saya yang tengkurap jadinya sempet nyasar gitu deh waktu cari lokasinya. HAHAHAHA.


Mau cerita dari awal nyasar kok ya nggak penting. -_____- Pokoknya dari pintu masuk 'Predator Fun Park', saya lurus ke arah barat dan belok kiri sesuai petunjuk rambu yang mengarahkan ke jalur lingkar barat. *rada ketar-ketir juga karena jalannya naik dan sepi, kiri-kanannya semak dan bambu-bambu tinggi* Lokasi pintu masuk peternakannya ada di kiri jalan. Sebenarnya lewat perumahan Panderman di samping 'Jawa Timur Park 1' bisa, belok-belokannya yang saya nggak hafal. Kalo nekat nulis malah menyesatkan, wkwk.

Harga tiket masuk peternakan kuda ini 25.000 rupiah per orang. Parkir sepeda motor 2.000 rupiah. Kalo mau naik kuda harus bayar 50.000 rupiah per orang per 25 menit (udah dapat helm sama pelindung lutut). Kalo cuma mau foto-foto sama kudanya aja gratis, tinggal nunjukkin tiket masuk ke pawang kuda.

Hal pertama yang menarik perhatian saya jelas kebun bunga matahari yang berada tepat di depan lahan parkir. Bunga-bunga mataharinya lagi banyak yang mekar dan menengadah ke matahari pagi waktu itu. Indah sekali. Warna kuning mahkota bunga, langit biru cerah diselingi awan putih, bukit hijau menjulang di belakang kebun, serta lebah-lebah mungil yang berterbangan di sekeliling bunga berpadu dengan apik.
Lanjut ke lahan peternakan. Ada dua lahan berupa lapangan luas berpagar kayu rendah di sekelilingnya, tempat kuda-kudanya dilepaskan. Ada juga kuda yang lagi merumput di jalan masuk lapangan, aman kok selama kita nggak lari. Tapi ya tetep aja deg-degan waktu lewat di samping kuda yang lagi merumput itu, takut diserang lol. Ke-ge-er-an padahal kudanya nggak peduli ada manusia lewat. Di luar pagar kayu, ada beberapa gazebo kecil untuk duduk-duduk syantiek.

Fotonya butek, membelakangi matahari, ga sempet edit

Ini juga butek maap

Hanya kuda-kuda betina dan kuda jantan kecil yang dilepas di lapangan. Kuda jantan dewasanya dikandangin. Kalo dilepas dan berbaur jadi satu nanti bisa berantem, kata pawangnya. Kuda-kuda disana rata-rata berumur 17 tahun. Kuda jantan yang di dalam kandang umurnya 24 tahun, yang paling tua dan panjang umur.

Kuda-kuda disana punya nama sendiri-sendiri. Kuda yang foto sama saya namanya Regina. Ada juga yang namanya Ratu Jodha. XD Kudanya masih kecil, warna bulunya cokelat terang dan putih. Terus ada juga kuda betina cokelat terang namanya Subali. Nama Subali cocoknya buat kuda jantan tapi why dipake untuk kuda betina. XD


Ini pengalaman pertama saya foto sama kuda dewasa. Besar ya ternyata kuda itu, hehehe. Nervous tapi super excited banget! Hasrat membelai Regina mengalahkan rasa takut kalo tiba-tiba Regina marah terus aku yang pendek dan kecil ini ditendang. Alhamdulillah ketakutan will always be ketakutan belaka. Regina baik sekali tidak menendang manusia, hanya beberapa kali menggulung saya karena matanya dihinggapi lalat dan belum nyaman disentuh orang asing. Kalo kudanya merasa terganggu sementara kita deket banget di sebelahnya, nggak usah panik, rileks aja, deg-degan boleh yang penting nggak teriak. Nurut aja instruksi pawangnya.

Regina was annoyed by me lol

Oh iya, nggak disarankan untuk bawa payung dan balon ke lapangan tempat kuda-kuda dilepas karena kuda disana takut payung dan balon.

Sodara saya juga sempet nanya ke salah satu mas-mas pawang kuda disana tentang kuda pacuan. Kuda betina maupun kuda jantan bisa digunakan sebagai kuda pacuan asal belum pernah kawin. Harus masih perjaka dan perawan karena staminanya masih kuat. Kalo udah pernah kawin katanya staminanya menurun untuk kuda pacuan.

And last but not least, bau peternakan kuda masih enak dibanding bau peternakan kambing atau ayam. Jadi nggak usah takut bau eek kuda endebrei endebrei, foto-foto instagramable pemandangan ciptaan Yang Maha Kuasa dan pengalaman yang akan didapat disana lebih berharga. ;)

See you on my next post!

XO

post signature