June 16, 2015

Kenapa Nulis Blog?

Kalo saya yang ditanya begitu jawaban saya adalah karena saya ingin punya diary tapi bebas dibaca sama semua orang. Isinya ya enggak melulu curhat lah, banyak hal lain yang penting untuk diabadikan melalui tulisan. Misal sehabis jalan-jalan ke suatu tempat, sayang banget kan kalo habis jalan-jalan terus semua cerita di dalamnya buyar begitu aja? Harus ada tulisan tentang itu, foto aja enggak cukup buat menceritakan segala hal yang terjadi sewaktu jalan-jalan.


Terus saya kan anaknya K-Pop freak banget lol jadi kalo habis lihat acara Korea yang lucu-lucu gitu langsung saya tulis di blog biar enggak lupa. Sekalian bisa bagi-bagi informasi sama K-Popers lain.

Kalo lagi bener-bener pingin curhat, ya saya tulis juga di blog. Tapi saya ubah dulu ke dalam bentuk cerpen atau tulisan pendek berbahasa Inggris. Soalnya saya anaknya pemalu dan punya pengalaman pahit nulis diary enggak pake diubah ke bentuk cerpen (waktu SMP). Yaudah ada yang usil terus baca-baca diary saya, kebuka semua deh saya suka siapa lolol. Menurut saya, curhat dalam bahasa Inggris itu lebih keren. JUDGE ME BUT I DO. Jadi kesannya kayak saya lagi main film Hollywood terus saya jadi narator tokoh saya sendiri kayak Hillary Duff waktu main A Cinderella Story. HAHAHAHA.

Sebagai makhluk sosial, nulis blog punya banyak keuntungan buat saya. Segala yang ada di pikiran saya tentang sesuatu bisa saya tumpahkan di blog tanpa khawatir batasan karakter. Enggak mengganggu timeline orang juga, sebel kan kalo ada yang curhat panjang lebar dan muncul di timeline kita? Apalagi kalo isinya maki-maki orang lain. Iyuh banget kalo istilah kekiniannya *ciyeee kekinian* *kemudian khilaf maki-maki orang di twitter*

Well, itulah alasan saya kenapa saya punya blog dan nulis di blog. How about you?


"I write because I don't know what I think until I read what I say"
-- Flannery O'Connor --
(cr: owner)

June 15, 2015

Yuk Healing ke Kebun Raya Purwodadi

Healing adalah istilah orang Korea untuk menjernihkan pikiran dengan melakukan aktivitas yang disukai, salah satunya pergi berwisata alam (atau main gitar sama orang yang disukai pft #Y pft). Awal Juni kemarin saya dan seorang teman saya pergi ke Kebun Raya Purwodadi (KRP) untuk healing, hehehe. Tiket masuk ke KRP murah banget yaitu Rp. 6.000,00 per orang ditambah Rp. 1.000,00 untuk sumbangan PMI.

FYI meskipun KRP enggak terlalu jauh dengan rumah saya, ini adalah kunjungan kedua saya. Kunjungan pertama waktu study tour SMP di tahun 2007. Tujuan utama saya adalah taman anggrek yang katanya paling bagus di KRP. Begitu masuk KRP saya langsung menyeret teman saya ke arah taman anggrek. Letaknya agak jauh dari pintu masuk dan waktu kami tiba di taman yang dimaksud sesuai petunjuk arah (pengelola KRP perlu memperhatikan papan penunjuk arah, soalnya minim banget apalagi di area hutan) taman anggreknya TUTUP T_____T Mungkin karena waktu itu hari Sabtu kali ya jadi pegawai yang jaga taman anggreknya libur. Atau mungkin juga taman anggrek hanya dibuka untuk pengunjung yang mengantongi ijin, mengingat anggrek merupakan tanaman mahal.

Jalan menuju taman anggrek Kebun Raya Purwodadi

Yaudah lanjut jalan menikmati hutan KRP. Enak banget lho jalan-jalan disana, sepi enggak banyak orang. Malah waktu itu cuma saya dan teman saya itu aja yang jalan-jalan menikmati udara segar hutan. Suara serangga-serangga khas musim kemarau jelas banget di telinga. Sinar matahari pagi yang hangat dengan indahnya menerobos kanopi-kanopi pohon. Haduh pokoknya begitu disana saya langsung lupa kalo KRP ini letaknya di pinggir jalan utama Surabaya-Malang yang rame kebut-kebutan dan penuh asap kendaraan bermotor.


Morning sun~


Pohon yang seluruh batangnya ketutup sama duri :O Saya cari tau namanya tapi enggak nemu, enggak ada label nama di pohonnya.

Bunga dari pohon Cascabela thevetia (L.) Lippoid. Cantik ya tapi beracun kata Wikipedia :( Kegunaannya untuk biological pest control karena mengandung antifungal and antibacterial :)

Akar papan atau akar banir

Oh iya disana kayaknya bisa sewa sepeda tapi saya kurang tau berapa harga dan durasi sewanya. Soalnya saya dan teman saya lebih milih jalan kaki biar foto-fotonya banyak, hahaha.

If you spot a human, she is my friend. Yes, only two of us there!

Tanaman pisangnya ada di tengah-tengah hutan

Gazebo di depan kebun pisang. Sepi banget kan enggak ada orang~

Lanjut ke tanam bugenvil, jalan menuju kesana bagus banget kayak di luar negeri. Sayangnya waktu itu ada yang lagi foto pre-wed, yaudah enggak bisa bebas foto-foto deh.


I was blended so well with trees' color

Masuk area hutan-hutan lagi, dikit-dikit istirahat soalnya kaki kami pada lecet kena sepatu lol. Mending pake sandal deh kalo mau jalan-jalan disana.

Sampe di taman kaktus, penataan tamannya bagus terus kaktusnya banyak. YAIYAAA NAMANYA JUGA TAMAN KAKTUS *dijitak* Macem-macem tanaman kaktus dan sukulen ada di sana, sayangnya enggak ada label nama ilmiahnya. At least dikasih label lah ya meskipun orang awam kayak saya bakal lupa namanya kalo udah pulang XD



Terus ada kolam yang permukaannya ijooo banget tertutup tanaman air. Tapi enggak bikin jijik kok.



KRP punya banyak kolam loh ternyata, kolam yang ditumbuhi teratai dan berbagai tanaman air lainnya maksud saya. Ada beberapa kolam yang udah kering, untungnya masih ada tanaman air yang tumbuh jadi ya enggak jelek-jelek banget jatuhnya XD



Bunga Saraca declinata (Jack.) Miq. (Caes.) di deket kolam teratai

Hari udah makin siang, kaki udah gempor dan lecet-lecet, laper dan haus juga udah melanda. Istirahat sebentar di batu-batu lucu mirip makaron ini sebelum pulang :3


Orang Indonesia terkenal kurang banget kesadarannya terhadap kebersihan tempat wisata *sigh* Banyak sampah berserakan :(


Enggak enak ya mau mengakhiri postingan malah ngomongin sampah. Tapi beneran lho enggak rugi ke Kebun Raya Purwodadi, meskipun capek keliling tapi udara sama pemandangan hutan bener-bener worth it banget. Recommended untuk yang mau healing kayak saya dan teman saya, males kan berlibur tapi tempat liburannya rame banyak orang? :D


See you on my next post <3