October 19, 2021

Reading Books: How Did I Get Here?


Tulisan ini terinspirasi oleh Jane x Lia yang kapan hari membahas their reading journey. Sebagai orang yang latah, tentu saja saya ikutan. πŸ˜‚ Apalagi setelah diingat-ingat ternyata saya belum pernah berbagi cerita bagaimana bisa suka membaca.

Ingatan terawal yang bisa saya ingat tentang membaca, malah bukan tentang membaca buku.

Lhah?

Iya, saya ingatnya malah ke kenangan mengetik sebuah karangan tentang menulis. Karangan itu saya ketik ketika pertama kali ditunjukkan mesin tik punya sepupu. Saya mengetik kata-kata dan kalimat-kalimat yang ada di dalam kepala. Waktu itu malam hari, kertas hasil ketikan itu diambil ibuk saya begitu selesai saya ketik. Inget banget ibuk bilang kalau ada typo hahaha. Typo-nya kayak gini: maka dari itu menulia dengan baik. Padahal maksudnya "maka dari itu menulislah dengan baik".

Sayang banget kertasnya udah hilang entah ke mana. Kalau masih ada kan bisa dipajang di sini sebagai peninggalan bersejarah. *lebay*

Kalau menurut cerita ibuk saya dan ingatan kabur-kabur di kepala sih, saya sudah bisa membaca sebelum masuk TK. Yok gengs, squad bisa membaca sebelum usia 5 tahun mari merapat! Wkwk.

Gitu doang bangga? Iya dong. Seandainya pernah bawa pulang Piala Uber
 sih ya pasti prestasi itu yang saya banggakan bukan kemampuan membaca sejak dini. πŸ˜‚
 
Back to the topic.

Ingatan lain yang ada di kepala, dulu saya main-main ke rumah pakde dan bude, terus saya disuruh nulis dan baca nama sendiri. Saya nulisnya INDAH pakai I. 😭

Terus saya juga suka baca-baca tulisan yang ada di televisi kalau lagi nonton berita sama ibuk. Waktu itu kan siaran berita siang-siang masih menampilkan gambar topik di sebelah kanan atau kiri penyiarnya. Gambarnya berupa kotak persegi. Tulisan-tulisan yang saya baca itu, saya tulis di buku. Lagi-lagi, bukunya sudah hilang entang ke mana.

Ketika beranjak SD, saya suka main-main ke rumah tetangga yang punya buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia berisi dongeng-dongeng. Ada dongeng Kancil dan Buaya, Pak Pandir, Kancil dan Kera, Timun Mas, dan beberapa judul lain yang saya nggak ingat lagi. Hampir tiap hari main ke sana dan bacanya ya itu lagi-itu lagi. Nggak pernah bosen karena ada gambarnya juga. Gambarnya bukan yang full color, tapi hitam putih dan khas buku-buku pelajaran masa itu.

Kalau cerita dengan gambar full color yang saya baca, sumbernya dari buku fabel punya sepupu. Tokoh-tokoh di dalamnya berupa kelinci. Ada satu cerita yang judulnya "Telinga Terkulai". Dulu nggak ngerti arti terkulai itu apa. πŸ˜‚ Jadi rasanya agak aneh pas baca. Sampai sekarang masih ingat kata itu karena otak merekamnya sebagai kata aneh. πŸ˜‚

Selain fabel, saya juga membaca majalah Bobo punya sepupu yang lain. Pernah baca komik "Siksa Neraka" punya dia juga HAHAHAHAHA. Hayo sini yang pernah baca komik ngetren itu, ngacung! Jangan bohong! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Anyway ternyata setelah saya sadari, komik "Siksa Neraka" adalah satu-satunya komik yang boleh saya baca wkwkwk. Iya, saya adalah anak yang dilarang baca komik oleh bapak because in his point of view kalau baca komik itu bisa bikin nggak pinter. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Alhasil baca komiknya sembunyi-sembunyi. Kakak saya juga gitu, kalau baca komik sembunyi-sembunyi. πŸ˜‚

Pernah suatu hari saya ketahuan baca komik Paman Gober punya tetangga. Wah dimarahin bener, disuruh balikin. πŸ˜‚ Akhirnya dengan berat hati ya saya balikin. Jadi malah sering main ke rumah dia buat baca komik itu. πŸ˜… Di rumahnya juga ada beberapa bacaan lain seperti majalah Trubus dan National Geographic. Saya inget banget dulu ada satu artikel yang membahas Gunung Everest dan kalimat pembukanya berbunyi "wajahnya kelu, bersimbah salju".

Terus ada juga gambar ilustrasi laki-laki hamil. Sumpah itu sampai sekarang saya penasaran sih lagi bahas apa. Dulu bukunya diumpetin dari anak kecil macam akuh. 😭

Terus ada lagi artikel yang membahas bagaimana cara menghilangkan tahi lalat. Artikel ini berisi metode-metode saran dari pembaca. Ada yang tiap menit tiap hari nempelin jigong ke tahi lalatnya (jigongnya sendiri). Kata si pengirim suratnya sih ampuh. Bener apa nggaknya, nggak tahu lagi karena saya pernah praktekin tapi nggak istikomah jadinya gagal. πŸ˜‚ Yang tertarik boleh mencoba. 😝

Masih di rumah tetangga yang sama, ibunya punya warung dan berjualan makanan serta kebutuhan dapur lain kayak rempah-rempah. Bungkusin jualannya dulu pakai koran. Jadi di warungnya tuh banyak koran sumbangan dari tetangga depan rumahnya yang sering beli koran. Kalau saya main-main di warungnya, saya sering baca-baca koran itu. Pernah dulu ada koran yang khusus bahas film Titanic karena memborong banyak piala Oscar. Berhubung saya masih nggak ngerti, jadi foto-foto om Leo masa muda yang cakep itu saya cuekin dan berakhir jadi bungkus rujak. :)

Tetangga lainnya ada yang punya anak-anak yang sudah SMP. Mereka punya buku-buku Goosebumps. Tapi saya yang masih SD,  takut buat baca pada waktu itu. Apalagi salah satu bukunya itu judulnya Arwah Penasaran. Astaga sampulnya horor banget. 😭

Saya berani baca buku-buku Goosebumps dan Fear Street karya R.L. Stine tuh baru pas SMP. Semuanya pinjem punya temen sekelas. Dia ini koleksi buku dan komiknya buanyak banget. Surga dunia dong buat saya yang suka baca komik Detektif Conan. Wah pas SMP tuh ngikutin banget Detektif Conan dan Goosebumps. Hingga akhirnya kehilangan minat ke Detektif Conan karena ceritanya nggak tamat-tamat. πŸ˜‚

Waktu SMP ini, untuk pertama kalinya saya tahu ada komik kocak berjudul "Hai, Miiko!" dan jatuh cinta dengan komik itu sampai sekarang. Jatuh cintanya nggak hanya ke komik karya Ono Eriko itu, tapi juga ke serial dunia sihir fenomenal karya J.K. Rowling, Harry Potter. Cerita tentang Harry Potter ini pernah saya tulis panjang lebar di tulisan My Potterhead Side.

Masa-masa SMP tuh kayaknya jadi masa jayanya saya kenalan dengan berbagai genre komik, serial, dan teenlit. Ada komik cerita cantik juga yang judulnya saya lupa tapi ceritanya ada dua saudara kembar yang punya pacar masing-masing. Saudara kembar ini perempuan, satunya petakilan dan satunya kalem. Yang petakilan ini pacaran sama atlet basket, yang kalem pacaran sama cowok berkacamata yang hobi membaca. Ending-nya nggak tahu karena nggak baca sampai akhir hahaha. Ada yang pernah baca cerita cantik yang ini nggak? Kalau ada, judulnya apa? Penasaran. :(

Di SMP ini juga saya ikutan ekstrakurikuler jurnalistik. Seru deh bikin-bikin artikel tulis tangan, terus kertasnya dihias, terus ditempel di mading sekolah. Diklatnya pernah ke studio radio dan televisi lokal. Jadi tahu dikit behind the scene siaran radio dan syuting acara berita televisi kayak gimana.

Di SMP juga saya mulai nulis-nulis diary. Isinya so pasty tentang gebetan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Pada akhirnya diary itu saya bakar soalnya ada teman yang tangannya lancang buka-buka. :) Kalau dipikir-pikir sekarang yaaa ngapain dibakar yak. Kan bisa dijadiin cerita, siapa tahu jadi penulis terkenal. /plak/ πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Lanjut pas SMA~
Pas SMA ini saya sempet baca tetralogi Laskar Pelangi. Sahabat saya punya bukunya jadi saya pinjem semua. 😁
 
Fast forward ke masa-masa kuliah. Beruntung banget punya bestie yang hobi membaca juga dan nggak pelit minjemin buku. Saya suka pinjem-pinjem novel teenlit dan chicklit punya dia. Beberapa yang pernah saya pinjem contohnya trilogi Jingga dan Senja, "After Office Hour", dan "Cewek!!!". Lainnya lupa mweheheh.

Waktu masuk kerja, ada teman satu sub-bagian yang ternyata adalah sahabat karib teman sekelas saya waktu kuliah. Saya nggak akrab sama teman sekelas ini dulu. Kemudian jadi agak deket karena teman kerja satu sub-bagian tadi hehehe. Ternyata dua teman ini hobinya baca! WAH! Teman sekelas saya itu koleksi novelnya banyak banget. Waktu main ke rumahnya ya nggak saya sia-siakan dong. Saya langsung ngelunjak pinjem buku macem-macem kayak tetralogi musim Ilana Tan dan semua novel Harry Potter.

Kalau teman kerja yang satu sub-bagian tadi, ternyata selera bacaan kami berbeda, jadi nggak bisa saling pinjam meminjam buku huhuhu. Dia suka komik Detektif Conan, saya suka komik "Hai, Miiko!". Dia suka novel-novelnya Christian Simamora, saya suka buku-buku nonfiksi tentang traveling dan sejarah.

Awal kerja tuh saya hobi traveling. Udah tahu rasanya punya uang sendiri jadinya pingin jalan-jalan mulu. Apalagi bacaannya buku-buku Trinity, wah...udah deh terjangkit virus Trinity. Hampir semua bukunya udah saya review di blog ini. Yang pingin baca silakan kunjungi laman BOOK A-Z.

Di masa-masa kerja inilah saya baru beli buku-buku yang dulunya nggak punya. Contoh nyatanya ya komik "Hai, Miiko!" hahaha. Terus minat baca saya merembet ke genre sejarah. Hal ini dilatarbelakangi oleh rasa malu bisa hafal tanggal ulang tahun cowok-cowok kipop tapi lupa sejarah bangsa sendiri.
 
Tuh kan siapa bilang suka K-Pop bikin nggak nasionalis. Suka K-Pop justru membuat saya makin berhasrat untuk mengerti sejarah negeri sendiri. πŸ˜‚

Membaca buku sejarah ini saya mulai dengan membaca sejarah masuknya agama Islam ke tanah air dan siapa nenek moyang bangsa Indonesia. Dimulai dari hal-hal yang terdekat dengan diri sendiri dulu biar membangkitkan rasa senang dan tidak bosan ketika membaca buku sejarah. Dua buku yang saya baca adalah Sejarah Islam Nusantara dan Kaladesa.

Setelah itu muncul rasa penasaran ingin tahu sejarah dunia seperti apa. Jadi saya baca buku "Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda" karya E.H. Gombrich (ternyata RM BTS pernah baca buku ini ya). Buku ini merangkum sejarah dunia dari mulai terbentuknya Bumi sampai tahun 1942. Buku ini tebalnya sekitar 300-an halaman, yang dibahas itu kulit-kulitnya saja. Yang penting timeline sejarahnya jelas. Bahasa yang dipakai sangat santai, seperti seseorang yang bercerita kepada temannya.

Sejarah Islam dunia dibahas singkat di buku tersebut. Saya ingin tahu lebih jauh, maka saya membaca buku berjudul "Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam" karya Tamim Ansary. Buku ini bagus banget. Saya jadi tahu kejadian apa saja yang terjadi setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin. Dulu pas masih sekolah ya lupa semua karena kebanyakan yang harus dihafal. πŸ˜…

Kemudian rasa penasaran dengan sejarah Indonesia muncul kembali. Saya kemudian membaca buku berjudul "Nusantara" karya Bernard H.M. Vlekke yang menceritakan masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha sampai dengan tahun 1941. Rasa penasaran dengan kejadian sesudah tahun 1941 menyusul muncul, maka lanjut baca buku "Nasionalisme & Revolusi Indonesia" karya George McTurnan Kahin. Buku ini membahas masa-masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Setelah Presiden Soekarno digulingkan oleh Orde Baru, buku "Nasionalisme & Revolusi Indonesia" tidak membahasnya lebih lanjut. Jadi saya membaca buku berjudul "Soeharto dan Bangkitnya Kapitalisme Indonesia" karya Richard Gibson. Niatnya supaya memuaskan rasa ingin tahu tentang kejadian 30 September 1965. Nyatanya peristiwa itu tidak dibahas. Saya justru menemukan pengetahuan baru tentang mengapa penjarahan terhadap keturunan Tionghoa bisa terjadi dan siapa saja konglomerat yang menjalin hubungan dengan pemerintah pada masa itu. Rasanya waktu baca buku ini tuh berat kayak diktat kuliah tapi worth it dengan apa yang saya dapat setelahnya.

Sejarah dunia sudah, sejarah dalam negeri sudah, yang belum tinggal sejarah Asia Tenggara. Saya punya buku "Sejarah Asia Tenggara", tapi sampai sekarang belum sempat baca dan lagi dipinjam sama sodara hahaha. Tahun depan kayaknya bacanya, tahun ini udah gumoh.

Oh iya saya juga punya buku sejarah tentang Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa. Bukunya berjudul "Atlas Wali Songo" karya Agus Sunyoto. Agus Sunyoto ini menjadi salah satu sumber konsultasi kru film "Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta" (2018). Nama beliau ditulis di credit scene. Buku ini mengungkap Wali Songo sebagai fakta sejarah agar di masa depan tidak hilang dan tidak menjadi dongeng belaka.

Ada lagi satu buku sejarah yang nggak lama kemarin selesai saya baca. Reviewnya saya tulis di blog ini. Judulnya Bedil, Kuman & Baja karya Jared Diamond (again, ternyata RM BTS juga pernah baca buku ini ya wkwk). This is the best book that I read this year. Akhirnya terjawab sudah mengapa dunia pertama isinya didominasi orang-orang kulit putih.

Jared Diamond banyak menulis buku-buku sejarah. Buku Jared Diamond lain yang saya baca judulnya Collapse, membahas tentang keruntuhan beberapa peradaban dunia. Reviewnya juga pernah saya tulis di blog ini. Buku-bukunya yang lain yang saya punya tapi belum sempat baca ada "Upheaval" (yang membahas tentang bagaimana beberapa bangsa mengatasi krisis) dan "Evolusi Reproduksi Manusia".

Bicara tentang buku yang belum sempat dibaca, ada juga buku sejarah yang judulnya "Kepulauan Rempah-rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950" karya M. Adnan Amal. Buku ini saya beli selepas membaca buku Sejarah Rempah: Dari Imperialisme sampai Erotisme karya Jack Turner. Buku Jack Turner membahas rempah-rempah versi orang Eropa, sedangkan apa yang terjadi di kepulauan asal rempah-rempahnya tidak dibahas. So I become curious about it.

Selain tentang sejarah, saya juga tertarik dengan buku-buku tentang pengetahuan umum, terutama pengetahuan alam. Jadi ensiklopedia National Geographic nggak luput dari bidikan, hehehe. Saya punya ensiklopedia tentang science (sudah pasti membahas materi-materi pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi...errr minus hafalan rumus dan tabel periodik untungnya wkwk), luar angkasa (karena saya penasaran dengan apa yang ada di langit), lautan (I LOVE OCEAN FROM THE BEGINNING), tubuh manusia (because we're human so we have to know what is literally in the inside of our body), dinosaurus (thanks Jurassic Park movies!), peta dunia (I love Geography tapi adanya di jurusan IPS😭), dan fauna (I want to know the members of Animalia Kingdom).

Self improvement juga masuk genre yang saya suka. Apalagi kemarin-kemarin tuh hidup rasanya sumpek. Membaca buku-buku self-help sangat membantu.

Saya sadar kalau pengetahuan manusia ini sifatnya dinamis dan bisa berubah suatu saat nanti. Bisa jadi buku-buku pengetahuan yang saya punya, suatu hari bisa tidak berlaku lagi karena ditemukan fakta lain yang mengoreksinya. Tapi untuk saat ini, ketika saya masih hidup dan bernapas, paling tidak ya ilmu pengetahuan yang ada di buku-buku yang saya punya ini yang faktanya bisa dibuktikan kebenarannya. Jadi saya bisa lega karena tidak clueless-clueless amat ketika masih hidup.

...

Kok jadi serius ya wkwk. Udah ah, udah panjang banget ini. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya! Have a nice day!


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

26 comments:

  1. Waah kita samaan mbak, dulu saya juga ga dibolehin baca komik sama bapak πŸ˜„πŸ˜„
    Kalau ketahuan pasti dimarahin, dulu hampir setiap hari saya main ke perpus sekolah.. Baca buku terbitan balai pustaka yang ada tulisannya milik negara tidak diperjualbelikan. Terus pulangnya sering mampir ke persewaan komik juga, dan ya sama.. Udah lama ga baca komik Conan karena ga tamat2.. Walaupun saya tetep beli, tapi bacanya nanti kalau udah bener2 ada bau2 tamat πŸ˜„

    Punya temen yang koleksi bacannya bejibun itu udah kayak anugrah banget ya.. Itu temennya yang punya Goosebumps dan lain2 pasti anak sultan 😁

    Btw, keren banget sekarang bacaannya udah yang berat2 Mbak .. Baca2 sejarah juga πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk alhamdulillah ada temennya. :p Alasannya nggak dibolehin baca komik sama nggak nih kita? xD Ah iya dulu buku-buku tulisannya gitu ya, milik negara tidak diperjualbelikan...tapi difotokopi. :) Hahahaha langsung ngerapel bacanya ya nanti, btw persewaan komik aku baru kenal pas SMP. :"

      Tepat sekali Mas Edot~~~ temen-temenku itu anak-anak sultan. xD

      Wkwk makasih pujiannya, I take that as a compliment. :D

      Delete
  2. Momen paling diingat pas awal-awal baca itu adalah baca tabloid bola. Saat itu terbit 2x seminggu. Setiap hari selasa dan hari jumat. Setelah pulang sekolah sering baca semua halamannya. Jadi banyak informasi tentang sepak bola dari tabloid tersebut. Kemudian saat SD jadi anggota rental buku dan komik. saat itu dibebaskan baca komik. Jadi sekali pinjam beberapa komik.

    Bacaan buku sejarahmu menarik. Referensinya sangat banyak. Apakah ini termasuk bacaan tentang konspirasi yang terjadi di indonesia dan dunia..? Fakta-fakta sejarah sering disertai dengan konspirasi-konpirasi dan dugaan yang belum terungkap. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. BOLA SEKARANG UDAH NGGAK ADA. T_____T aku inget dulu suka main ke rumah paklek dan nggeledah semua majalah Bola di gudang buat...nyari foto atlet. xD Wihhh rangorang ini keren yak kecil-kecil udah jadi member rental komik, ndeso banget akutu. :"

      Hmmm...kalau yang konspirasi itu aku belum pernah baca tbh. Mas Vay udah pernah baca? Aku kalau baca tentang teori konspirasi tuh kadang suka nggak percaya soalnya belum terbukti kebenarannya kan, jadi jatuhnya masih asumsi kalau menurutku wkwk.

      Delete
  3. Mbaaaa ragam bacaannya keren bangeeettt! Aku sejarah aja udah mabok gara-gara pelajaran sekolah 🀦‍♀️ Aku secara pribadi malah lebih suka yang sains gitu Mba, misalnya rahasia-rahasia atau proses terbentuk sesuatu, aku suka banget baca buku tipe ini. Apalagi pas adek aku koleksi buku Why malah aku yang sibuk ikutan baca 🀣

    Ngomong-ngomong kenalan dengan buku malah aku kenal dengan komik duluan. Soalnya ayahku sendiri malah koleksi tuh komik Doraemon, Donald, dll sampe akhirnya aku koleksi Detective Conan sama Detective Q. Sayangnya yang Conan aku berhenti di 90an karena pas kuliah udah gak sempet dan capek juga ngikutinnya πŸ˜” Setelah itu aku baru langganan Majalah Bobo dan coba-coba baca novel-novel khusus anak sampe akhirnya sekarang keterusan baca-bacanya novel doang πŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku tau tuh mba Tika yang buku Why. Bergambar kan ya bukunya. Samaan nih kita suka sains. :D Hehehehe aku suka sejarah pas udah selesai sekolah dan kuliah, kalau pas sekolah dan kuliah tentu saja nggak suka karena udah pusing mikirin pelajaran sama mata kuliah duluan lol.

      Luar biasaaa ayah-ayah pengkoleksi komik ini, hamba can't relate. xD Iya kan ya, udah puanjaaang banget dan nggak tamat-tamat tuh Detective Conan, satu yang aku khawatirkan mba Tika: kalau komikusnya meninggal dan komiknya belum tamat, gimanaaa. :(((

      Tbh aku kagum sama orang-orang yang suka baca fiksi, ya aku dulu suka baca fiksi juga sih, tapi nggak istikomah. Kalau orang-orang yang suka baca fiksi tuh menurutku pilihan kosakata dan penataan kalimatnya bisa indah kalau lagi nulis, ya kayak mba Tika, Ci Jane, Lia, sama Kak Eya contohnya.

      Delete
  4. "...saya sudah bisa membaca sebelum masuk TK." IBUUUU, AJARIN SAYA DONG GIMANA CARANYA NGAJARIN ANAK SUPAYA BISA BACA CEPAT!

    Gilaaaak, keren banget kamu, Ndah umur 5 tahun udah bisa baca! Aku aja lupa lho umur berapa bisa baca wkwkwk ini aku lagi struggle banget ngajarin Josh baca, tahun depan mau masuk SD tapi masih jatuh bangun banget membacanya, huhuhu *lah malah curhat*

    Perjalanan membaca kamu seru sekaliii. Aku jadi malu dehh, ngakunya suka sejarah tapi malah jarang banget baca buku tentang sejarah kayak yang kamu sebutin semua di atas. Jujur kalau tentang sejarah/budaya aku lebih tertarik nonton film atau dokumentasi. Karena baca buku sejarah bawaannya kayak baca buku pelajaran hauhahaha. Atau belajar sejarahnya lewat novel fiksi, kayak Laut Bercerita, misalnya. Kayaknya aku harus mulai baca buku sejarah yang kamu sebutin di atas itu, deh. MAKASIH ENDAH UDAH NULIS INI <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAHAHAH aku kasih terjemahan bahasa Indonesia percakapanku dan ibukku waktu aku nanyain pertanyaan Ci Jane ya. Kurang lebih kayak gini:
      Aku: Buk kan aku katanya Ibuk bisa baca sebelum masuk TK ya?
      Ibuk: Iya
      Aku: Nah itu dulu Ibuk ngajarinnya gimana?
      Ibuk: ... ya diajarin.
      Aku: *YHA* Lha iya gimana caranya?
      Ibuk: Ngajarin gimana ya ngajarin Ndah, embuh. Kamu dulu kayak tiba-tiba bisa baca.
      Aku: ... temenku nanya ini gimana caranya ibuk ngajarin aku, soalnya anaknya belum bisa baca.
      Ibuk: Oh kalau anaknya belum bisa ya nggak usah dipaksa.

      Begitulah Ci, semoga membantu. Errr...membantu nggak sih HAHAHAHAHA. T.T

      Wkwkwkwkwk banget Ciii, baca buku sejarah kalau bukunya nggak tepat tuh emang kayak baca buku pelajaran. Hooo iya bener, film dan dokumenter juga bisa buat belajar sejarah. Yang penting nggak merasa terbebani nggak sih, yang penting nyambung juga sama ceritanya.

      Jujur aku...belum pernah baca buku fiksi sejarah. :" Kapan hari Lia sama mba Thessa juga kayaknya sharing fiksi sejarah. Lia sharing yang apa tuh namanya yang di Austria itu, camp apa ya namanya ribet wkwk. Terus yang Mba Thessa sharing cerita Pulau Banda. Oh iya Ci, di Netflix ada dokumenter tentang Pulau Banda, siapa tau tertarik. Aku udah nonton tapi reviewnya masih tayang beberapa minggu ke depan. xD

      Yuhuuu sama-sama Ci Jane, makasih juga udah mampir ke sini. <3 :*

      Delete
    2. HAHAHAHA BENERAN DITANYAIN DONG 🀣

      Sumpah aku ngakak tapi jadi malu ahhh πŸ™ˆ *salim dulu sama ibuknya Endah* Yaaaa berarti nggak usah dipaksa yaa, Bu. Hahahahahaha

      Ok, Pulau Banda masuk daftar! Google dulu tentang apa wkwkwk

      Delete
    3. Wkwkwkwkwk kalau dipikir-pikir ya aku penasaran juga Ci gimana ibukku ngajarin aku duluπŸ˜†

      Hahahahahaha mangat Ci Jane dan JoshπŸ’ͺ

      Sip wkwk, serius itu dokumenternya.

      Delete
  5. Daebaaak, panjang banget perjalanan ceritanya, mba Endah 😍

    Genre bacaan mba Endah juga sangat beragam, paling ternganga waktu baca list sejarah, omg, so cool~! Karena saya pribadi nggak sampai sedalam dan sedetail itu baca buku sejarah πŸ™ˆ *melipir ke pojokan* heuehehe. Eniho, saya nggak banyak ingat jenis bacaan apa yang saya nikmati ketika kecil, tapi ada beberapa yang masih saya kenang sampai sekarang, mungkin karena terlalu menarik sampai bacanya tuh diam-diam di balik selimut tengah malam, sebelum Ibu teriak, "Tidur, sudah malaaam." 🀣

    Paling ingat, saya suka baca Lima Sekawan, Malory Towers series, sama Goosebumps (ini seru banget karena bisa loncat-loncat halaman) hahahaha. But Anehnya, sekarang saya justru jadi manusia penakut padahal dulu lumayan suka baca Goosebumps plus sempat lihat sinetron Di Sini Ada Setan πŸ˜‚ Semakin tua semakin payah mental saya. Wk.

    Eniweis, terima kasih rekomendasi beberapa judulnya mba, seems interesting, nanti mau coba saya baca post mba Endah lainnya. Ditunggu racun-racun judul buku lainnya, mba 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha aku harus cerita dari zaman piyik, Kak Eno, biar inget semua sampai tua. xD

      Kekepoanku kalau sudah merembet tuh suka gitu Kak Eno, semuanya pingin aku baca. xD Btw cerita-cerita yang Kak Eno baca pas masih kecil itu yang aku tau cuma Goosebumps. Lima Sekawan cuma pernah denger, sedangkan Malory Towes aku nggak ngerti sama sekali. xD *tutup muka*

      Sinetron Di Sini Ada Setan tuh serem banget Kak Eno plis. T_____T Aku nggak pernah berani nonton. Kalau Kak Eno takutnya pas makin tua, aku takutnya udah dari dulu aka udah cemen sedari dulu. :"

      Yuhuuu sama-sama Kak Eno~~ sip ditunggu aja racun-racun selanjutnya~~ :D

      Delete
  6. Berarti menulis blog merupakan salah satu kegemaran dari waktu kecil yang baru bisa tersalurkan saat besar ya, Kak? 😝
    Btw, beruntung banget Kak Endah punya tetangga yang hobi baca dan koleksi bacaannya banyakkk! Dulu kalau lagi main bareng suka bahas buku bacaan bareng-bareng nggak? Hahaha. Aku dulu kalau baca teenlit juga pinjam teman soalnya takut dimarahin mama sebab saat itu masih kelas 6 SD, takut dimarahin anak kecil kok bacanya cinta-cintaan 🀣
    Genre bacaan Kak Endah berat bangetttt 😍😭 Sejujurnya aku juga tertarik membaca sejarah, tapi kok pas buka buku sejarah, baru halaman ke1 aja udah ngantuk 😭 otakku nggak kuat kayaknya wkwkwk. Tapi sempat pernah kepo sama buku Sejarah Dunia Untuk Pembaca Muda itu, bukunya Worth to read, Kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAH...iya juga. xD

      Banget Liii, beruntung banget aku dikelilingi sama orang-orang yang punya buku bacaan banyak dan nggak pelit. Hmmm...dulu nggak pernah bahas bacaan kalau di lingkungan rumah, kalau sama temen-temen SMP bahas. Apalagi pas ketemu yang sama-sama baca komik Detektif Conan, wah itu tiap hari ngomonginnya Conan terus. xD

      Wkwkwkwkwkwk bisa dimengerti kekhawatiran mama-mama. xD Aku pas SMP tuh malah beli buku yang judulnya "Loving You Merit Yuk" tau HUHUHUHUHU BUAT APA COBA BUAT APAAA. T______T

      WKWKWKWKWK WOY!!! xD Eh iya, kayaknya kamu bakal cocok sama buku Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda deh Li, soalnya gaya nulisnya tuh nggak kayak buku pelajaran. Malah kayak cerita-cerita ke temen sendiri. Per bab juga nggak terlalu banyak halamannya. Coba aja baca. Sodaraku sampai beli sendiri habis baca punyaku.

      Delete
    2. Kebayang serunyaaa!! Soalnya dulu zaman Meteor Garden juga tiap hari bahasnya drama itu terus pas di sekolah 🀣

      WKWKWK yaampun, itu judulnya ngakak banget 🀣 Ibu Kakak pernah lihat buku ini nggak? Bisa shock lihatnya kali pada saat itu 🀣

      Beneran Kak?!! Aaaaaakkk, okai aku masukkin ke keranjang dulu sebagai wishlist 🀣 belinya nggak tahu kapan, yang penting masuk ke keranjang dulu wkwkwkwk.

      Delete
    3. EH YA AMPUN IYA LI METEOR GARDEN DULU JUGA HEBOH AKU NGOMONGINNYA SAMA TEMEN-TEMENπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ inget aja kamu sama drama Taiwan satu itu. 😁

      NGGAK PERNAHπŸ˜† aku taruh kamar terus wakakakak.

      Sip sip, baca kalau udah pas aja timingnya biar enak.

      Delete
  7. Kak...bakalan di upload ke podcast juga gak? aku baca postingan ini langsung teringat suara Kak Endah kalo lagi cerita di podcast wkwkwkwk */apasih kok aneh

    btw...emang semenjak awal pertama kali liat referensi buku Kak Endah di blog ini aku langsung nebak "oh...pasti suka nya baca nonfiksi nih", makin kesini ternyata kecenderungan bacaan Kak Endah semakin berat hahaha, yaitu Sejarah.

    Samaan dong kak Ayahku juga gak ngebolehin baca komik, kata beliau "Buat apa baca beginian? biar apa?", yasudah akhirnya cuman bisa baca diem2, persis kayak Kak Endah, sebelum tidur baca komik dulu, bercampur rasa deg-degan kalau mendadak Ayah ngecek ke kamar LOL.

    eh betul sekali Kak tentang Conan, sebenernya Aoyama itu mau bikin nasibnya Kudo kayak gimana lagi ya...kasian banget gak balik-balik, ceritanya udah gak paham kayak apa. Aku cuman nonton filmnya Conan aja kak, Kak Endah pernah nonton DC Movie kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk udah aku bikin versi videonya tbh di YouTubeπŸ˜† kalau di podcast kayaknya nggak dalam waktu dekat ini soalnya udah ada beberapa episode lain yang aku schedule mba Reka. *niat*

      Wiiih HAHAHAHAHAHAHAH, bahas fiksi cuma seuprit kan ya di blog ini. πŸ™ˆ

      HAHAHAHAHAH TOS DULUπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† makin dilarang baca komik, makin diem-diem lah kita bacanya ya. πŸ˜‚

      Nah kan :((( mending segera ditamatin aja nggak sih huhu. Film Conan yang live action aku pernah nonton, mba Reka nontonnya yang animasi apa yang live action?

      DC Movie? Joker masuk nggak? Kalau masuk berarti pernah hahahaha. Maklumin aja ya anaknya nggak terlalu ngikutin super heroes movies. πŸ™ˆ

      Delete
  8. Wuaaa perjalanan panjang yang seru banget Mbak Endah 😍😍 Beberapa kita punya kesamaan kayak baca buku siksaan neraka, ampun itu gambarnya dulu horor banget nggak sih, lebih horor daripada Ghostbumps πŸ˜†πŸ˜† kalau aku mulai berlibur ku sendiri itu sejak SMP dengan izin uang jajan atau dari duit lebaran πŸ˜… salah satu buku yang aku beli pake duit sendiri itu dulu Harry Potter yang pertama. Salam potterhead mbaaa 😍😍

    Bacaan-bacaan aku ingat banget itu dulu (selain bacaan aku sendiri) kan setiap liburan kalau aku ke rumah nenek, disitu aku ketemu koleksi majalah intisari banyak banget dan Aku suka baca cerita-cerita di majalahnya yg buat aku yg masih SD berasa wow bgd πŸ˜†πŸ˜

    Btw, aku jd pengen jg deh bikin postingan kaya gini. Kayaknya seru (dan kayaknya bakal panjang jg pastinya) 🀣🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. NIGHMARE BANGET NGGAK SIH KOMIK SIKSA NERAKAπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ wehhh keren udah dari SMP jadi traveler, uang lebaranku dulu pas kecil habis buat beli jajan. πŸ˜† Yohoo salam Potterhead dari aku yang modal pinjem terus novel Harry Potter. πŸ™ˆ

      EH...kayaknya yang aku baca tuh bukan Trubus deh, tapi Intisari mba Thessa wkwkwkkwkw makasih udah ngingetin walaupun nggak sengaja. Iya kan ya, artikelnya banyak yang wow buat ukuran anak SD.

      BIKIN MBA THESSAAA BIKIN AYO CEPET! *nyuruh-nyuruh*

      Delete
  9. Endah keren banget belum TK udah bisa bacaaa πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Enak yaa punya temen/tetangga yang koleksi bukunya banyaak dan mau dipinjemin πŸ˜„ Aku jaman SMP sama temen-temen samaan koleksi komik jadi suka pinjem2an gitu, terus janjian kalau beli komik beda-beda biar bisa tukeran wkwkwk

    Dari orang2 yang aku kenal suka baca nonfiksi, kayaknya Endah doang yang condong ke sejarah.. Referensinya mantap bangeeett πŸ’–Kalau ke fiksi kayaknya Endah bisa ke buku-bukunya Leila S. Chudori atau Okky Madasari nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Kak Eya, thanks to my mom😁

      Mantap banget pokoknya Kaaak, alhamdulillah deh pokoknya pas kecil aku hidup di lingkungan yang punya bahan bacaan banyak dan mereka nggak pelit buat minjemin ke aku. Wkwkwkk Kak Eya sama temen-temennya win win solution, beli barengan biar bisa saling tuker. πŸ‘

      Wooo makasih Kak Eya rekomendasi penulis fiksi sejarahnya, bener kan ya beliau berdua itu nulis fiksi sejarah?

      Delete
  10. Mba Endahh.. sumpritt kerenn beud 😁.. udah bisa baca sebelum TK. bravoo.. bravoo πŸ‘πŸ‘πŸ‘.. kalau aku baru lancar baca kelas 2 sd.. haha πŸ˜„ anaknya emng agak telat dalam urusan belajar.

    Duhh jadi latah kepengen nulis topik ini juga.. hahaha *latah teroos bay.. wkwk 🀣

    Dan soal Buku Siksa Neraka. Ya ampunn, itu bagian masa aku tumbuh juga.. aseli bukunya horror. Hahah tapi kinda ketagihan.. ya meskipun skrang udah nggak mau lihat lagi. 🀭

    Baru setelah itu, susu yg sering aku beli sering dibungkus sama hadiah buku2 dongeng kisah si Kancil, legenda daerah.. Bapakku termasuk orang yg sering bacain cerita untuk anak2nya sebelum tidur.. jadi, sewaktu agak besar dan mulai suka komik. Alhamdulillah Bapakku ngizinin buat beli komik dengan catatan komiknya sesuai alias nggak mengandung unsur2 dewasa.. hahaha πŸ˜† kaya doraemon contohnya..

    Duh, jadi keinget sewaktu SMP pernah minta beliin buku ke Ibuku sewaktu belanja di toko buku. Buku yg aku pilih judulnya Rahasia Suami. Dan Ibuku ngizinin dong karena beliau nggehnya judul bukunya Rahasia Illahi.. wkwkw 🀣🀣🀣 pas smpe rumah.. Ibuku kagett.. terus bukunya disembunyiin.. smpe skrang nggak nemu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk makasih mas Bay, thanks to my mom😁 Enggak kok, kelas 2 SD itu emang masih cimit-cimit banget nggak sih, wajar baru lancar baca. *efek punya ponakan kecil jadi tau ukuran anak-anak*

      TULIS JUGA LAH MAS BAY BIAR NGGAK NANGGUNGπŸ’ͺ AYO!

      Betul sekali~~~ aku juga udah nggak mau baca lagi, serem hahahahah.

      Ah iya bener, buku bacaan hadiah dari susu. Lupa aku. Dulu emang cuma nonton dari hadiah VCD-nya sih, jadi nggak inget. πŸ˜… Wkwkwkwk emang kayaknya anak-anak itu nggak usan dilarang baca komik nggak sih, cukup diawasin aja biar bacanya sesuai usia dan nggak sembunyi-sembunyi. 😁

      HAHAHAHAHAHAHA YA ALLAH MAS BAAAAYYYYY KENAPA SIH SELALU ADA PUNCHLINE KOMENNYAπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ udah ayo buruan bikin tulisan yang kayak gini! πŸ˜‚

      Delete
  11. Tooos kita mba, aku termasuk yg umur 3 tahun udh bisa baca, berkat papa yg dari anak2nya bayi, udah dibacain buku Mulu πŸ˜„. Trus pas udh bisa ngomong, langsung dijejelin huruf sampe akhirnya bisa baca di usia 3. Papa juga sering bawain buku2 tiap abis bistrip dr LN. Naaah aku inget bangettttt itu buku2 bergambar dengan tokoh Jane and Peter. Gambar2nya baguuuus banget. Itu yg bikin aku tertarik untuk baca dulu. Tapi bedanya, kalo papaku justru ngizinin aku mau baca apapun, asal masih buku anak2 yaaa. Jadi komik termasuk yg boleh. Tapi anehnya, aku biasa aja Ama komik. Justru aku LBH suka novel yg penuh tulisan drpd gambar pas udh lancar baca. Makanya novel pertama yg aku baca itu lima sekawan yg versi Claude voilier , -Harta Karun Rockwell, judulnya.

    Tapi kalo skr, aku suka semua buku, walopun favorit tetep genre thriller :D. Sejarah asal ga rumit bahasanya, aku masih suka. Tapi kalo udh belibet banget, biasanya ga sampe abis hahahahah. Lebih suka ke museum kalo untuk tahu sejarah sih.

    Nah cuma nth kenapa yaaa, aku ga bisa ngejadiin anak2ku bisa baca pas usia 3. Mereka rata2 bisa baca usia 5 THN semua 🀣🀣. Gagaaaal aku kayak papa.

    Eh kenapa Yaa zaman dulu tiap punya buku harian, adaaaaa aja yg suka iseng bacain. Aku juga ngalamin, tp yg baca mama. Sebel banget. Aku bakar juga mba, udh telanjur kesel hahahaha. Makanya sempet malas nulis lagi, walopun memang cinta menulis pada dasarnya, trus balik, tp beli diary yg berkunci :p.

    Komik neraka??? Tentuuu bacaaa dooong wkwkwkwkkw. Trus langsung tobat nasuha , abis itu skr kumat lagi 🀣🀣. Sereem amat itu komik hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. GILS MBA FANNYYYYYπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ wih wih aku kayaknya pas umur 4 deh bisa bacanya berdasarkan cerita ibuk ya (masuk TK umur 5 dan cuma setahun wkwk). Ih keren dibawain dari buku dari luar negeri, terlatih berbahasa Inggris sejak dini juga tuh.

      Hahahaha gapapa mba Fanny, beda orang beda skill😁 kalau kata ibukku sih nggak usah dipaksa kalau anak kecil belum bisa baca. Takutnya nanti dia trauma belajar🀭

      YA KAAAAN HUH EMANG PEOPLE SUKA KEPO DIARY ORANG😩 kan rahasia ya, kecuali emang kita kasih lihat. Baru deh lihatin tuh sepuas-puasnya. Sama mba Fanny aku dulu juga punya diary bergembok, tapi udah kadung anyep, ogah mau nulis-nulis lagiπŸ˜‚

      HAHAHAHAHAHAH TOS! Ikonik banget komik Siksa Neraka pada masanya. Langsung bikin anak-anak pada zamannya tobatπŸ˜‚ makasih mba Fanny udah sharing ceritanya di sini😍

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.