July 27, 2021

Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia


Identitas Buku
Judul: Collapse
Penulis: Jared Diamond
Penerjemah: Damaning Tyas Wulandari Palar
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan: Kedua, Desember 2017
Jumlah halaman: xii + 734 hlm.
ISBN: 978-602-424-726-3


Blurp
Ratusan peradaban telah bangkit dan runtuh sepanjang sejarah manusia. Setelah membahasa bangkitnya peradaban dalam Guns, Germs & Steel, Jared Diamond melanjutkan dengan membahas keruntuhan berbagai peradaban masa lalu dan masa kini dalam Collapse

Continue Reading
8 comments
Share:

July 20, 2021

Bedil, Kuman dan Baja



Identitas Buku
Judul: Guns, Germs & Steel: Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia
Penulis: Jared Diamond
Penerjemah: Hendarto Setiadi, Damaring Tyas Wulandari Palar
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan: Keempat, April 2018
Jumlah halaman: xiv + 624 hlm.
ISBN: 978-602-424-138-4


Blurp
Pada 1970-an, ketika sedang berada di Papua untuk meneliti burung, Jared Diamond ditanyai oleh sahabatnya yang orang Papua: Mengapa orang kulit putih membuat banyak barang berharga, sementara orang Papua tidak? Pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan mengenai mengapa kemajuan peradaban di berbagai benua itu berbeda-beda. Guns, Germs & Steel, buku pemenang Hadiah Pulitzer 1998, adalah jawaban Jared Diamond bagi pertanyaan sahabatnya.

Mengapa sebagian bangsa di dunia bisa mencapai kemajuan teknologi dan peradaban, sehingga lantas menaklukan dan menjajah bangsa di bagian dunia lain? Apakah itu karena bangsa-bangsa itu hakikatnya lebih unggul daripada lainnya? Atau semua bangsa sama saja, dan yang membedakan adalah faktor lingkungan berupa tanah, iklim, flora-fauna, dan sejarah alam?

Guns, Germs & Steel mengajak kita melihat riwayat peradaban manusia pada masa tepat sebelum masa sejarah--mulai sekitar tahun 11000 SM--yang justru penting karena pada waktu itulah unsur-unsur pembentuk peradaban manusia seperti pertanian dan bahasa muncul. Dari situ kita diajak meninjau perkembangan di semua benua, dan mengetahui mengapa kemajuan peradaban manusia di berbagai tempat itu berbeda-beda.
 
*
 
Jared Diamond ialah Profesor Geografi di University of California, Los Angeles, dan penulis beberapa buku sains populer terkenal antara lain The Third Chimpanzee (1991), Why is Sex Fun (1997, diterbitkan KPG dengan judul Mengapa Seks itu Asyik, 2007) dan Collapse (2005). Karier Diamond bersifat lintas bidang ilmu: diawali sebagai ilmuwan fisiologi, lalu beralih menjadi ahli burung dan ekologi Papua, dan yang terbaru adalah sebagai pakar sejarah peradaban dalam kaitan dengan faktor lingkungan. 


Review
Waktu saya masih kecil dulu dan melihat negara Amerika Serikat dan Kanada banyakan orang kulit putihnya, saya nggak pernah terpikir kalau pendahulu mereka ternyata orang Eropa pendatang. Benua Amerika dulunya dihuni oleh suku asli yang tidak berkulit putih sebelum kedatangan orang-orang Eropa. Hal ini baru saya ketahui ketika sudah duduk di bangku SMP.

Tapi saya nggak pernah kepikiran mengapa yang melakukan penaklukan terhadap suku asli Amerika itu orang Eropa? Mengapa bukan sebaliknya? Setelah menemukan buku Guns, Germs & Steel ini saya baru sadar, oh iya ya kenapa begitu?

Menurut yang tertulis di buku ini, tiga perangkat faktor langsung yang menyebabkan orang-orang Eropa yang menyerbu Amerika memiliki keunggulan lebih besar, yaitu (1) pemukiman manusia telah bermula jauh lebih dulu di Erasia (Eropa-Asia); (2) produksi pangan Erasia lebih efektif, berkat melimpahnya tumbuhan dan terutama hewan liar yang bisa didomestikasi; serta (3) rintangan geografi dan ekologinya yang lebih ringan terhadap penyebaran dalam benua.

Orang-orang Erasia kebetulan mewarisi jauh lebih banyak spesies tumbuhan dan hewan yang bisa didomestikasi daripada orang-orang di benua-benua lain. Domestikasi tumbuhan dan hewan berarti lebih banyak makanan, sehingga populasi manusia menjadi jauh lebih padat. Penduduk daerah-daerah yang lebih dahulu menguasai produksi pangan menjadi lebih awal memulai perjalanan menuju bedil, kuman, dan baja.

Mengapa demikian?

Kelebihan pangan yang dihasilkan dan (di daerah tertentu) alat angkut berbasis hewan untuk mengangkut pangan tersebut merupakan prasyarat bagi berkembangnya masyarakat yang hidup menetap (tidak lagi sebagai pemburu-pengumpul yang berpindah-pindah), terpusat secara politik, memiliki strata sosial, dan bersifat kompleks dari segi ekonomi serta inovatif dari segi teknologi. Ketersediaan tanaman budidaya dan hewan ternak merupakan penjelasan mendasar mengapa kerajaan, kemampuan membaca dan menulis, dan senjata baja mula-mula muncul di Erasia, dan baru kemudian, atau tidak lama sekali, di benua-benua lain. Penggunaan kuda dan unta untuk kepentingan militer, dan daya bunuh kuman yang berasal dari hewan (perpindahan inang selama proses domestikasi dan pembentukan imunitas tubuh), melengkapi daftar kaitan utama antara produksi pangan dan penaklukan orang-orang Eropa terhadap penduduk asli Amerika.

Jadi, sejarah berbagai suku bangsa mengikuti alur yang berbeda-beda dikarenakan adanya perbedaan pada lingkungan berbagai suku bangsa itu, bukan karena adanya perbedaan biologis pada suku-suku bangsa itu sendiri. Terdapat orang-orang kreatif pada semua masyarakat manusia. Namun sebagian lingkungan memberikan lebih banyak bahan awal, dan kondisi-kondisi yang lebih menguntungkan untuk memanfaatkan ciptaan daripada lingkungan-lingkungan lain.

Buku ini awalnya terlihat mengintimidasi dengan ketebalan 600-an halaman dan sampulnya bertuliskan "Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia". Tapi ternyata buku ini nggak seberat yang saya kira, justru asik. Setiap bab di buku ini selalu diakhiri dengan kesimpulan dan pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran untuk membaca bab selanjutnya. Narasinya enak dibaca dan saya nggak mengalami kesulitan berarti dalam memahami apa yang dituliskan penulis di dalam buku ini.

Selain menjelaskan secara runut bagaimana persebaran manusia yang bermula dari Afrika sekitar 7 juta SM; proses domestikasi hewan dan tumbuhan serta penjabaran syarat domestikasi keduanya; evolusi kuman, tulisan, teknologi, pemerintahan dan agama, buku ini juga mengajak pembacanya untuk berkeliling dunia dalam lima bab (bagian-bagian lain dunia seperti Australia, Papua, Kepulauan Pasifik, Cina, dan Afrika dijelaskan di bab ini karena belum dibahas secara mendetail di bab-bab sebelumnya).  Pun masa depan sejarah manusia sebagai sains dan siapa sebenarnya bangsa Jepang dibahas di epilog buku ini.

Kutipan favorit saya dari buku Guns, Germs & Steel:
"Pendek kata, beberapa negara jauh lebih kaya daripada negara-negara lain. Alasannya banyak dan rumit. Jika Anda bersikeras harus ada jawaban sederhana untuk pertanyaan penting itu, maka Anda harus mencari suatu tempat lain di alam semesta untuk dihuni. Jangan tinggal di planet Bumi kita, di mana kehidupan benar-benar rumit." (hal. 597)


*

Continue Reading
10 comments
Share: