March 28, 2016

Blue dan Violet

B: Vi, gue pingin cerita sesuatu sama lo.

V: Cerita apa?

B: Tapi gue nggak yakin sih.

V: Yee lo gimana sik.

B: Hahahaha habisnya gue malu, tapi gue pingin cerita.

V: Yaudah cerita aja, tar jadi jerawat batu lho kalo disimpen sendiri.

B: ...

V: Blue?

B: Oke oke. Lo inget Jingga nggak?

V: ...??

B: Gebetan gue waktu SMP, Vi. Yang anaknya tetep temenan sama gue waktu tau gue suka sama dia, masa lupa sih??

V: Ooohhh...yang dia nggak ngejauhin lo waktu tau lo naksir dia padahal waktu itu lo masih item dan jelek?

B: Please.


V: HAHAHAHA becanda kali ah, ada apa sama Jingga?

B: Lo tau kan gue sama dia pisah sekolah waktu SMA?

V: Yup.

B: Lulus SMA, dia kuliah sambil kerja di luar kota. Terus waktu semester empat, Jingga tiba-tiba chat ngajak jadian, Vi.

V: Sumpah??

B: Iya.

V: Padahal lo berdua nggak pernah ketemu dan nggak pernah ngobrol lagi kan, kok dia tiba-tiba main ngajak jadian aja?? Tapi lo tolak kan?

B: Iya lah, gue bilang gue nggak mau LDR-an. Dan lo tau apa yang terjadi berikutnya? Dua bulan setelah itu dia punya pacar.

V: Wow.

B: Gue kaget waktu itu, cepet banget tu cowok pindah hati. Tapi akhirnya putus sih. Lamaaaaa...setelah itu dia chat gue lagi, kali ini di twitter.

V: Chat apaan??

B: Say hello aja, terus gue heboh seneng karena Jingga muncul lagi dan akhirnya gue minta nomor teleponnya soalnya yang dulu udah nggak aktif.

V: Oke, terus?

B: Gue sama dia ngobrol di jalur yang lebih privat. Dia ngakunya jomblo udah setahun dan nanya-nanya status hubungan gue. Jingga ngasih kode-kode kalo dia tertarik sama gue, tapi nggak gue anggap serius.

V: Kenapa? Lo ngerasa jadi pilihan kedua Jingga terus?

B: Betul! Nggak tau ya isi hati dia sebenarnya apa, cuma gue ngerasa aja kalo dia itu cowok yang nggak betah ngejomblo lama-lama. Mungkin, target cewek dia habis dan akhirnya lari kembali ke gue. Karena yah, mungkin, gue pernah suka sama dia kali ya. Jadi dia mikir, mungkin, gue masih suka sama dia sampai detik itu juga.

V: Lo masih suka sama dia waktu itu?

B: ...
V: Oke gue tau jawaban lo.

B: Hehehe...ya dia kan cakep, Vi.

V: Iye gue paham selera lo. Lanjutannya?

B: Gue nggak seriusin kode-kode dia karena gue ragu dia bener-bener suka gue juga, apa gue cuma buat mutus masa kejombloannya. Di saat gue udah sedikit yakin perasaan gue berbalas, giliran Jingga yang nggak nanggepin gue.

V: Lo kelamaan mikir sih.

B: Ya karena tingkah Jingga gitu tadi, Vi, makanya gue lama mikirnya.

V: Hmmm...iya juga sih. Terus?

B: Gue inget banget Jingga nggak nanggepin gue itu satu bulan setelah kita ngobrol. Lo tau sebabnya?

V: Apa?

B: Dia lagi deket sama cewek yang sekarang jadi tunangannya.

V: TUNANGAN???

B: Iya, minggu depan mereka nikah. Bayangin, Vi. Lo bakal kaya apa seandainya lo jadi gue?

V: Waduh kalo gue jadi lo nih, Jingga udah gue unfollow online offline dari kehidupan gue biar gue nggak kepikiran dan nggak nyesel terus-terusan. Ckckck. Lo diundang?

B: Iya gue diundang. Jingga ngundang lewat Katalk dan semacam undangan forward ke banyak orang gitu. Cuma gue baca doang, nggak gue bales, nggak gue kasih selamat juga. Menurut lo gue keterlaluan nggak sih?

V: Hmmm.....ya nggak sih. Ya wajar kalo lo kaya gitu, kan lo masih suka sama Jingga tapi Jingga cuma jadiin lo cadangan. Ya wajar kalo lo sakit hati.

B: ...

V: Biru, lo yang sabar ya. Gue ada temen nih, lo mau nggak gue kenalin ke dia? Namanya..........toska. Hahahaha.

B: Sialan!

March 21, 2016

Backpacking ke Surabaya

Patung Suro (ikan hiu) dan Boyo (buaya) di daerah Wonokromo
Makna patung buaya dan hiu yang jadi landmark kota Surabaya ternyata adalah gambaran keberanian masyarakat Surabaya pada masa lampau, yang berhasil mengalahkan pasuka perang dari negeri Tiongkok yang datang dengan kapal-kapal laut. Kemenangan tersebut direfleksikan dengan buaya yang sedang menggigit hiu. Buaya menggambarkan orang-orang Surabaya dan hiu menggambarkan pendatang dari Tiongkok (sumber: nurulnoe.com)

Dari aplikasi kamus English-English di ponsel saya:
Backpacking (n): low-cost, generally urban, travel with minimal luggage and frugal accomodation.

Bisa lah jalan-jalan saya ke Surabaya di hari Minggu awal Februari kemarin dimasukkan kategori backpacking. Hihihi. Tapi jangan dibandingin sama backpacking-nya backpacker yang jalan-jalan ke luar negeri atau ke tempat-tempat wisata dalam negeri yang bertemakan my trip my adventure lho ya, kebanting akunya. Backpacking ala-ala deh ya, ehehe. Berangkat dari Malang ke Surabaya naik kereta ekonomi, terus dari satu tujuan ke tujuan lain di Surabaya naik angkot.


Di Dalam Kereta
Kami bertiga nggak dapat tempat duduk, jadi berdiri di dekat pintu keluar-masuk kereta. Berdiri pulang-pergi total sekitar enam jam. Alhamdulillah masih muda dan bertenaga, capek banyak nggak masalah.


Hampir Mewek di Museum Sepuluh November
Turun di stasiun Surabaya Kota, kami bertiga jalan kaki menuju Monumen Tugu Pahlawan. First impression: Tugu Pahlawannya tinggi banget woy!
Monumen Tugu Pahlawan didirikan tanggal 10 November 1951 dan diresmikan setahun berikutnya oleh Presiden Soekarno. Monumen ini tingginya 41,15 meter dengan diameter atas 1,3 meter dan diameter bawah 3,1 meter. Hmmm...such a pretty number.




sumber

Me and Tugu Pahlawan :p

Patung Bung Karno dan Bung Hatta sewaktu membaca teks proklamasi siap menyambut siapa saja yang akan masuk ke lapangan Tugu Pahlawan. Di bawah patung tersebut ada plat warna emas berukirkan teks proklamasi.


Banyak tanaman dan pohon di sekeliling lapangan. Masing-masing pohon ditempeli nama umum dan nama ilmiahnya. Tempat duduk juga banyak tersedia. Terdapat patung-patung pahlawan pertempuran 10 November (beserta identitasnya) di area taman Tugu Pahlawan.

Museum Sepuluh November berada di belakang Tugu Pahlawan. Letaknya underground. Atap museum ini mengingatkan saya ke Museum Louvre di Paris, Perancis.


sumber

Koleksi museum ini di antaranya senjata arek-arek Suroboyo sewaktu bertempur dengan tentara Sekutu, alat-alat P3K, helm tentara, replika bambu runcing, senjata tentara Sekutu yang dirampas arek-arek Suroboyo, handycam dan tustel jaman dulu, diorama statis pidato Bung Tomo, sepeda onthel, foto-foto Surabaya jaman perang dulu, ilustrasi lukisan perang, serta uang jaman dulu. Pelajaran Sejarah SD-SMP-SMA banget pokoknya.


Senjata tentara Sekutu

Helm pejuang dan tas P3K

Replika bambu runcing

Tustel jaman dulu

Handycam jaman dulu

Sepeda onthel


Lukisan favorit saya di Museum Sepuluh November
Judulnya "Semangat Mengabdi, The Spirit of Patriotism"

Melihat koleksi-koleksi tersebut saya hampir mewek karena membayangkan betapa kerasnya perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan tanah air tercinta sampai rela mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Seketika jiwa nasionalisme berkobar. T_____T


Mengintip Isi Kapal Selam di Monumen Kapal Selam
Kami naik angkot N dari Tugu Pahlawan ke Monumen Kapal Selam (Monkasel) di Jl. Pemuda. Ada apa di Monkasel? Ada kapal selam di daratan.

Data-data KRI. Pasopati-410
Tahun pembuatan: 1952
Negara asal: Rusia
Jenis: SS Type Whiskey Class
Dinas di TNI-AL: 15 Desember 1962
Panjang keseluruhan: 76 meter
Lebar maksimum: 6,30 meter
Kecepatan maksimum di atas permukaan: 18,3 knot
Kecepatan maksimum di bawah permukaan: 13,5 knot
Kedudukan menyelam dalam maksimum: 250 meter
Tenaga utama penggerak: Diesel 2 X 2000 PK
Persenjataan: Torpedo Steem Gas (SG 53)

Surabaya kan panas udaranya nah di dalam kapal selam ini full AC, lumayan buat ngadem. Hehehe. Di dalam kapal selam itu ternyata sumpek ya, lorongnya sempit, tempat tidurnya kecil muat sebadan doang, pintu lingkaran untuk pindah-pindah ruangan juga gilak rendah banget. *ya itu badan lo aja yang nggak lentur nyet jadi lewatnya susah* Salut deh buat komandan dan jajarannya yang pernah menggunakan kapal selam ini.

Tempat tidur awak kapal

Pintu lingkaran

Tulisan keterangan bagian-bagian kapal selam banyak tersedia, kadang juga disertai keterangan yang rada panjang. Buat saya yang nggak ngerti soal mesin sih lewat aja udah, wkwk, males baca. Mungkin kalo dulu ada guide yang jelasin tentang bagian ini fungsinya ini, bagian itu fungsinya itu, dll dkk dsb, (mungkin) saya akan sedikit antusias berada di dalam kapal selamnya.


Penampilan mesin di salah satu sudut kapal selam


Sejenak Menikmati Taman Bungkul
Tujuan terakhir kami hari itu adalah Taman Bungkul di kawasan Darmo. Naik angkot V dari Monumen Kapal Selam, turun tepat di depan Taman Bungkul.

Saya penasaran banget sama Taman Bungkul karena (denger dari media) merupakan hasil nyata kepemimpinan Ibu Tri Risma Harini (walikota Surabaya) yang berhasil mengubah Surabaya menjadi lebih sejuk. Dan yeah memang sejuk tamannya, bersih dan tertata rapi. Menyenangkan!

Salah satu bunga anggrek di Taman Bungkul

Ada area lingkaran luas di tengah-tengah taman. Banyak anak-anak kecil nerbangin pesawat-pesawatan di dalamnya, ortunya nungguin di bangku di sekeliling area lingkaran itu. Terus banyak remaja-remaja latihan cover dance, salah satunya pake kaos bertuliskan SEHUN di bagian punggungnya.

Yang rada annoying, preman-premannya nggak sungkan godain cewek yang kelihatan duduk sendirian. Untungnya banyak polisi PP yang berjaga disana, jadi kekhawatiran ada tindakan kejahatan sedikit berkurang.

Pulangnya kami naik angkot plat V lagi dan turun di depan DTC (Darmo Trade Center). ADA YA TERNYATA ANGKOT YANG NURUNIN PENUMPANG DI DEPAN PINTU MALL. XD #aku #anak #kamffungan Masuk ke DTC untuk menuju stasiun Wonokromo di belakang mall-nya dan cus balik Malang. :D


Hal yang Kami Siapkan Sebelum Backpackeran
1. Temen jalan, saya nggak mau jalan-jalan sendirian ke tempat baru. Takut nyasar dan dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab. *cemen*
2. Browsing angkutan umum yang menuju ke setiap destinasi. Kalo mentok nggak ada di internet, nanya temen yang domisili disana atau yang pernah ke sana.
3. Stamina (udah kayak mau naik gunung)
4. Smartphone yang full charged. Saya sendiri kalo lagi jalan-jalan jarang banget mengaktifkan paket data internet, tujuannya nggak lain dan nggak bukan ya ngirit batre. Hahaha. Males bawa-bawa powerbank. *ya padahal nggak punya sih* *BELI DONG* *TAR AJA KALO EMANG BUTUH BANGET*
5. Barang-barang pribadi cem tisu, tisu basah, minyak angin, air mineral, dll (disesuaikan dengan masing-masing individu)
6. Uang tunai, naruhnya dipisah-pisah.


Rincian Biaya Backpackeran Kali Ini *ciyeee akhirnya ngomomgin budget*
Tiket kereta ekonomi Malang-Surabaya PP = Rp. 24.000
Tiket masuk Museum Sepuluh November = Rp. 5.000
Tiket masuk Monkasel = Rp. 10.000
Naik angkot N = Rp. 5.000
Naik angkot V yang pertama = Rp. 5.000
Naik angkot V yang kedua = Rp. 3.000
Makan (mi seduh dua cup, roti sisir sebungkus) = Rp. 20.000
Total = Rp. 62.000


Oiya satu lagi, kalo ternyata informasi angkot di internet nggak jelasin dimana dapat angkotnya, tanya ke polisi atau satpam terdekat. Saya pribadi nggak sreg kalo nanya ke sembarang orang yang saya ditemui di jalan semisal pedagang asongan, pemilik warung, atau tukang becak.

See you on my next post :DDD

XO

post signature

March 14, 2016

Suatu Sabtu di Wisata Agro Wonosari


Tiga kali berkunjung ke Wisata Agro Wonosari, hanya kunjungan terakhir yang berkesan. Kunjungan pertama dan kedua waktunya nggak tepat: liburan hari raya. Kebayang dong gimana ramenya.

Sabtu awal Februari kemarin saya dan teman saya menyempatkan diri ke Wisata Agro Wonosari. Berangkat pagi dan sampe sana sekitar pukul 08.00 WIB. HAHAHAHA. The earlier the better pokoknya kalo ke tempat wisata berbau alam-alam begitu. Tempat masih sepi dan cahaya matahari masih sangat bagus untuk foto-foto.

Karena kunjungan sebelumnya cuma berkutat di taman bermainnya aja, pagi itu bener-bener saya manfaatkan buat menjamah kebun tehnya. Tanaman teh yang diselingi beberapa pohon tinggi terhampar sejauh mata memandang. Hijau dimana-mana. Udaranya sejuk dan segar. Puas-puasin deh nyedot udara bersih. Kurang beruntung sih karena nggak ketemu sama ibu-ibu pemetik daun teh, but it's okay because I could camwhore myself as many as I want tanpa kuatir dikatain alay. XD Nggak ada orang cuy selain kami berdua~~~



Puas foto-foto di kebun teh, pindah main ayunan di taman bermain anak. Bodo amat dibilang masa kecil kurang bahagia. Udah bayar tiket masuk + nggak banyak orang = manfaatin wahana sebaik-baiknya. :D


Makin siang, pengunjung makin banyak. Kami berdua jalan-jalan menjelajahi taman rekreasi dan sekitarnya. Mengagumi taman indah di depan rumah dinas pegawai PTPN XII, melihat dari luar pabrik teh 'Rolas Tea', masuk minimarket tapi nggak beli apa-apa lol, keliling sebentar di tepi kolam renang, dan melihat-lihat satwa di mini zoo.

Taman hias di depan rumah dinas




Pabrik teh 'Rolas Tea'

Ngomong-ngomong soal satwa di mini zoo, saya kasian sama monyet ekor panjang disitu. Mungkin udah dikasih sarapan tapi dia masih laper ya, jadinya mungutin kayak semacam polong-polongan yang udah bercampur sama kotorannya. :( Atau mungkin monyetnya nggak doyan labu, karena ada sisa beberapa labu di belakangnya. Terus ada dua ekor landak, satunya sehat tapi satunya lagi kayak sakit gitu matanya bengkak. Semoga satwa di mini zoo lebih diberi perhatian lagi ya. :) Meanwhile satwa yang lain seperti burung kasuari, angsa, ayam, dan kelinci alhamdulillah sehat walafiat.

Beberapa wahana yang nggak tersedia di hari Sabtu itu adalah kereta keliling kebun, ATV, berkuda, dan sepeda angsa. Kayaknya wahana-wahana itu dibuka kalo pas musim liburan aja. Terus banyak toko asesoris yang tutup. But it was not a big deal for us. We really enjoyed that moment because all we need was a nice place without too many people around, hehe.

Sepeda angsanya terlantar :(

See you on my next post!

XO
post signature

March 7, 2016

Top 10 Blogging Tips by Diana Rikasari

sumber

Belakangan ini saya lagi ngefans banget sama Diana Rikasari, fashion blogger Indonesia yang terkenal dengan gaya berpakaian colorful-nya. Diana mulai ngeblog dari tahun 2007 (waktu dia masih kuliah) sampai sekarang.

Melalui salah satu video di Youtube Channelnya, Diana bagi-bagi tips how to survive di dunia blogging.

Ini tips-nya:

1. Write for yourself first
Pilih topik yang bener-bener dikuasai. Boleh satu topik, dua topik, tiga topik, dan seterusnya. Diana sendiri suka topik tentang fashion, family, dan lifestyle. Jadi dia menggabungkan ketiga topik itu ke dalam blognya.
Nggak peduli seberapa banyak topik yang dikuasai dan ditulis di blog, yang penting we love and enjoy reading our own blog. Nggak usah mikir terlalu keras dulu, nggak usah mikir pageviews dulu, nggak usah pingin tampil beda dulu. Just write what you really really really like.

2. Consistency
This is the ultimate key of blogging. Harus punya komitmen yang kuat untuk konsisten posting tulisan di blog karena pembaca ingin sesuatu yang baru dan rutin. Posting tulisan bisa setiap hari, seminggu dua kali, setiap minggu, atau terserah yang penting konsisten.


3. Don't push yourself too hard
Blogging is suppose to be fun! Nggak usah mikir topik yang serius terus-terusan sampe bikin stres.
sumber
Posting hal-hal ringan yang terjadi sehari-hari bisa jadi pilihan. Anggap aja blog adalah diaryDiana sendiri kalo lagi buntu, suka posting tentang quote yang lagi dia suka. Bahkan kadang dia posting "I don't know what to write" :))) Sesimpel itu :)))

4. Balance of text and photo
Make a post not too lengthy karena orang nggak punya cukup waktu dan nggak punya banyak waktu untuk baca postingan yang terlalu panjang. Postingan yang terlalu panjang plus nggak ada gambarnya bikin orang males baca. Baiknya diseimbangkan antara teks dengan foto. Isi postingan usahakan agar singkat dan jelas.
Pernah baca blog Diana? Pendek-pendek banget kan isinya. Tulisannya banyak yang bertipe "habis dibaca dalam sekali duduk". Bahkan ada postingan yang cuma judul sama foto OOTD-nya aja. :D
Ada sih satu blog yang panjaaaaaaaaaang banget isinya tapi saya nggak bosen bacanya karena penulisnya punya selera humor tinggi dan kaya akan kosakata. Blog kaoskakibau.com XDDD

5. Be true to your voice
Make your blog personal. Tulis sesuatu dari sudut pandang kita sendiri. Pembaca ingin tau opini kita terhadap suatu masalah. Meskipun opini kita berbeda dengan opini publik, be true to our voice. Tapi tetep ya nulisnya harus sopan dan bertanggung jawab biar nggak menimbulkan kontroversi.

6. Keep it short and concise
Menekankan kembali maksud poin nomor 4. Kalo memang pingin nulis postingan yang panjang dan nggak mau bikin pembaca blognya bosen, Diana nulis pake format bulleting. Dia ngasih highlight, bold, atau italic di kalimat-kalimat yang penting. Ini bertujuan supaya pembaca blognya nggak "tersesat" waktu membaca tulisannya.

7. Keep your layout simple
Biar laptop, komputer, tablet, ponsel, dkk-nya pembaca nggak lemot waktu buka blog kita.
sumber

8. Use interesting titles
PENTING BANGET UNTUK MENARIK PERHATIAN PEMBACA... ><

9. Gather ideas from audience
Kadang di kala nggak tau lagi harus berbuat apa di blog, daripada nanya terus ke diri sendiri tanpa ada jawabnya, don't be shy and don't hesitate to ask your readers about what should you do next.
Nggak dapet tanggapan? Cuek aja lol.

10. Make your blogpost worth referring
Buat pembaca terkesan dengan postingan kita, buat pembaca terinspirasi dari postingan kita, buat pembaca mendapatkan informasi setelah membaca blog kita.

Gampang ya tips-tipsnya.

Prakteknya?

Belum tentu, mehehehe. :p

Bisa kok! *inserted muscle emoji*

Pesan dari Diana Rikasari: Do not stop! Keep blogging!

See you on my next post!

XO

post signature