February 20, 2017

One Rainy Day at Jawa Timur Park 1 (Jatim Park 1)


Salah satu keuntungan berkunjung ke Jatim Park 1 di musim hujan yang berangin ini adalah nggak banyak pengunjung lain yang kesana. Kerugiannya jika hujan turun atau angin bertiup terlalu kencang, wahana-wahana ekstremnya ditutup.

Berbekal analisis untung-rugi tersebut, minggu lalu saya dan teman saya nekat rekreasi ke Jatim Park 1 dengan langsung menuju ke wahana-wahana ekstrem. Galeri budaya dan ilmu pengetahuan kami skip semua hahaha. Tujuan utama memang untuk teriak-teriak naik roller coaster, kami butuh refreshing setelah berminggu-minggu terpapar negative vibes di kampus.

Wahana pertama yang kami naiki adalah Star Chase. Kemudian Spinning Coaster, Flying Tornado (disini kami duduk bersebelahan dengan mamas cute yang ramah dan tidak sombong lol info penting), Pendulum 360, dan Superman Coaster. Superman Coaster kami naiki setelah hujan reda. Selama hujan yang cukup lama dan cukup deras itu kami berteduh di dalam Fish Park. Melihat-lihat koleksi ikan air tawar dan air laut.



Kami juga sempat masuk Rumah Pipa dan sukses keluar basah kuyup! Bukan karena hujan turun di tengah-tengah perjalanan, bukan. Kami basah kuyup karena memang disemprot air di Taman Buaya di dalam Rumah Pipa. Kampret tapi seru sih ngakak-ngakak menertawakan diri sendiri.

Puas main di Jatim Park 1, kami lanjut ke Museum Tubuh. Intinya perjalanan dari otak ke usus besar manusia.

Replika pembuluh darah dalam hati manusia. Banyak banget!!! MasyaAllah.....

Di masing-masing bagian, ada banyak keterangan tentang organ-organ yang bersangkutan. Biologi banget and I love it! Staf-stafnya siap membantu jika kita ada pertanyaan. Terus ada juga tes kesehatan gratis. Ada beberapa tawaran mau tes apa. Waktu itu saya pilih tes asam urat dan tes lemak. Kayaknya saya dulu lagi sedikit apes, mas-mas yang menangani tes lemak nggak ramah dan cenderung jutek.

Replika tengkorak manusia

Bagian yang membuat penasaran di dalam Museum Tubuh adalah Ruang Cadaver. Ruangan ini berisi anatomi tubuh manusia asli (kecuali bola matanya karena bola mata asli jika diawetkan akan menyusut) dan hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang berusia di atas 18 tahun.

Tubuh-tubuh yang ada di Ruang Cadaver diimpor dari Cina. Kenapa Indonesia nggak membuat cadaver sendiri? Menurut penjelasan mas staf yang baik hati disana, cadaver di Indonesia masih belum etis.

Kita nggak diperbolehkan memfoto objek yang ada di dalam Ruang Cadaver karena untuk menghormati almarhum dan almarhumah pemilik tubuh-tubuh yang ada di dalam. Beliau-beliau ini adalah orang-orang asal Cina yang mendedikasikan dirinya untuk ilmu pengetahuan. Identitasnya dirahasiakan.

Profil singkat Ibnu Sina di Wall of Fame Museum Tubuh

Quotes di dekat pintu keluar Museum Tubuh

Selesai tur di Museum Tubuh akhirnya saya dan teman saya pulang. Seharian banget disana hahaha. Nunggu hujan reda sih. But it was all worth it.

Pesan di pintu keluar Museum Tubuh

Kamu sudah pernah ke Jatim Park 1? Boleh share cerita di kolom komentar ya. See you!

February 8, 2017

Review Buku 'The Naked Traveler 7'


Identitas Buku
Judul: The Naked Traveler 7
Penulis: Trinity
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Jumlah halaman: x + 268 hlm
Cetakan: I, Juli 2016

Blurp
Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Trinity kali pertama menuliskan rekaman perjalanannya melalui blog naked-traveler.com. Siapa sangka perjalanan demi perjalanan ke hampir seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia, mengantarkannya pada 13 judul buku, termasuk buku ke-7 dari seri The Naked Traveler ini.

Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih, yang lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona India yang bersalju di Kashmir, berpesta 3 hari saat karnaval di Seychelles, camping bersama singa di Tanzania, mengikuti kapal ekspedisi penelitian bawah laut di Pulau Koon, mencoba aktivitas pemompa adrenalin di New Zealand, terbakar matahari setelah siklon di Fiji, hingga bertemu dinosaurus terbesar sedunia di Kanada.

Yasmin--partner traveling di #TNTrtw, kali ini turut berkontribusi menuliskan satu-satunya pengalaman yang tidak mungkin dimiliki Trinity: naik haji. Pengalaman #YasminNaikHaji menambah keseruan buku ini. Lewat kisahnya, selain menunaikan haji, Yasmin juga mengeksplorasi Mekah dan Madinah dengan cara berbeda.

Review
Cover buku The Naked Traveler 7 (TNT 7) ini terbilang sederhana, warna dasar biru dengan tulisan judul buku warna kuning serta garis-garis gambar gunung dan pantai warna putih. Kontras tapi simpel dan nggak bikin sakit mata. Perancang dan ilustrasi cover oleh Rony Setyawan.

Ilustrasi-ilustrasi di dalam buku sangat cantik. Berwarna, lucu-lucu, luv banget! Saya nggak begitu suka sama ilustrasi-ilustrasi di buku TNT 1-4, selain warnanya monoton juga bentuknya kurang lucu hehe. Ilustrasi di dalam buku TNT 7 oleh Upiet.
Foto-foto dokumentasi pribadi Trinity semua tercetak jernih, bagus-bagus, dan bikin mupeng pingin segera jalan-jalan juga. Huhuhu. Kualitas fotonya terbaiklah di buku ketujuh ini.

Semua negara yang dikunjungi Trinity (dan Yasmin) sudah ada di blurp, nggak usah saya tulis ulang ye. Gaya bahasa Trinity (dan Yasmin) tentu saja ringan, jujur, kocak, dan sarat informasi. Sudah jadi ciri khas. Hampir semua cerita menarik untuk dibaca. Favorit saya adalah cerita tentang sungai Gangga dan salju di India (mengungkap sisi keindahan negara tersebut); safari di Tanzania, Afrika (asli bikin iri!); pengalaman di Fiji pasca badai (saya tertarik dengan negara Fiji karena EXO pernah kesana hahaha, tetep K-Pop dibawa-bawa); jalan-jalan Trinity di Kanada (eh iya di buku ini ada tips pakaian liburan di musim dingin); dan serba-serbi pakaian jamaah haji dari seluruh penjuru dunia oleh Yasmin (fyi Yasmin naik haji di saat insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram dulu terjadi).

(Baca juga: [Books] My Opinion about The Naked Traveler 1 YEAR Round-the-World-Trip Part 1-2)

Quote
"Kita sesungguhnya cuma setitik debu alay di alam semesta. Maka, sangat mengherankan kalau ada orang petentengan sok merasa paling hebat. Situ oke?" -Yasmin (hlm. 72)

Rating
5❤ / 5❤