July 4, 2022

Jurassic World Dominion: Film Dinosaurus atau Belalang???


Pernah nggak kamu udah nurunin ekspektasi terhadap sesuatu tapi tetep kecewa pada akhirnya? Kalau pernah, kita sama.
 
Seusai nonton Jurassic World The Fallen Kingdom dulu, saya nggak puas dengan filmnya karena nggak sebagus film pertamanya, yaitu Jurassic World. Saya udah nggak mau berekspektasi tinggi lagi dengan film ketiganya sejak saat itu. Bener-bener merendahkan ekspektasi serendah mungkin, kalau bisa nggak usah berekspektasi sekalian. Ketika nonton trailer Jurassic World Dominion, sempat terbersit keinginan untuk berharap sedikit tinggi tapi untungnya nggak jadi. Kalau jadi sih mungkin saya akan misuhin diri sendiri.

Sebagai orang yang sudah nonton film Jurassic Park, Jurassic Park The Lost World, Jurassic Park III, Jurassic World (I watched this movie like zillion times lol), dan Jurassic The Fallen Kingdom, saya merasa Jurassic World Dominion ini kurang greget dari segi cerita. Bahkan saya udah lupa alur ceritanya gimana saking nggak berkesannya.
 
Saya hanya ingat beberapa adegan atau tokoh (baik manusia ataupun dinosaurus) yang membuat teringat ke trilogi Jurassic Park, seperti adegan meninggalnya Dr. Lewis Dodgson yang diserang oleh Dilophosaurus (sama dengan cara meninggalnya Nedry di Jurassic Park), adegan Dr. Ian Malcolm yang mengalihkan perhatian dinosaurus karnivora besar supaya menjauh dari teman-temannya, dan tokoh gemuk teman Franklin yang mengingatkan saya ke Nedry.

Sedikit nostalgia ke trilogi Jurassic Park. Jika dibandingkan dengan trilogi Jurassic World maka trilogi Jurassic Park ini kesannya lebih seram. Elemen teror dinosaurusnya lebih kental sehingga nontonnya lebih tegang. Kalau trilogi Jurassic World menurut saya dikemas lebih fun. Apalagi Jurassic World...ya Allah ini film betul-betul mewujudkan mimpi orang-orang yang ingin melihat visualisasi taman dinosaurus yang nggak bisa tergambarkan di trilogi Jurassic Park nggak sih.
 
Di Jurassic Park, tamannya tuh masih belum dibuka untuk umum. Hanya Dr. Alan Grant, Dr. Ellie Sattler, Dr. Ian Malcolm, dan cucu-cucu John Hammond saja yang berkunjung. Belum selesai menjelajah seluruh area, eh keburu diserang T-Rex. Boro-boro mau dibuka untuk umum. :)))
 
Jurassic Park The Lost World nggak jelas. Segala bawa-bawa dinosaurus ke kota, huhuhuhu. Persis Jurassic World The Fallen Kingdom. :(((
 
Sementara Jurassic Park III bener-bener terjun ke alam liar yang berisi dinosaurus herbivora dan karnivora tanpa perlindungan apa pun. Gapapa banget sih kalau film yang ketiga ini karena lebih bagus daripada film kedua. Latar tempatnya ada di Isla Sorna, bukan Isla Nublar seperti di film pertama.
 
Nah, begitu Jurassic World dibuat maka latar tempatnya kembali ke Isla Nublar. Taman dinosaurusnya bisa dibilang sukses lah ya karena sudah beroperasi cukup lama untuk dikunjungi oleh masyarakat umum. Sampai-sampai mereka mengembangkan dinosaurus baru dengan teknologi rekayasa genetika. Bener-bener ide yang nggak kepikiran di kepala saya. Nontonnya jadi terkagum-kagum. πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Saya sampai sekarang masih suka nonton ulang Jurassic World saking sukanya dengan jalan cerita, akting para pemain, dan...Zach Mitchell. Sampai hafal dialognya juga. πŸ˜‚
 
Teknologi rekayasa genetika masih diusung untuk film Jurassic World The Fallen Kingdom. Kalau di film ini nggak hanya untuk dinosaurus tapi juga manusia. Salah satu tokoh yang bernama Maisie Lockwood disebut sebagai hasil kloning dari anak Benjamin Lockwood (teman John Hammond). Proses kloning Maisie diungkap lebih banyak di film Jurassic World Dominion.
 
Maisie ini ceritanya sedang dicari-cari oleh orang-orang dari perusahaan Biosyn, yaitu perusahaan rekayasa genetika yang mempekerjakan Dr. Henry Wu. Tau kan ya siapa Dr. Wu ini. Dr. Wu memerlukan Maisie untuk melengkapi temuannya guna mengatasi wabah belalang raksasa. Sampai sini paham kan kenapa saya ngasih judul tulisan ini "Jurassic World Dominion: Film Dinosaurus atau Belalang???". :(

Belalang raksasa inilah yang menjadi titik temu antara generasi Jurassic Park, yaitu Dr. Alan Grant, Dr. Ellie Sattler, dan Dr. Ian Malcolm dengan Owen Grady, Claire Dearing, dan Maisie Lockwood dari generasi Jurassic World. Terlalu banyak menampilkan tokoh sentral sampai bingung jalan ceritanya mau dibawa ke mana. :( Dinosaurusnya di sini hanya terkesan seperti cameo. :(

Padahal ceritanya tuh manusia hidup berdampingan dengan dinosaurus kan. Saya bayanginnya udah gimana caranya survive dari dinosaurus. Apakah manusia modern ini kembali ke cara hidup pemburu pengumpul yang bersembunyi di gua-gua karena dunia dikuasai oleh dinosaurus besar pemakan daging? Ternyata ya enggak juga. Nggak ada adegan kota dihancurkan oleh T-Rex atau manusia yang diburu kawanan Raptor.

Yang ada malah tempat underground di mana manusia-manusia melakukan jual beli dinosaurus, judi adu dinosaurus, dan menjajakan jajanan dari daging dinosaurus yang dipanggang. Manusia udah nggak takut dinosaurus ceritanya.

Walaupun begitu banyak ketidakpuasan dalam menonton film yang dikatakan sebagai penutup franchise Jurassic ini, masih ada kok bagian-bagian yang menurut saya bagus, salah satunya visual filmnya. Gambarnya bagus banget. Adegan Mosasaurus yang mencaplok kapal pemburu ikan juga masih mencengangkan. Kemudian adegan Claire yang mengendap-endap menghindari Therizinosaurus itu cukup menegangkan. Tokoh baru bernama Kayla Watts juga menarik perhatian saya. Adegan waktu Kayla dan Owen berhadapan dengan Pyroraptor itu bikin deg-degan banget.

Jelang akhir dari film ini menampilkan T-Rex yang lagi-lagi menjadi pemenang pergelutan melawan musuhnya. Musuh T-Rex di film ketiga adalah Giganotosaurus, karnivora terbesar yang pernah hidup di bumi. T-Rex berhasil membunuhnya dengan bantuan Therizinosaurus (kukunya panjang bener!).
 
Nah, ending-nya sendiri menampilkan hewan-hewan mamalia modern yang berjalan bersebelahan dengan para dinosaurus. Begitu melihat adegan ini saya langsung inget dengan teori evolusi, hehehehe. Mungkin mamalia-mamalia tersebut dulunya bernenek moyang dinosaurus-dinosaurus itu.
 
Film Jurassic World Dominion ini durasinya panjang, sekitar dua setengah jam. Dengan durasi sepanjang itu dan jalan cerita yang bisa dibilang hambar, menurut saya pesan yang ingin disampaikan film ini hanya satu: hidup berdampingan dengan makhluk hidup selain manusia adalah keniscayaan dan kita harus bisa menjaga keseimbangan tersebut. Udah. Lainnya ya penonton disuguhi ending Dr. Alan Grant dan Dr. Ellie Sattler akhirnya menjadi pasangan lagi setelah terpisah karena Dr. Ellie Sattler menikah dengan pria lain. Owen Grady dan Claire juga akhirnya bisa rukun setelah berantem terus di Jurassic World dan Jurassic World The Fallen Kingdom.


*
 
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

8 comments:

  1. Aku nggak ngikutin film Jurassic, kecuali versi yang Jurassic Park karena sering muncul di TV. Tapi baca penjelasan kak Endah ini seru, malah bikin aku pingin rewatch dan ngikutin Jurassic World🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rewatch lah segera, Awl. Lalu bandingkan film-film setelah Jurassic World dengan Jurassic World itu sendiri. Beda apa nggak kalau menurut kamu. Aku kemarin nanya ke ponakan sama sodaraku gimana pendapat mereka ke Jurassic World Dominion, kata mereka nggak sejelek yang aku bilang. xD

      Delete
  2. Sebagai anggota tim yang nggak terlalu ngikutin Jurassic dan hanya bermodalkan Bioskop Trans untuk menonton, aku salut dengan Kak Endah yang ngikutin + nonton berkali-kali film-film Jurassic ini!! Mau tepuk tangan dulu, boleh nggak? 🀣

    Aku bahkan nggak terlalu ingat film Jurassic-nya Chris Patt ada 1 atau 2(?) tapi seingatku ada nonton di bioskop salah satunyaa. Banyak yang bilang film terakhir ini sangat kurang bagus πŸ₯² aku sampai nggak terlalu tertarik untuk nonton di bioskop wk. Mungkin nanti aku akan nonton di aplikasi streaming aja 🀣. Eh, tapiii aku ngebayangin adegan akhirnya kok lucu yaa? Tyrex jalan berdampingan dengan ayam di otakku, lucu jadinya 🀣 *ngarang sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleeeh Liii boleh, hahahahahah. xD

      Ada 2, Pratt jadi tokoh utama di Jurassic World pertama, kedua, dan ketiga. Buanyak banget Li yang ngereview dan merasa nggak puas dengan film ketiga ini wkwkwkwk. Iya mending nonton dari aplikasi streaming aja nanti kalau tersedia. Yang Jurassic lainnya ada di Disney plus.

      Hahahahaha T-rex-nya sama singa kalau di film ini bukan sama ayam. xD Lagian kalau sebelahan sama ayam, AYAMNYA KECIL BANGET LIII. xD

      Delete
  3. Whoa ditonton berulang kali kak apa nggak kebawa mimpi? Aku belum nonton yang ini, tapi yang sebelum-sebelumnya selalu nonton di bioskop. Lebih seru saja soalnya. Tapi memang ya kalau kita suka banget pada satu seri ekspektasinya kadang gede karena excited.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya belum sampai mimpi main-main ke Jurassic World, huhuhu. Iya kalau di bisokop pas adegan kejar-kejaran sama dinosaurus pasti lebih seru. Makanya ituuu, waktu habis nonton film pertama aku punya antusiasme yang tinggi ke film kedua. Eh, agak kecewa. Jadi di film ketiga ini aku nurunin ekspektasi biar tidak terulang kembali kekecewaannya...tapi ternyata sama aja. :)))

      Delete
  4. aku suka tontonan film jurasic park, cuman yang terakhir yang aku ga tau dan gak apdet juga.
    Nonton ini dijamin seru, deg-degan juga. Aku kalau nonton suka nge-halu juga soalnya, seandainya sampe sekarang manusia berdampingan dengan si dino, kayak apa ya akhir ceritanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang Jurassic Park III kah maksud mba Ainun? Itu tegang banget nontonnnya ya ampun. T___T

      Hahahaha ngehalunya sampai gimana caranya tidur nyenyak tanpa diserang kawanan raptor nggak? :p

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.