July 14, 2020

Review Buku 'TraveLove': Dari Ransel Turun ke Hati


Identitas Buku:
Judul buku: TraveLove
Penulis: Andrei Budiman, Ariyanto, Claudia Kaunang, Lalu Abdul Fatah, Rei Nina, Rini Raharjanti, Salman Faridi, Sari Musdar, Trinity
Penerbit: B First
Cetakan: Pertama, April 2012
Jumlah halaman: vi + 158 hlm.
ISBN: 978-602-8864-56-5

Blurp:
Ternyata, traveler tangguh pun bisa tunduk pada cinta. Trinity misalnya, terpaksa menemani orang yang dicintainya ke Bromo, padahal malas setengah mati. Claudia Kaunang, Andrei Budiman, Rini Raharjanti, Sari Musdar, dkk. pun pernah tunduk pada cinta, dengan kisah berbeda-beda.

July 11, 2020

Film-film yang Ditonton di Era #NewNormal


Halooo! Apa kabar? Semoga hari Sabtu ini menyenangkan.

I'm back with another tulisan tentang film-film apa saja yang sudah saya tonton di masa "kebiasaan baru" ini. Kalau dua tulisan tentang film sebelumnya masih di era #DiRumahAja kali ini sudah era #NewNormal. Era yang terlalu dipaksakan mengingat kasus Covid-19 di tanah air masih terus bertambah dan diberitakan bahkan belum mencapai puncak tapi pemerintah sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan tekanan ekonomi negara sehingga yasudah new normal saja. :)

July 2, 2020

Hidup Berkacamata


Tulisan ini terinspirasi dari postingan Jane from the Blog yang berjudul "Kacamata dan Kepercayaan Diri". Setelah membaca, saya jadi pingin juga membuat tulisan yang serupa. Pingin menuliskan (((sejarah))) dari kapan saya pakai kacamata, kenapa, sudah berapa kali ganti kacamata, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu.

June 7, 2020

Film-film yang Ditonton Ketika #DiRumahAja (Bagian 2)


Tepat dua bulan yang lalu, saya nulis review singkat tiga film yang saya tonton ketika di rumah aja. Hari ini saya mau nulis lagi tentang topik itu. Bedanya dengan bagian satu, bagian dua ini film yang saya tonton lebih banyak. Lebih dari tiga. Urutan nulisnya sesuai dengan urutan nonton. Selamat membaca!

Review Buku 'The Geography of Bliss'


Identitas Buku
Judul: The Geography of Bliss
Penulis: Eric Weiner
Penerjemah: M. Rudi Atmoko
Penerbit: Qanita
Jml. halaman: 572 hlm.
ISBN: 978-602-402-150-4
Cetakan: I, Juli 2019 (Edisi Keempat)


Blurp
"Tulisan yang menyentuh ... mendalam ... buku yang hebat!" -National Geographic

"Selalu ada pencerahan di setiap halaman buku ini." -Los Angeles Time

The Geography of Bliss membawa pembaca melanglang-buana ke berbagai negara, dari Belanda, Swiss, Bhutan, hingga Qatar, Islandia, India, dan Amerika ... untuk mencari kebahagiaan.

May 21, 2020

Review Buku: 'The Geography of Genius'


Identitas Buku
Judul: The Geography of Genius
Penulis: Eric Weiner
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penerbit: Qanita
Jumlah halaman: 576 hlm.
ISBN: 978-602-402-024-8
Cetakan: II, Desember 2016

May 20, 2020

Review Buku 'The Origin of Species' (Membacanya Bisa Membuat Jadi Ateis?)


Identitas Buku
Judul buku: The Origin of Species (Asal Usul Makhluk Hidup)
Penulis: Charles Darwin
Penyunting: Hasnul Arifin
Penerbit: Penerbit NARASI
Jumlah halaman: xii + 596 hlm.
ISBN (10): 979-168-527-4
ISBN (13): 978-979-168-527-6
Cetakan: I, 2017

April 30, 2020

Review Buku '1001 Masjid di 5 Benua'



Identitas Buku
Judul: 1001 Masjid di 5 Benua
Penulis: Taufik Uieks
Penerbit: Penerbit Mizan
Cetakan: I, Oktober 2016
Jumlah halaman: 260 hlm.
ISBN: 978-979-433-971-8

April 7, 2020

Film-film yang Ditonton Ketika #DiRumahAja


Sudah hampir tiga minggu saya menjalani WFH alias work from home. Enak juga ngerjain kerjaan kantor di rumah sambil disambi ngerjain hal lain seperti cuci baju, berjemur matahari, lihatin kebun, membaca buku, atau menonton film. Kegiatan yang terakhir jarang saya lakukan sih karena lagi ngebut baca buku yang udah numpuk entah dari sejak kapan hehe. Selama periode #DiRumahAja sampai tulisan ini terbit, saya hanya nonton tiga film. Reviewnya sebagai berikut.

April 4, 2020

Review Buku 'The Seven Good Years'


Identitas Buku:

Judul buku: The Seven Good Years
Penulis: Etgar Keret
Penerjemah: Ade Kumalasari
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: I, Juni 2016
Jumlah halaman: x + 198 hlm.
ISBN: 978-602-291-200-2

Blurp:
Bagi Etgar Keret, hidup di daerah konflik tidak melulu tentang penderitaan. Lewat cara pandangnya yang unik dan jenaka, Keret selalu optimis bahwa segalanya akan baik-baik saja.