September 14, 2021

Curhatan Penonton Paralimpiade Tokyo 2020


Setelah lebih dari sebulan lalu menulis tentang Olimpiade Tokyo 2020, sekarang giliran menulis tentang Paralimpiade Tokyo 2020. Inti tulisannya tetap sama, yaitu curhat. 😂 Terima kasih kepada Saudara Rivai atas ide judul di kolom komentar postingan tentang Olimpiade, kepake nih sekarang di postingan ini. 😝

Continue Reading
6 comments
Share:

August 31, 2021

Buku dan Film tentang Generasi 90an


Generasi 90an itu siapa aja? Karena ini konteksnya adalah membahas buku GENERASI 90AN karya Marchella FP, maka yang dimaksud dengan generasi 90an adalah kita-kita yang tumbuh kembang di Indonesia di era 90an. Khususnya yang di tahun 90an (1990-1999) masih duduk di bangku sekolah (SD, SMP, SMA). Kalau dilihat dari hasil survei kuesioner penulis sih, yang ngisi adalah mereka-mereka yang kelahiran 1983-1995. 

Continue Reading
16 comments
Share:

August 17, 2021

SEJARAH REMPAH: Dari Erotisme sampai Imperialisme


Identitas Buku
Judul buku: Sejarah Rempah: Dari Erotisme sampai Imperialisme
Penulis: Jack Turner
Penerjemah: Julia Absari
Penerbit: Komunitas Bambu
Cetakan: Kedua, Agustus 2019
Jumlah halaman: xxxii + 416 hlm.
ISBN: 978-623-7357-01-8


Blurp
Rempah-rempah memiliki sejarah panjang dan fantastis. Jack Turner mencoba menuliskan rekam jejaknya dan melalui gaya narasi sastra yang jenaka, ia berhasil menyajikan suatu kisah yang luas dan sangat informatif. Turner mengangkat rentetan kesalahpahaman ikhwal rempah-rempah yang terjadi di masa lalu dan menceritakan berbagai peristiwa secara detail serta kronologis yang terkait dengan pencarian dan penggunaannya.

Continue Reading
8 comments
Share:

August 10, 2021

Jurnal Penonton Olimpiade Tokyo 2020


Seingat saya, pertandingan Olimpiade pertama yang saya tonton adalah Olimpiade Sydney tahun 2000. Waktu itu atlet badminton Hendrawan berhasil mencapai final dan mendapat medali perak. 

Selain cabang olahraga (cabor) bulutangkis, sepertinya saya juga nonton angkat besi dan menyaksikan perjuangan Lisa Rumbewas. Tapi saya nggak yakin dengan ingatan tentang angkat besi ini. Kabur-kabur dengan ingatan tentang Asian Games 2002 di Busan. 

Continue Reading
18 comments
Share:

August 3, 2021

Movies that I Watched at Home


Seperti yang sudah jelas tertulis di judulnya, hari ini mau bahas film-film yang berhasil saya tonton sampai selesai di rumah. Urutan judul filmnya sesuai dengan urutan nonton. Nontonnya nggak dalam sekali duduk atau ngebut seminggu, tapi dicicil dari awal tahun hehehe.

Continue Reading
20 comments
Share:

July 27, 2021

Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia


Identitas Buku
Judul: Collapse
Penulis: Jared Diamond
Penerjemah: Damaning Tyas Wulandari Palar
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan: Kedua, Desember 2017
Jumlah halaman: xii + 734 hlm.
ISBN: 978-602-424-726-3


Blurp
Ratusan peradaban telah bangkit dan runtuh sepanjang sejarah manusia. Setelah membahasa bangkitnya peradaban dalam Guns, Germs & Steel, Jared Diamond melanjutkan dengan membahas keruntuhan berbagai peradaban masa lalu dan masa kini dalam Collapse

Continue Reading
8 comments
Share:

July 20, 2021

Bedil, Kuman dan Baja



Identitas Buku
Judul: Guns, Germs & Steel: Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia
Penulis: Jared Diamond
Penerjemah: Hendarto Setiadi, Damaring Tyas Wulandari Palar
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan: Keempat, April 2018
Jumlah halaman: xiv + 624 hlm.
ISBN: 978-602-424-138-4


Blurp
Pada 1970-an, ketika sedang berada di Papua untuk meneliti burung, Jared Diamond ditanyai oleh sahabatnya yang orang Papua: Mengapa orang kulit putih membuat banyak barang berharga, sementara orang Papua tidak? Pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan mengenai mengapa kemajuan peradaban di berbagai benua itu berbeda-beda. Guns, Germs & Steel, buku pemenang Hadiah Pulitzer 1998, adalah jawaban Jared Diamond bagi pertanyaan sahabatnya.

Mengapa sebagian bangsa di dunia bisa mencapai kemajuan teknologi dan peradaban, sehingga lantas menaklukan dan menjajah bangsa di bagian dunia lain? Apakah itu karena bangsa-bangsa itu hakikatnya lebih unggul daripada lainnya? Atau semua bangsa sama saja, dan yang membedakan adalah faktor lingkungan berupa tanah, iklim, flora-fauna, dan sejarah alam?

Guns, Germs & Steel mengajak kita melihat riwayat peradaban manusia pada masa tepat sebelum masa sejarah--mulai sekitar tahun 11000 SM--yang justru penting karena pada waktu itulah unsur-unsur pembentuk peradaban manusia seperti pertanian dan bahasa muncul. Dari situ kita diajak meninjau perkembangan di semua benua, dan mengetahui mengapa kemajuan peradaban manusia di berbagai tempat itu berbeda-beda.
 
*
 
Jared Diamond ialah Profesor Geografi di University of California, Los Angeles, dan penulis beberapa buku sains populer terkenal antara lain The Third Chimpanzee (1991), Why is Sex Fun (1997, diterbitkan KPG dengan judul Mengapa Seks itu Asyik, 2007) dan Collapse (2005). Karier Diamond bersifat lintas bidang ilmu: diawali sebagai ilmuwan fisiologi, lalu beralih menjadi ahli burung dan ekologi Papua, dan yang terbaru adalah sebagai pakar sejarah peradaban dalam kaitan dengan faktor lingkungan. 


Review
Waktu saya masih kecil dulu dan melihat negara Amerika Serikat dan Kanada banyakan orang kulit putihnya, saya nggak pernah terpikir kalau pendahulu mereka ternyata orang Eropa pendatang. Benua Amerika dulunya dihuni oleh suku asli yang tidak berkulit putih sebelum kedatangan orang-orang Eropa. Hal ini baru saya ketahui ketika sudah duduk di bangku SMP.

Tapi saya nggak pernah kepikiran mengapa yang melakukan penaklukan terhadap suku asli Amerika itu orang Eropa? Mengapa bukan sebaliknya? Setelah menemukan buku Guns, Germs & Steel ini saya baru sadar, oh iya ya kenapa begitu?

Menurut yang tertulis di buku ini, tiga perangkat faktor langsung yang menyebabkan orang-orang Eropa yang menyerbu Amerika memiliki keunggulan lebih besar, yaitu (1) pemukiman manusia telah bermula jauh lebih dulu di Erasia (Eropa-Asia); (2) produksi pangan Erasia lebih efektif, berkat melimpahnya tumbuhan dan terutama hewan liar yang bisa didomestikasi; serta (3) rintangan geografi dan ekologinya yang lebih ringan terhadap penyebaran dalam benua.

Orang-orang Erasia kebetulan mewarisi jauh lebih banyak spesies tumbuhan dan hewan yang bisa didomestikasi daripada orang-orang di benua-benua lain. Domestikasi tumbuhan dan hewan berarti lebih banyak makanan, sehingga populasi manusia menjadi jauh lebih padat. Penduduk daerah-daerah yang lebih dahulu menguasai produksi pangan menjadi lebih awal memulai perjalanan menuju bedil, kuman, dan baja.

Mengapa demikian?

Kelebihan pangan yang dihasilkan dan (di daerah tertentu) alat angkut berbasis hewan untuk mengangkut pangan tersebut merupakan prasyarat bagi berkembangnya masyarakat yang hidup menetap (tidak lagi sebagai pemburu-pengumpul yang berpindah-pindah), terpusat secara politik, memiliki strata sosial, dan bersifat kompleks dari segi ekonomi serta inovatif dari segi teknologi. Ketersediaan tanaman budidaya dan hewan ternak merupakan penjelasan mendasar mengapa kerajaan, kemampuan membaca dan menulis, dan senjata baja mula-mula muncul di Erasia, dan baru kemudian, atau tidak lama sekali, di benua-benua lain. Penggunaan kuda dan unta untuk kepentingan militer, dan daya bunuh kuman yang berasal dari hewan (perpindahan inang selama proses domestikasi dan pembentukan imunitas tubuh), melengkapi daftar kaitan utama antara produksi pangan dan penaklukan orang-orang Eropa terhadap penduduk asli Amerika.

Jadi, sejarah berbagai suku bangsa mengikuti alur yang berbeda-beda dikarenakan adanya perbedaan pada lingkungan berbagai suku bangsa itu, bukan karena adanya perbedaan biologis pada suku-suku bangsa itu sendiri. Terdapat orang-orang kreatif pada semua masyarakat manusia. Namun sebagian lingkungan memberikan lebih banyak bahan awal, dan kondisi-kondisi yang lebih menguntungkan untuk memanfaatkan ciptaan daripada lingkungan-lingkungan lain.

Buku ini awalnya terlihat mengintimidasi dengan ketebalan 600-an halaman dan sampulnya bertuliskan "Rangkuman Riwayat Masyarakat Manusia". Tapi ternyata buku ini nggak seberat yang saya kira, justru asik. Setiap bab di buku ini selalu diakhiri dengan kesimpulan dan pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran untuk membaca bab selanjutnya. Narasinya enak dibaca dan saya nggak mengalami kesulitan berarti dalam memahami apa yang dituliskan penulis di dalam buku ini.

Selain menjelaskan secara runut bagaimana persebaran manusia yang bermula dari Afrika sekitar 7 juta SM; proses domestikasi hewan dan tumbuhan serta penjabaran syarat domestikasi keduanya; evolusi kuman, tulisan, teknologi, pemerintahan dan agama, buku ini juga mengajak pembacanya untuk berkeliling dunia dalam lima bab (bagian-bagian lain dunia seperti Australia, Papua, Kepulauan Pasifik, Cina, dan Afrika dijelaskan di bab ini karena belum dibahas secara mendetail di bab-bab sebelumnya).  Pun masa depan sejarah manusia sebagai sains dan siapa sebenarnya bangsa Jepang dibahas di epilog buku ini.

Kutipan favorit saya dari buku Guns, Germs & Steel:
"Pendek kata, beberapa negara jauh lebih kaya daripada negara-negara lain. Alasannya banyak dan rumit. Jika Anda bersikeras harus ada jawaban sederhana untuk pertanyaan penting itu, maka Anda harus mencari suatu tempat lain di alam semesta untuk dihuni. Jangan tinggal di planet Bumi kita, di mana kehidupan benar-benar rumit." (hal. 597)


*

Continue Reading
10 comments
Share:

June 22, 2021

Talking about CRUELLA

 
Sebelum membahas tentang filmnya, mau cerita dulu tentang apa yang terjadi di dalam studio waktu nonton film CRUELLA ini. Jadi di suatu siang di hari Sabtu dua minggu yang lalu, saya ada di dalam studio 3 sebuah bioskop. Duduknya sengaja banget milih kursi D6 karena seumur-umur belum pernah duduk di kursi D di bioskop itu. Alasan milih angka 6, selain karena memang kursi itu tersedia dan bukan kursi yang dikosongin buat jaga jarak, adalah karena pengucapannya mirip dengan band DAY6 HAHAHAHAHAHAH MAKSA BANGET PLIS DESIK. 😂😭 

Continue Reading
28 comments
Share:

June 17, 2021

ADA ALIEN DI LUAR ANGKASA?


Identitas Buku
Judul Buku: ADA ALIEN DI LUAR ANGKASA?
Penyusun: TIM KOK BISA
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 978-623-00-2434-4
Jumlah Halaman: 96 hlm.


Blurb
Buku ini akan menjawab pertanyaan paling besar yang ada di benak kita: Apakah kita hanya sendirian di luasnya alam semesta? Lewat buku ini, kita akan menjelajahi tanda-tanda kehidupan di luar Bumi, sampai usaha-usaha manusia untuk menemukannya. Mari kita mulai perjalanannya.

  • Berisi fakta-fakta menakjubkan tentang alam semesta
  • Dilengkapi dengan ilustrasi unik
  • Dibuat oleh tim yang berada di balik media edukasi terbesar se-Indonesia, Kok Bisa

Continue Reading
14 comments
Share:

June 8, 2021

My Opinion about A Quiet Place Part II


This post may contains spoilers but not 100%. 

Akhirnya rilis juga sekuel kedua A Quiet Place setelah tahun lalu tertunda. Film ini termasuk film yang saya nanti-nantikan penayangannya. 

Continue Reading
16 comments
Share: