September 22, 2022

#JanexLiaRC: Babah Alun Naik Haji


Buku berjudul Babah Alun Naik Haji adalah buku non-fiksi yang berupa autobiografi perjalanan ibadah haji dari seorang muslim peranakan bernama H.M. Jusuf Hamka. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Versi yang ada di iPusnas adalah Edisi Digital, 2020, dengan ketebalan vii + 136 hlm.

BLURP
Babah Alun Naik Haji mengisahkan perjalanan H.M. Jusuf Hamka menjalankan ibadah haji untuk pertama kalinya sebagai mualaf. Pengalamannya menggambarkan bagaimana haji dan umrah dilaksanakan pada 1984, dengan beragam tantangan yang berbeda dibandingkan masa kini.

Simak bagaimana menakjubkannya perjalanan rohani Babah Alun di Tanah Suci, menggugahnya perjalanan ziarah ke berbagai situs peninggalan Rasulullah saw. di Madinah, khidmatnya wukuf di Arafah, hingga khusyuknya rangkaian ibadah haji dan umrah yang diwarnai berbagai kejadian tak terduga yang kadang menggelikan.


REVIEW
Awalnya saya mengira buku yang jumlah halamannya tidak sampai 200-an ini adalah bacaan ringan, tapi ternyata padat juga isinya. 😁 Buku Babah Alun Naik Haji terdiri dari sepuluh bab. Kisah perjalanan yang ada dituliskan lengkap mulai dari persiapan keberangkatan sampai dengan selesai melaksanakan ibadah haji. Lalu ada galeri foto yang menampilkan dokumentasi Babah Alun ketika malam syukuran sebelum berangkat ke tanah suci, ketika di tanah suci, dan ketika mengunjungi Masjid Niujie di Beijing.

Selain berhaji, ketika berada di Arab Saudi Babah Alun menyempatkan diri untuk berziarah ke beberapa tempat bersejarah di Madinah dan Mekah. Ketika di Madinah, Babah Alun pergi ke Masjid Nabawi dan Jabal Uhud (bukit tempat berlangsungnya Perang Uhud pada masa lalu). Sementara ketika di Mekah, Babah Alun mengunjungi beberapa masjid bersejarah seperti Masjid Quba, Masjid Jumat, Masjid Khamsah, Masjid Qiblatain, Masjid Ghamamah, dan Masjid Dira'. Tiap objek ziarah yang beliau kunjungi selalu disertai dengan penjelasan singkat.

Banyak benda-benda atau tempat-tempat peninggalan sejarah di sana yang tidak dipugar. Hal ini karena pengaruh besar dari paham Wahabi yang dianut sejak awal abad ke-17 di Arab Saudi yang asal usulnya merupakan usaha membersihkan ajaran Islam dari segala bentuk kemusyrikan.
 
Kok tiba-tiba tahu ada sosok muslim bernama H.M. Jusuf Hamka?
 
Ceritanya, di bulan Mei kemarin ada sebuah video di channel Youtube Helmy Yahya yang thumbnail-nya menarik perhatian saya. Di thumbnail tersebut tertulis "Real Sultan yang Enggak Pamer-pamer!". Pas banget timing-nya karena pada waktu itu sedang ramai-ramainya kasus influencer penipu yang gemar flexing. Saya tonton lah videonya dan akhirnya berlanjut dengan mencari semua wawancara Babah Alun di Youtube, hehehe.
 
Sebelum masuk Islam, beliau bernama Alun Josef. Nama Hamka yang menjadi nama belakang Babah Alun adalah pemberian dari Buya Hamka, bapak ideologis beliau.

Babah Alun adalah seorang pengusaha jalan tol. Walaupun begitu, beliau selalu tampil sederhana dan malah tidak merasa kaya. Babah Alun kerap membeli makanan di warteg atau pedagang kaki lima dan memberikan review makanan itu di akun instagram pribadi. Membantu orang kecil lah istilahnya karena di masa kecil, beliau akrab dengan para tukang parkir dan pedagang asongan.

Dikaruniai rezeki yang berlimpah, Babah Alun gemar bersedekah. Beliau mendirikan warung nasi kuning Podjok Halal yang menjual nasi kuning plus lauk seharga tiga ribu rupiah untuk kaum duafa dan warga yang tidak mampu. Nasi kuning di warung Podjok Halal didapat dari penjual-penjual nasi kuning di sekitar lokasi warung tersebut.
 
Jadi, Babah Alun istilahnya kulakan nasi kuning seharga sepuluh ribu rupiah dan menjualnya tiga ribu rupiah supaya orang-orang yang tidak mampu membeli makanan seharga sepuluh ribu rupiah dapat menikmati makanan tersebut. Selain itu, orang-orang yang uangnya tidak terlalu banyak juga bisa bersedekah dengan membeli nasi kuning tiga ribu rupiah dan memberikannya kepada orang yang kurang mampu.

Kenapa nggak memproduksi sendiri saja nasi kuningnya? Pertanyaan ini pernah dijawab oleh Babah Alun kurang lebih seperti ini: kalau saya bikin sendiri dan menjualnya tiga ribu perak, saya jadinya matiin usaha orang lain yang jual nasi kuning seharga sepuluh ribu. Babah Alun tidak mau seperti itu. Prinsip beliau dalam menjalankan usaha adalah menjaga hubungan baik, berteman dengan tulus, dan memegang komitmen.

Banyak sekali pelajaran-pelajaran hidup yang saya dapatkan ketika mendengarkan wawancara beliau, entah itu tentang bekerja atau beragama. Nontonnya itu terasa lebih adem daripada nonton orang-orang yang gemar flexing atau baca-baca postingan akun yang kerap kali fear mongering di media sosial.


KUTIPAN FAVORIT
  1. Dalam kemelut yang begitu mendalam, saya memanjatkan doa, "Ya Allah, berikanlah saya kesehatan dan kekuatan untuk bangkit lagi, lindungilah keluarga saya, insya Allah saya kuat menghadapi cobaan ini." (hlm. vii) (ketika salah satu perusahaan Babah Alun harus gulung tikar)
  2. Beliau mengatakan, laksanakanlah terus perintah Allah dan jauhi larangan-Nya. Mulanya sebagai kewajiban bagimu untuk tunduk kepada-Nya. "Tapi percayalah, suatu saat itulah engkau telah merasakan lezatnya iman." Masya Allah! (hlm. 11) (beliau di sini yang dimaksud adalah Buya Hamka)
  3. "Ya Allah aku mohon kepada-Mu, anugerahkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan rezeki yang luas serta badan yang sehat, terhindar dari segala penyakit." (hlm. 82) (ketika minum air zamzam di sumbernya)
  4. "Sami'na wa atha'na", kami hanya mendengar kemudian taat. Begitu yang diperintahkan, begitulah yang dilaksanakan. (hlm. 123-124)
  5. "Ya Allah, janganlah Kau cabut dari diriku rasa rindu terhadap bangunan Ka'bah ini. Berilah aku kesempatan lagi untuk datang kemari. Ya Allah terimalah ibadahku. Hajjan mabruran, wa sa'yan masykuran wa tijaratan lan tabura, Ya Allah, teguhkan terus imanku kepada-Mu." (hlm. 126)


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

4 comments:

  1. Babah Alun baik banget 😭 aku terharu denger cerita dan alasan dibalik beli nasi bungkus dan jual kembali dengan harga lebih murah, kok kepikiran aja seperti ini 😭. Dan kayaknya nama Buya Hamkah ini familiar banget di telingaku, tapi aku lupa beliau siapa 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merinding Liii waktu pertama kali denger cerita yang jualan nasi dan tujuannya kayak gitu. T_T Prinspnya Babah Alun: menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

      Hahahaha, Buya Hamka emang salah satu cendekiawan Islam di Indonesia. Wajar Li, kalo kamu lupa.

      Delete
  2. Waahhhhh Babah Alunnn 😍 Baik banget.. Sumpah aku terkesima banget mba En baca ceritanya Babah tentang jual nasi uduk harga 3000 yg dibeli dari kulakan nasi uduk... Mikirnya smpai kesitu banget.. 😚 kereenn bangett sihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli mas Baaay, orang kaya kalo udah hobi sedekah tuh luar biasa. Babah Alun yakin dengan sedekahnya yang seperti itu akan ada balasan dari Allah yang tidak beliau sangka-sangka.

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.