November 16, 2021

Nonton Enam Film Animasi


Seperti yang sudah tertulis di judulnya, mari langsungkan saja membahas inti topiknya. *mode males bikin intro*

...

Gak deng. Saya kasih intro dikit. Film-film yang saya review singkat di postingan ini, ada yang dari Barat dan ada yang buatan Jepang. Apa saja? Simak~


The Larva Island Movie (2020)
Ada seorang pria bernama Chuck. Chuck terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Kemudian ada dua ekor larva, satunya kuning suka kentut dan pandai masak, satunya merah dan suka teriak-teriak. Larva merah jatuh cinta dengan larva cantik penghuni pulau. Ada burung camar dan anjing laut juga.

Chuck melakukan segala cara untuk kembali pulang, di sela-sela usahanya itu ditampilkan kegiatannya bersama para larva. Tipikal serial larva di televisi, jorok dan kocaknya ada. Dibagi per tema juga tapi bedanya ini film, jadi latar tempatnya di situ-situ aja.

Pengalaman Chuck terdampar di pulau tak berpenghuni tersebut, dia ceritakan kepada seorang penulis. Mereka berdua membuat janji di sebuah restoran. Cerita Chuck begitu menarik sehingga pemilik dan chef restoran tersebut ikut mendengarkan.


Vivo (2021)
Thanks to Mas Bayu yang sudah merekomendasikan film 'Vivo'. Sebenarnya saya udah tahu poster film ini sebelumnya, tapi masih belum tergerak untuk nonton karena...belum minat aja lol. Begitu Mas Bayu bilang kalau kemungkinan saya akan menyukai film ini, ya akhirnya saya tonton karena penasaran. Ternyata bener, saya suka dan terhibur banget nonton film ini.

Filmnya sendiri dari awal udah dibuka dengan meriah berupa adegan nyanyi Vivo dan pemiliknya yang bernama Andres. Vivo ini adalah seekor kinkajou (mamalia sebangsa rakun), dia tinggal bersama Andres di Kuba. Awalnya saya kira latar tempatnya di Spanyol, ternyata di Amerika Tengah, hehehe.

Misi utama Vivo di film ini adalah untuk menyampaikan lirik lagu Andres kepada rekan menyanyi masa mudanya yang bernama Marta. Andres dan Marta berpisah selama puluhan tahun karena Marta mendapatkan kontrak menjadi penyanyi di Miami, USA. Marta menjadi sangat terkenal namun dia tidak melupakan teman lamanya.

Perjalanan Vivo dari Kuba ke Miami ini kocak banget. Di Miami, Vivo tinggal di rumah Gabi yang merupakan cucu keponakan dari Andres. Gabi ini anaknya bergaya punk metal wkwkwk. 

Secara keseluruhan film ini banyak nyanyinya karena yaaa...film musikal. Latar tempatnya beragam, nggak hanya di kota aja tapi juga di dalam hutan. Dramatis banget pokoknya perjuangan Vivo dan Gabi untuk bertemu Marta. Nggak usah dipikirin gimana caranya anak-anak kecil lolos dari bahaya binatang-binatang buas, lha wong Vivo lolos dari pemeriksaan imigrasi antar negara aja udah aneh. πŸ˜† Film ini cukup untuk dinikmati sambil ketawa-ketawa dan menangis di sela-selanya. Watch this movie, and I hope you enjoy this movie too.


The Garden of Words (2013)
Nonton film animasi dari Jepang ini karena kata teman saya gambarnya bagus. Emang bener gambarnya bagusss bangettt kayak real. Rasanya seperti nonton film yang rilisnya sekitaran satu atau dua tahun belakangan, tapi ternyata filmnya udah lama rilis. Wow banget Jepang!

Ceritanya sendiri adalah tentang seorang anak laki-laki SMA yang suka menggambar di gazebo taman kota ketika hari hujan. Setiap datang ke gazebo itu, dia selalu bertemu dengan seorang wanita pekerja yang juga duduk-duduk di gazebo yang sama. Inti cerita film ini adalah witing tresno jalaran soko kulino. Alur filmnya lambat sih, saya nontonnya sambil pakai speed 1.5 kali di atas normal hehehe nggak sabaran anaknya.


Ocean Waves (1993)
Film dari Studio Ghibli yang ceritanya tentang manusia biasa di dunia biasa. Istilah yang menggambarkan cerita di film ini tuh slice of life kali ya.

Ceritanya ada seorang siswa SMA yang sekolahnya kedatangan seorang siswi pindahan dari Tokyo. Siswi ini anaknya pendiam sekali dan terlihat jarang bergaul dengan teman-teman sekelasnya. Suatu hari ketika SMA mereka mengadakan liburan ke Hawaii, siswi ini tiba-tiba meminjam uang kepada anak laki-laki itu. Bilangnya karena uang sakunya hilang, tapi ternyata uang pinjaman itu dia gunakan untuk pergi ke Tokyo menemui ayahnya.

Karena kesal merasa dibohongi, anak laki-laki itu datang memarahinya. Anak laki-laki itu tidak menyangka kalau anak perempuan itu malah mengajaknya untuk menemaninya pergi ke Tokyo. Kepergiannya ke Tokyo membuat anak laki-laki itu akhirnya mengetahui masalah keluarga seperti apa yang dihadapi oleh temannya itu.

Singkat cerita, waktu sudah berlalu selama bertahun-tahun dan sampailah ke masa reuni sekolah. Semua siswa SMA itu datang ke reuni sekolah, kecuali anak perempuan pindahan dari Tokyo tadi. Cerita diakhiri dengan pertemuan tokoh utama anak laki-laki yang bertemu dengan anak perempuan Tokyo itu di stasiun kereta api. Biasa aja nggak sih ceritanya wkwk.


Howl's Moving Castle (2004)
Film dari Studio Ghibli yang didasarkan pada novel dengan judul yang sama. Seumur hidup, kayaknya baru di film ini saya benar-benar menyaksikan bagaimana era steampunk digambarkan di dalam suatu film. Biasanya cuman menggambar benda-benda yang berhubungan dengan steampunk. Bagi yang belum tahu, definisi steampunk dari Wikipedia seperti ini: steampunk is a subgenre of science fiction that incorporates retrofuturistic technology and aesthetics inspired by 19th-century industrial steam-powered machinery.

Ceritanya jelas fantasi sekali. Keren sih imajinasi penulis cerita 'Howl's Moving Castle' ini. Kastilnya Howl ini bentuknya reyot banget dari luar, kayak terbuat dari gabungan onderdil-onderdil mesin. Ada kakinya untuk berjalan pula. Ajaib.

Kalau dilihat dari luar, saya membayangkan interior kastil tersebut pasti sempit dan goyang-goyang. Namun ternyata interiornya cukup luas dan sangat stabil. Kayak goncangan yang terlihat dari luar tuh bener-bener nggak kerasa kalau udah di dalam. Bahkan ada kenop pemutar mau di daerah mana ketika keluar dari kastil. Ajaib (2).

Howl tidak sendirian tinggal di dalam kastil berjalannya itu, dia ditemani oleh seorang anak laki-laki kecil dan bara api yang bisa bicara. Kondisi kastilnya sangat kotor dan berantakan. Namun ketika ada seorang anak perempuan yang terkena kutukan menjadi nenek-nenek masuk ke kastil itu, kastilnya dia bersihkan sampai kinclong dan tertata rapi. Anak perempuan yang berwujud nenek tua ini namanya Sophie. Sebelumnya dia pernah ditolong oleh Howl dari penyihir-penyihir jahat. Iya, dunia di film ini campuran antara manusia biasa dengan para penyihir. Manusianya nggak kaget juga kalau ada hal-hal sakti terjadi di sekitar mereka.

Inti cerita film ini selain kisah cinta Howl dan Sophie, juga tentang perang yang harus dihadapi Howl. Howl ini wujudnya manusia biasa tapi bisa berubah menjadi manusia bersayap seperti burung gagak. Ajaib deh pokoknya. Sampai tiga kali nulis kata ajaib. πŸ˜†


Ponyo (2008)
LUCU BANGET PONYOOO HUHUHUHUHU. Lucu sekaligus serem sih hahahaha. Saya kadang suka mikir, ini emang konsepnya Studio Ghibli ya yang membuat cerita di filmnya tuh kayak manusia-manusia biasa dibuat nggak kaget dengan penampilan yang sedikit ajaib dari makhluk-makhluk yang bukan manusia. Contohnya ya Ponyo ini.

Ceritanya, Ponyo adalah makhluk berwajah manusia dan bertubuh seperti ubur-ubur lucu. Dia tinggalnya di dalam laut bersama dengan ayahnya yang wujudnya manusia seutuhnya. Suatu hari, Ponyo sampai ke permukaan laut dan ditangkap oleh seorang anak laki-laki. Anak laki-laki ini mengira Ponyo adalah seekor ikan dan membawanya pulang ke rumah. Ibunya anak laki-laki ini pun nggak histeris tuh waktu lihat wujud Ponyo, kayak biasa aja waktu anaknya bilang habis nangkap ikan. Ikannya berwujud Ponyo, lol. Sesungguhnya makhluk bernama Ponyo ini tidak bernama, Ponyo adalah nama yang diberikan oleh anak laki-laki kecil yang menangkapnya tersebut.

Salah seorang nenek di panti jompo tempat ibu anak laki-laki kecil itu bekerja, histeris ketika melihat Ponyo. Katanya kalau Ponyo tidak dikembalikan ke laut, maka akan terjadi tsunami. Ya emang ada benernya juga, soalnya ayahnya Ponyo udah sering memata-matai anak laki-laki kecil itu dan berniat untuk mengambil balik Ponyo.

Agak serem waktu Ponyo naik ikan-ikan besar yang kalau di mata manusia biasa tuh terlihatnya berupa ombak laut yang gedeee banget. Ponyo waktu berubah menjadi manusia, memiliki tangan dan kaki yang awalnya tidak sempurna juga agak serem. Untung pas berubahnya sudah sempurna, dia jadi anak perempuan yang lucu.

Puncak paling serem tuh waktu ibu Ponyo keluar sih. Gambarnya emang nggak serem, malah cantik. Tapi berhubung saya orang Indonesia yang sering denger legenda tentang Ratu Pantai Selatan, jadinya ngerasa serem pas nonton ibunya Ponyo hehehe. Studi Ghibli emang jagoan mengemas legenda horor menjadi visual animasi yang lucu. *lirik My Neighbor Totoro* *lirik Spirited Away*


Kamu udah pernah nonton yang mana aja dari keenam film di atas? I'm sure many of you have watched Ponyo. I was pretty late. 😁

See you on my next post!


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

10 comments:

  1. Aku belum nonton satupun sih, tapi jujur Ponyo yang paling bikin aku penasaran buat ditonton, ya smoga sih gak sad ending (maklum baperan walopun cuma nonton film animasi kek gini) hehehehe...

    Thanks for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola mba Ryan! Ponyo lucu banget tonton deh, lucunya lucu yang uwu gitu bukan lucu kocak. Kalau lucu kocak yang Vivo wkwk. Enggak kok, Ponyo nggak sad ending, yang sad ending itu Fireflies Grave :(
      Sama-sama~ makasih udah mampir dan komentar😍

      Delete
  2. Semuanya aku udah nonton kecuali yg The Garden of Words.. ntar tak coba nonton..

    Yang aku suka dari film animasi tuh ya selain karena animasinya yg keren, visualnya jadi lebih menarik karena detail,efek dan warnanya bisa WOW 😁

    Btw, aku pas nonton Ibunya Ponyo juga langsung teringat Nyi Roro Kidul.. smpe mikir jangan2 mereka terinspirasi dari Legenda orang Indo.. wkwk. Dan ponyo itu brrti Nyi Blorong yg jatuh Cinta sama manusia πŸ˜…πŸ˜…

    Mba Endah udah nonton Next Gen, sama Wish Dragon belum?? Itu juga bagus mba.. hehe πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mas Bay, buagus banget gambarnya, cuma ya itu tadi alurnya lambaaaat bangetsss. Penasaran mas Bayu bakal cepetin speednya juga apa enggak😁

      Iya, selain itu juga film animasi malah pesan moralnya lebih banyak daripada film yang bukan animasi nggak sih. *lirik Soul*


      Naaaahhh iya kaaaanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ antara terinspirasi negara kita atau emang mereka sendiri punya legenda yang sama kayak kita wkwk. Wooo aku baru tau kalau yang Ponyo itu bisa jadi Nyi BlorongπŸ˜…

      Wah belum tuh, masukin watch list dulu. Makasih mas Bay.

      Delete
  3. Waaah Endah nonton Garden of World berasa adem syahdu gitu kan yaaa... Ini favorit banget kalau lagi butuh tontonan yang bikin adem, liatin pas hujan di taman itu beneran memanjakan mata banget πŸ₯Ί

    Endah nonton film Ghibli lainnya yang Arrietty sama The Tales of Princess Kaguya deeh, ini cantik banget juga tampilannya. Terus sama cobain Mirai, ini lucuuuu banget si anak kecilnya juga mirip Sosuke (padahal bukan Ghibli) πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, suara hujannya aku suka Kak Eya, mana gambarnya buagus buangeeettt. Wahhh okeoke, masuk watch list, makasih Kak Eya rekomendasinya. <3

      Delete
  4. Dari semua diatas yang belum nonton hanya Vivo. Kalau anime ghibli yang terakhir saya tonton Marnie was Here itu bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tonton Vivo kalau ada waktu mba Phebie, kocak😁 hooo okeoke masuk watch list, makasih rekomendasinya.

      Delete
  5. Aku masukin list dulu, buat tontonan bareng anak2 mba. Krn tiap Senin atau Selasa aku selaku ngajakin mereka nonton film di Netflix yg sesuai umur. Trus aku minta utk ceritain ulang . Ghibli aku pernah nonton sekali, lupa yg judulnya apa, pokoknya anaknya jatuh dari pesawat luar angkasa. Tp aku ga nonton tamt, soalnya kok agak bosen ya 🀣. Makanya blm pernah lagi nonton Ghibli.

    Tapi kemarin aku save film Ghibli yg earwig and the witch, Krn udh pake teknologi cgi, aku jadi tertarik πŸ˜„.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah boleh juga idenya mba Fanny, habis nonton setelah itu cerita filmnya tentang apa. Tiru ah. :p

      Iyaaa film-fillm Ghibli apalagi yang durasinya 2 jam lebih itu bikin bosen wkwk.

      Ah iya, belum nonton aku yang itu. Makasih mba Fanny infonya.

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.