June 22, 2021

Talking about CRUELLA

 
Sebelum membahas tentang filmnya, mau cerita dulu tentang apa yang terjadi di dalam studio waktu nonton film CRUELLA ini. Jadi di suatu siang di hari Sabtu dua minggu yang lalu, saya ada di dalam studio 3 sebuah bioskop. Duduknya sengaja banget milih kursi D6 karena seumur-umur belum pernah duduk di kursi D di bioskop itu. Alasan milih angka 6, selain karena memang kursi itu tersedia dan bukan kursi yang dikosongin buat jaga jarak, adalah karena pengucapannya mirip dengan band DAY6 HAHAHAHAHAHAH MAKSA BANGET PLIS DESIK. πŸ˜‚πŸ˜­ 

Masuk ke studionya bener-bener mepet jam tayang karena berangkat dari rumah juga agak mepet dan antrenya di belakang orang yang milih kursi dan menu minumannya lamaaa bats. Hhhhh. Untung saya belinya lewat aplikasi jadi tinggal scan aja. 

Di dalam studio sedang diputar audio musik yang saya nggak tau siapa penyanyinya. Kalau pas nonton A Quiet Place Part II kemarin audionya lagu-lagu EXO, masuk ke studio langsung disambut suara Chanyeol ngerap wkwk. Kalau yang nonton CRUELLA ini lagunya lagu barat. 

Awalnya saya nggak ngeh kalau ternyata audionya bermasalah. Cuek aja mainan hp waktu iklan film main. Visualisasinya sih bener trailer, tapi audionya tetap backsound musik barat. Sampai ada seorang cece-cece yang bilang ke mamanya kalau dia mau turun ngasih tau staf kalau audionya error

Bener aja, 16 menit film tayang, audionya nggak nyala. Jadi cuma ada backsound film, dialognya bisu. Yang nonton ya akhirnya baca subtitle, mana Emma Stone kalau main film kan ngomongnya cepet banget ya. πŸ˜‚ 

Udah mulai terganggu kan saya, untung aja mas staf langsung gercep ngasih pengumuman untuk nunggu 5 menit buat nunggu perbaikan kesalahan teknisnya. Beneran ya sestudio tuh patuh banget orang-orangnya (apalagi sejauh mata memandang nggak ada yang lepas masker huhu luv❤ gatau deh yang belakang, semoga patuh prokes jugaπŸ™). Nggak berisik nggak apa. Saking nggak berisiknya sampai cuma saya yang ngomong ke mas staf kalau filmnya harus diputar ulang dari awal hahaha. Nggak mau rugi karena nggak salah dan udah bayar harga weekend lol. Kayaknya itu juga suara hati penonton lain, beberapa ngacungin jempol kepadakuh. πŸ˜‚ 

Singkat cerita, kendala audio sudah terselesaikan. Kayaknya emang studio 3 lagi bermasalah deh waktu itu. Selain speaker yang nyalanya nyicil dari depan ke belakang, AC-nya juga nyalanya nyusul. Sedikit merasa agak gerah tapi no problemo mbikos hamba anaknya tahan sumuk. Bersyukur juga sih nonton jadi nggak sedingin biasanya hahaha. Errr...sebenernya mood saya jadi sedikit berantakan tapi yaudah sabar-sabarin aja. 

Anyway filmnya berasa lamaaa banget. Ya karena memang durasinya dua jam belasan menit. Tapi alurnya rapi banget! Banyak yang diceritakan tapi nggak bikin mengernyitkan dahi. Semuanya jelas ditampilkan di visualisasi dan dialog serta narasi yang ada. Jadi narasinya harus bener-bener diperhatikan dan dipahami karena apa yang diucapkan di awal film, berhubungan dengan apa yang terjadi di jelang akhir film. 

CRUELLA menceritakan seorang anak perempuan bernama Estella yang memiliki rambut separuh hitam dan separuh putih. Hal ini dianggap aib pada masa itu dan dia kena bully di sekolah. Estella ini anaknya pemberani dan nggak pasrah gitu aja kalau dijahati teman-teman sekolahnya. Dia melawan balik. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ 

Sayangnya pihak sekolah nggak berpihak padanya. Label pemberontak pun dicapkan kepada Estella dan dia dikeluarkan dari sekolah. Ibu Estella ngotot bilang dia nge-withdraw anaknya dari sekolah (lol padanan bahasa Indonesianya apa sih) supaya label expelled tidak melekat ke anaknya. Tapi kepala sekolahnya lebih ngotot lagi bilang expelled. πŸ˜‚ 

Yaudah Estella akhirnya dibawa ibunya ke sebuah mansion bernama Hellman Hall. Tempat di mana pesta dengan hadirin hadirot yang hadir itu gaunnya bagus-bagus. Estella awalnya disuruh nunggu di dalam mobil, but she had high curiosity so dia menyelinap keluar dan masuk ke dalam hall sampai dikejar-kejar anjing Dalmatian yang punya hajat. Di sinilah dia melihat ibunya diserang tiga ekor anjing totol-totol hitam putih itu sampai jatuh dari tebing. Sepanjang hidup sampai dewasa, Estella merasa bersalah karena merasa telah membunuh ibunya. 

Estella pergi ke Regent's Park di London sendirian, tujuan yang memang ia dan ibunya tuju. Di sana dia bertemu dengan dua anak laki-laki bernama Jesper dan Horace. Mereka bertiga berteman hingga dewasa. Pekerjaan mereka ini nyopet huhu kasian banget nggak sih kecil-kecil hidup nggak punya keluarga. 😭 

Estella yang sedari kecil diajari menjahit oleh sang ibu, dan dia juga memang berbakat di bidang fashion, selalu membuat pakaian-pakaian bagus untuk mereka bertiga. Hingga suatu hari Jesper membawa berita baik kalau Estella diterima bekerja di Liberty department store. Trik Jesper dalam diterimanya Estella di tempat jualan baju itu lumayan kocak sih wkwk. 

Oh iya Estella udah ngecat rambut jadi merah marun dari kecil biar nggak mencolok dan nggak mudah dikenali dalam melakukan aksinya. 

Di Liberty department store, Estella ternyata jadi tukang bersih-bersih. Dia selalu mengutarakan keinginannya agar ditempatkan di bagian menata baju tapi selalu ditolak oleh atasannya. Sampai di suatu malam dia setengah mabuk menata ulang display toko sampai ketiduran. Tatanannya sangat Estella sekali. Di titik inilah karirnya berubah. 

Baroness, desainer terkenal dan angkuh, datang ke tempat Estella bekerja. Baroness tertarik dengan bakat Estella karena menurutnya "Baroness banget". Estella akhirnya bekerja sebagai perancang busana di tempat Baroness. Di sini lah Estella menemukan petunjuk bahwa yang menyebabkan ibunya diserang anjing Dalmatian bukan dia, tapi Baroness. 

Adegan-adegan selanjutnya menampilkan bagaimana Estella berubah menjadi Cruella, ikon mode baru yang membuat Baroness kzl. Cruella mencuri perhatian masyarakat dengan gaya fesyennya yang unik dan menarik. Namun Cruella adalah sosok yang misterius bagi semua orang (kecuali Anita Darling, teman sekolah Estella dulu). 

Anita bekerja sebagai seorang wartawan. Dia menulis berita tentang fashion. Anita ini adalah seorang wartawan yang taat kode etik (I guess) karena dia nggak membocorkan siapa narasumbernya walaupun diancam oleh Baroness. 

Udah. Cerita tentang plot film CRUELLA sampai sini aja. Intinya film ini mengandung plot twist dan ternyata adalah prekuel film animasi 101 Dalmatian. Tunggu sampai credit film yang masih nyanyi-nyanyi dan ada adegan visualnya selesai, karena akan ada cuplikan Roger dan Anita bertemu dengan Pongo dan Perdita. If you've watched 101 Dalmatian (animation version), you'll understand. πŸ˜‰ 

Film CRUELLA ini mengingatkan saya ke film Maleficent. Sebuah live action yang menjadikan villain di cerita versi animasinya sebagai tokoh sentral. Analisis sotoy saya adalah karena, mungkin, Disney ingin mengubah pandangan masyarakat kalau kebanyakan manusia itu sebenarnya abu-abu. Nggak saklek hitam atau putih aja. 

Dulu waktu saya masih SMA, di pelajaran Sosiologi pernah ada satu materi tentang ciri-ciri fisik dan sifat kejahatannya. Kalau misalnya fisiknya begini wajahnya begitu, biasanya jahat. Gitu-gitu, jadi kayak stereotip jatuhnya. Irrelevant kan kalau melihat keadaan di lapangan sekarang. Fisik seseorang nggak bisa jadi patokan dia jahat atau enggak, karena ada orang yang penampilannya baik tapi melakukan hal-hal yang tidak terpuji. 

Mungkin itu juga yang ingin Disney tampilkan. Kalau dilihat-lihat dari film animasi jadulnya kan banyak tuh villain yang penggambaran fisiknya selalu ada ciri khas tersendiri, yang membuat kita sebagai penonton udah bisa nebak kalau dia villain. Di masa sekarang Disney nggak pingin stereotip yang saya dapatkan sewaktu SMA itu tetap tertanam di benak. Begitulah hipotesis hamba. πŸ™ 

Oh ada satu lagi, saya menduga Disney menjadikan Cruella dan Maleficent sebagai tokoh sentral live action karena di film animasinya mereka berdua ini nggak dijelaskan asal-usulnya. Ujug-ujug jahat aja. Bisa jadi ini mempermudah Disney untuk menulis skenario masa lalu mereka berdua seperti apa. Selain itu juga, sepertinya, karena film animasi aslinya akan kelewat membosankan kalau serta merta dibuat live action plek ketiplek (nggak kayak Beauty and the Beast atau Aladdin, misalnya, yang sifatnya emang musikal dari film originalnya). Coba tonton film animasi Sleeping Beauty dan 101 Dalmatian deh. 

Btw jadi penasaran bagaimana kalau The Little Mermaid dan The Princess and the Frog dijadikan live action. Disney akan mengolah dua film tersebut seperti apa ya? πŸ˜‚ 

Sebelum benar-benar mengakhiri postingan ini, agak out of topic sih tapi tetep sharing is caring, right? Hahaha. Ini tentang subscribe layanan berita Catch Me Up! yang pernah saya singgung sedikit di postingan What I Got from YOLO Podcast empat bulan lalu. Saya cerita kayak gini:


Nah, buat teman-teman yang belum subscribe,  bisa subscribe melalui link berikut: https://catchmeup.id/daftar?grsf=87aq93

Tim Catch Me Up! lagi ada hajatan yang namanya "OUR REFERRAL PROGRAM". Kalau kamu subscribe dari link unik saya di paragraf sebelum ini, kamu bisa ikut mendapat kesempatan bagi-bagi kode referral ke teman-temanmu yang lain dan mendapatkan poin. Akan ada merchandise menarik dari Catch Me Up! untuk setiap tingkatan poin.

Menarik kan? Kalau nggak menarik yaudah gapapa emang level marketing hamba hanya sebatas ini saja lololol.

Have a nice day and see you on my next post!


PS.
Nggak disponsori sama Catch Me Up!, murni sharing untuk generasi yang lebih baik. πŸ’ͺπŸ˜πŸ‘



*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

28 comments:

  1. Aku juga baru nonton ini dan SUKAAAA banget, Ndah! 😭 Emma Stone was so stunning as hell as a Cruella. Gilak aku ngelus dada berkali-kali pas liat dia pake gaun-gaun fantastis saat menjalankan aksi vandalism-nya ke Baroness. Dan DEMI APA AKU NGGAK NGEH ANITA DARLING ITU TERNYATA MAJIKAN PERDITA 😭 langsung keinget suara Cruella di film Dalmantian 101 zaman 90an yang manggil Anita Darling hahahaha Btw, Dalmantian 101 itu film bioskop pertamaku πŸ˜†

    Durasi dua jam lebih buatku cukuppp banget. Sepanjang film aja aku kayak nggak kepengen selesai saking naksirnya sama Emma πŸ˜‚ dan samaan, Ndah. Selesai nonton aku langsung keinget Maleficent, karena ceritanya mirip-mirip yaa. Ada dendam masa lalu gitu. Dan jadi paham kenapa di animasi Cruella ngebet pengen nyuri Dalmantian πŸ˜‚

    Btw, baru pertama kali aku denger ada kesalahan teknis pas nonton bioskop hahaha untung staffnya gercep ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cantik banget Ci Jane Emma Stone >.< terus yang bikin merinding tuh dia yang ngejahit pakaian dari untaian emas, taunya kepompong ngengat :))) sungguh cerdas~

      HAHAHAHAHAHA langsung terngiang juga ini aku suaranya Cruella yang udah kayak nenek-nenek itu di film animasinya xD wow mungkin Ci Jane lupa soal Anita dan Perdita soalnya nontonnya udah lama banget.

      Wkwkwkwkwk alurnya nggak bertele-tele soalnya ya, karena semuanya tuh berhubungan satu sama lain, kayak nggak bisa kalau durasinya dikurangin. Nah itu dia Ci aku jadi penasaran banget kalau misal sekuelnya beneran rilis tuh si Cruella mau dijadiin kayak gimana lagi soal nyuri anjing-anjing Dalmatian ini. xD

      Aku juga baru pertama itu ngalamin Ci, makanya langsung minta ulang dari awal filmnya soalnya kuatir kalo nggak diulang dari awal wkwk. Iyes stafnya standby terus.

      Delete
  2. Pas liat Cruella dibikinin film solo langsung mikir wah ini pasti pro kontra banget karena dia kejem banget gak sih di 101 Dalmatians? (kalo gak salah inget hahaha)

    Tapi emang setiap villain itu pasti ada ceritanya sendiri ya Mba, suka sih konsep Disney yang gini. Setiap orang pasti ada ceritanya kenapa jadi begitu. Aku pengen nonton tapi masih ragu sih gara-gara inget Cruella di 101 Dalmatians tapi kalo inget aku suka banget sama Maleficent kayaknya bakal suka dengen ini juga deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Tika si Cruella yang versi animasi tuh kejam banget pingin ngulitin anjing-anjingnya buat mantel. Nah ini lho yang bikin aku penasaran sama sekuelnya nanti akan jadi apa nih si Cruella yang diperanin sama Emma Stone. Coba tonton mba, Cruella yang di CRUELLA ini beda, masih belum kayak yang di versi animasi.

      Delete
  3. Aku masih tim menunggu Cruella di Disney+ ahaha..

    Btw yes, aku sempat baca Disney memang lagi bebenah, ga melulu menampilkan cerita yang cuma dibalut mimpi dan harapan kosong gitu.. Dia mau tetap relevan juga pastinya yaa

    Dan memang project yang digarap Disney, baik itu dari original Disney-nya, Marvel, sampe Star Wars makin ke sini ceritanya makin bagus, digarapnya serius dan relevan sama issue-issue di dunia juga..

    Seneng sih Disney makin sadar sama konten yang dia garap πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau ngelengkapin kalimat terakhir wkwk.. Seneng Disney makin sadar kalau yang mereka garap itu berpengaruh banget buat banyak orang terutama anak-anak. Udah gitu πŸ˜‚

      Delete
    2. Sudah kudugaaa~~~ soalnya Kak Eya nggak terlalu suka sama live action. xD

      Wohooo bener berarti dugaanku, makasih Kak Eya infonya~~~ wkwkwkwk bener banget, karena konsep happily ever after gitu kalo ngotot diterapkan jadinya...cringe hehehe.

      Delete
  4. Btw, aku juga pernah ngalamin suara hilang di bioskop sewaktu nnton jurassic world.. hahaha 🀣🀣 tanpa diminta, adegannya langsunng diulang sama pihak bioskop..

    Soal Cruella, nggak tau lagi harus komen apa, secara filmnya bagus bangett.. berhubung aku belum nnton dalmations jadi nggak tau maksud dari Scene bagi2 anjing...

    Scene favorit itu sewaktu adegan baju di truk sampah itu.. Gilaaaa.. keren banget 😍 Emma Watson cantik banget ya.. menjiwai karakter banget. Yaiyalah.. 🀣🀣

    Btw, aku sbnernya masih bingung. Apa alasan Baroneessss membunuh Ibunya Cruella.. haha 🀣 maklum kemarin nontonnya sempat kebelet buang air. Ahaha 🀣 tau2 diceritain temen kalau Baroness yg ngebunuh emaknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok emma watson sih 🀣🀣🀣.. Emma Stone maksudnya... astaga πŸ˜…... malah salfok ke Harry Potter

      Delete
    2. Oh mungkin SOP-nya emang diulang dari awal ya mas Bay. Nah aku itu baru pertama kali ngerasain error di bioskop, jadinya ya gitu deh panik duluan minta diulang. xD

      Tonton coba yang versi animasi, tapi agak culture shock kalo liat Cruella versi animasi hehehehe. Tingkahnya beda jauh, jahat banget kalo di animasinya.

      IYESSSS wah itu gila sih dia galaxy brain banget bikin baju-bajunya. HAHAHAHAHHA aku pas baca ini gak ngeh kalau jadi Emma Watson. xD

      Alasannya seingetku ya, soalnya ibunya Cruella ini (yang ternyata pelayannya Baroness) minta Baroness buat mengakui kalo Cruella itu anaknya. Terus Baronessnya nggak terima akhirnya dibunuh deh itu ibu asuhnya Cruella. HAHAHAHHAH oalah mas Baaaay ya ampun ternyata ditinggal ke toilet dulu plis ini kenapa sih mas Bayu orangnya kocak banget. xD

      Delete
  5. Mau nonton aja pakai drama dulu ya, Kak 🀣 Untung staffnya sigap dan diputerin ulang dari awal, jadi malah ngerasa cuan karena bisa ngadem lebih lama di bioskop #lho

    Btw, aku tim menunggu Cruella di Disney+ juga kayak Kak Eya 🀣. Jujur aku awalnya kurang tertarik nonton Cruella ini, tapi setelah baca cerita Kak Endah, kok kayaknya menarik juga wkwk. Aku pikir ceritanya bakalan ngebosenin soalnya pas waktu kecil nonton Dalmation yang live action tuh kayak ngebosenin 🀣 makanya aku suudzon sama Cruella ini *duh dosa sekali ya*
    Semoga ada di Disney+ biar bisa nonton πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya itu Li, aku nggak nyangka kalau hari itu ada drama. xD Ngadem apa orang AC-nya mati awal-awal. T_____T

      Hahahahaha kompakan sama kak Eya nih, apa kamu juga nggak terlalu suka konsep live action Disney? xD Aku aslinya juga nggak tertarik Li, tapi karena aku fansnya live action, jadi yaudah nonton aja. xD

      Oh ini yang live action jadul itu??? Aku juga nggak suka wkwkwk. Bukan buatan Disney juga kayaknya ya? Nggak tau deng. xD

      Delete
  6. Ternyata film Cruella ini prekuel dari film animasi 101 Dalmatian.

    Selama nonton di bioskop belum pernah dapati gangguan pada sound sistemnya tapi kalau filmnya putus pernah..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku juga baru tau ini prekuel waktu endingnya hahahaha. Wow terus filmnya diulang nggak setelah putus itu?

      Delete
  7. film ini nih yang bikin penasaran aku tonton, tapi belum ditonton juga :D
    nonton 101 dalmatians dulu aja udah keren banget, apalagi ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tonton aja mba Ainun, mayan buat ngisi waktu 2 jam 15 menitan. Cukup oke kok, apalagi ada plot twistnya.

      Delete
  8. Aku awalnya nggak tertarik sama film ini, tapi baca ulasan kak Endah kok jadi penasaran juga yaaπŸ˜‚. Sama kayak kak Li, dulu pas nonton 101 dalmations yang live action itu lumayan bikin bosan, apa karena masih kecil yaa, jadi nggak terlalu ngeh sama alur cerita. Tapi kalau sama Maleficient aja bisa suka, harusnya yang ini juga sih. Kan sama-sama cerita tentang villain😍

    Ngomong-ngomong soal villain jadi main story, aku pun semakin mengharapkan pembaruan yang lebih sama Disney jadinya.Saluut karena mereka selalu berusaha keep up dengan perkembangan zaman dan aware dengan apa aja yg happening di dunia. Salah satunya juga soal warna kulit, tokoh-tokoh Disney udah lebih diverse dibandingkan dulu😍 Jadi nggak sabar ingin nonton Little Mermaid live action, hihi😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga bosen nonton yang dulu itu Awl wkwkwkwk. Kalau yang ini lumayan, soalnya aku tau aktrisnya juga kan jadinya ya oke lah aku tonton. Dan ada dua Emma, Emma Stone dan Emma Thompson. Coba aja tonton yang Cruella ini.

      Iya bener, tokohnya lebih diverse dari berbagai macam ras. Ide ceritanya juga nggak yang cringe kalo sekarang. Nontonnya jadi relate hohoho.

      Bangeeet penasarannya kalo yang Little Mermaid, yang muncul hilal aktrisnya malah Snow White duluan. xD

      Delete
  9. Aku sudah lupa rasanya nonton bioskop. Kmarin khan sudah dibuka, eh sekarang ppkm darurat..jadi yaa mesti bersabar. Atau mngkin nunggu filmmya di aplikasi aja..hiiks

    Mungkin film 101 dalmantions emang film yang sering ditonton sama anak-anak pada jamannya. Tiap minggu atau pas liburan film tersebut diputar di tv. Saking seringnya, sampai beberapa kepikiran untuk memelihara anjing jenis ini.

    Di film itu sosok cruella digambarkan sangat kejam dan jahat. Psti anak jaman segitu jga membencinya..hahahaa

    Mengenai catch me up setuju banget. Berita yang disampaikan enak untuk dibaca dan mudah dipahami. Aku jga langganan di 5:45 miliknya asumsi. Hampir mirip cara penyampaiannya beritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dibuka bentar habis gitu ditutup lagi, mana sekarang makin gawat kondisinya. :( Semoga soon ada di aplikasi.

      Oohhh iya, pas kita kecil kan ada serial Dalmatian ya mas Vay hahahahaha, aku dulu tapi nggak suka nontonnya. xD

      Iyes bener, si Cruellanya ceritanya mau bunuh-bunuh anak anjingnya buat bikin mantel totol-totol hitam putih. Hih jahat banget.

      Bahasanya pakai bahasa santai ya, terus baik banget lagi mereka nggak ada nyinyir-nyinyirnya. xD Kalo aku sama subscribs Nuice, biar baca versi bahasa Inggris dan ada nyentil-nyentilnya dikit bahasanya wkwkwkwwk.

      Delete
  10. Baca komentar-komentar, pada udah nonton.
    Aku berbekal postingan kamu aja deh, wkakaka..
    Di Disney+ g ada ya? :(

    Aku mulai suka dengan cara Disney mengubah steriotip, bahwa manusia itu nggak ada yang hitam dan putih, kita tuh kompleks. Even tokoh-tokoh princess seperti pun sebenernya punya sisi gelap. Kayak Ariel, andaikan dia bisa menahan hawa nafsunya karena pingin punya kaki, dan jadi mermaid independent, because she doesn't need a man, kayaknya nggak bakal ada masalah pelik. Mungkin dia bisa jadi penerus bapaknya buat jadi queen dan beda cerita pastinya, wkakaka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. WKWKWKWKWK semoga soon Cruella segera ada di Disney+, ya harusnya ada sih tapi entah kapan.

      Bener, mereka udah mulai mengikuti perkembangan zaman. Nah itu dia aku penasaran tuh nanti kalau The Little Mermaid dijadiin live action bakal kayak apa ceritanya. Diubah kayak skenario kamu atau tetep nih ngikutin cerita originalnya.

      Sama ini lho ada princess dari Asia Tenggara yang namanya Raya, dan di dalam ceritanya nggak ada cinta-cintaan sama lawan jenis.

      Delete
  11. Kàk aku kok baru tahu ada A Quiet Place II (salah fokus) 🀣
    Pengen banged nonton Cruella-nya Emma Stone tapi di bioskop sdh nggak mungkin. Moga-moga ada di Disney+ nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHA muncul duluan itu filmnya daripada Cruella. xD Eh...apa barengan ya, lupa. :p

      Iya udah tutup lagi bioskop huhu, semoga habis ini ada di Disney+ segera.

      Delete
  12. Hai kak Endah, salam kenal ya.πŸ˜€

    Akhirnya setelah drama suara yang tidak sesuai dengan filmnya akhirnya diulang lagi ya pemutarannya.

    Baca beberapa ulasan memang katanya filmnya bagus, aku sendiri saat ini belum nonton, nunggu yang gratis saja deh.πŸ˜‚

    Cuma mau tanya, cruella itu jadi tokoh jahat di film apa ya? Maklum jarang nonton filmnya Disney, senangnya nonton film Suzanna.πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mas Agus salam kenal!

      Hehe iya, alhamdulillah diulang dari awal jadi nggak ada protes dari aku ke pihak bioskopnya. xD

      Semoga soon ada di Disney+ biar makin banyak orang yang nonton Cruella. Cruella ini tokoh jahat di film 101 Dalmatian mas Agus. Hehehehe waduh kalau Suzanna ini legend tanah air nggak sih, serem banget filmnya. T.T

      Delete
  13. Aku kebetulan juga udah nonton film Cruella ini.
    Bagus sih, apalagi aktingnya Emma Stone ciamik sekali.
    Lumayan untuk menghabiskan waktu luang.
    Hitung2 biar nggak bosan disaat pandemi kayak gini :D

    ReplyDelete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.