February 4, 2019

The Visit (2015): Mom Said, "They're Just Old."


Trailer film ini sukses besar menggiring saya untuk nonton full filmnya. Ada apa sih di trailernya? Ada dua orang anak kecil, laki-laki dan perempuan, yang berkunjung ke rumah kakek dan neneknya. Sepotong adegan menayangkan anak perempuan ini dimasukkan ke dalam oven oleh neneknya, sementara adik laki-laki anak perempuan ini berdiri saja merekam adegan tersebut. Wow penasaran dong saya apakah anak perempuan ini selamat apa nggak.

Dua anak kecil laki-laki dan perempuan ini adalah adik dan kakak. Mereka berdua akan liburan di tempat kakek dan nenek mereka selama satu minggu. Sementara Ibu mereka akan liburan bersama pacarnya (ibunya ini diperankan oleh aktris Kathlyn Hahn, yang jadi Carla di film 'Bad Moms'). Kakek dan nenek ini belum pernah mereka temui dari mereka lahir karena memang ibunya sendiri sudah 15 tahun nggak bertatap muka irl dengan kedua orang tuanya itu.

Sepasang kakak adik ini suka sekali memvideokan apapun aktivitas mereka, tapi mereka bukan YouTuber. Mereka suka membuat film dokumenter. Jadi film ini sepenuhnya ditampilkan dalam bentuk rekaman video dokumenter karya mereka berdua. Kesan dari awal film ini dimulai sudah membawa hawa-hawa sendu, dingin, dan agak suram. Latar waktu dan tempatnya saat musim dingin di daerah pedesaan Amerika Serikat. Desanya ini bener-bener sepiii banget, nggak banyak orang lalu lalang di jalanannya.

Durasi film 'The Visit' kurang lebih satu setengah jam. Film ini masih biasa aja di satu jam awal, ya.....nggak biasa aja sih sebenernya hahaha karena ada jumpscare di beberapa bagian yang cukup membuat kaget tersentak. Selain itu kakek dan nenek dua anak ini tuh aneh banget kelakuannya, membuat saya mengernyitkan dahi dan bertanya-tanya. Kenapa nggak ada interaksi akrab yang terjadi selama berhari-hari? Kakek dan nenek ini sakit apa? Kenapa kayak trauma banget waktu diminta cerita tentang anak mereka yang notabene ibu dari dua cucu yang lagi berkunjung?

Tiga puluh menit terakhir film ini sukses bikin saya ber-wtf-wtf karena intens banget ngerinya. Kurang ajar. Dua anak ini pemberani sekali memang masih bertahan di dalam rumah. Kalau saya sih udah pasti kabur sejauh-jauhnya dari desa itu minta pertolongan.

Udah ya yang mau nonton dulu dan nggak mau kena bocoran bacanya sampai sini aja. Paragraf-paragraf setelah ini akan full of spoilers.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Spoiler alert. You've been warned. Twice.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bener firasat saya dari awal film kalau dua lansia itu bukan kakek dan nenek mereka. Dua lansia ini pasien rumah sakit jiwa yang ditangani oleh kakek dan nenek yang sebenarnya. Kakek dan nenek yang sebenarnya ini sudah meninggal dibunuh oleh dua lansia tadi dan mayatnya disembunyikan di gudang. Mereka bilang gudangnya ditumbuhi jamur-jamur. Anak kecil laki-laki ini nggak suka sama kuman jadi sudah pasti nggak mau lihat gudangnya. Anak kecil perempuannya lah yang berani masuk ke gudang dan menemukan jenazah kakek dan nenek sesungguhnya.

Momen terfavorit sekaligus ter-creepy dari film ini menurut saya adalah waktu dua anak kecilnya berkomunikasi via Skype dengan ibunya, menunjukkan kalau kakek dan neneknya ada di luar, terus ibunya bilang kalau dua orang itu bukan kakek dan neneknya. Bayangin, (1) kita tinggal di satu atap berhari-hari sama orang yang kita kira kita kenal mereka tapi sebenarnya mereka ini orang asing; (2) "kita" yang ada di poin pertama itu anak kalian. T_____T



*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

4 comments:

  1. Ooh jadi film ini lebih ke thriller dong ya?

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Nontonnya pas siang aja ci jane, pas hari masih terang benderang nggak lagi mendungšŸ˜­

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.