January 11, 2022

How I Annotate and Remember What I Read


Ketika membuat video tentang pembatas buku beberapa waktu yang lalu, saya tiba-tiba mendapat ide untuk membuat video tentang bagaimana cara menandai buku. Ide ini muncul ketika menunjukkan pembatas buku berupa pita kain di buku The Origin of Species. Kebetulan pita pembatasnya ada di halaman yang salah satu paragrafnya saya tandai.

Sebelum membuat video sendiri, tentu terlebih dahulu saya menonton video orang lain tentang bagaimana cara mereka menandai bukunya. Kebanyakan dari booktuber yang videonya saya tonton tersebut menandai buku-buku milik mereka dengan sticky notes dan highlighter warna warni. Beberapa ada yang membedakan warna sticky notes dan highlighter untuk menandai kutipan favorit, adegan menarik, maupun kesan mereka sewaktu membaca buku. Telaten banget pokoknya.

Jujur saya nggak pernah memakai sticky notes untuk menandai buku karena akan menyulitkan diri sendiri ketika menyimpan kembali buku tersebut ke rak. Model rak buku saya itu belakangnya buntu, dan saya kalau menyimpan buku di rak itu bukunya harus notok jedhok ke dinding belakangnya. Kalau bukunya saya tandain pakai sticky notes, pasti sticky notes-nya rusak tertekan.

Ya sticky notes-nya nggak usah dikeluarin sama sekali dong dari bukunya.

Tujuan menandai buku adalah supaya cepat menuju ke halaman yang sudah ditandai. Kalau sticky notes-nya nggak dijulurin ke luar buku, ya sama aja kayak nggak ditandain dong.

*kemudian berantem dengan alter ego*

Selain karena nggak suka sticky notes-nya jadi rusak, tidak menandai buku dengan sticky notes juga karena...nggak telaten aja sih anaknya. 😂 Pinginnya yang cepet sekaligus simpel dalam menandai buku. Jadi, hal yang saya lakukan adalah...melipat ujung buku dan meng-highlight bagian-bagian yang penting, perlu diingat, dan relate ketika membacanya. Saya tahu cara ini termasuk annoying bagi sebagian orang dan bisa menurunkan harga jual buku tersebut, tapi selama ini saya nggak merasa terganggu dan nggak berniat menjual buku-buku yang saya punya itu. 😁

Highlighter yang saya pakai juga hanya satu warna, yaitu kuning neon. Menurut saya warna ini sangat eye catching, kontras dengan warna kertas buku, dan tidak menenggelamkan warna hitam huruf, sehingga sangat mudah bagi saya untuk menemukan kembali bagian-bagian buku yang sudah saya tandai sebelumnya.

Sejauh ini buku-buku yang saya tandai memang yang bergenre non-fiksi, jadi satu warna highlighter aja udah cukup. Lagi pula saya suka bingung kalau pakai lebih dari satu warna, jadinya malah mikir "kenapa pakai warna ini di bagian ini, kenapa pakai warna itu di bagian itu" begitu ketika membaca ulang hehehehe. Bisa sih tiap warna ditulis penjelasannya di halaman lain, tapi males ah wkwk. Males ribet. /plak/

Setelah semua bagian-bagian yang penting, perlu diingat, dan/atau relate ditandai, tahap selanjutnya adalah mengetik semua bagian-bagian itu di handphone atau laptop. Langsung diketik mentah-mentah semuanya untuk kemudian dibaca ulang dan disusun menjadi sebuah review. Nggak lupa saya tambahkan keterangan tentang bagaimana kesan dan perasaan saya ketika membaca buku tersebut.

Kemudian...diposting di blog HEHEHEHEHE. Postingan blog ini membantu sekali untuk mengingat isi buku-buku yang sudah saya baca. Ketika memandangi buku-buku di rak, yang saya ingat isinya adalah buku-buku yang reviewnya sudah saya tulis di blog. Yang belum pernah saya review di blog ya lupa isinya apa huhuhu. Kayaknya nanti bakal saya baca ulang deh, terus direview biar ingat isinya apa. Suka merasa rugi nggak sih kalau selesai membaca buku tapi nggak ingat isinya apa? Saya gitu soalnya. :(

Oh iya ini versi video dari bagaimana saya menandai dan mengingat apa yang sudah saya baca (kalau gambarnya nggak muncul, klik judul videonya biar terbuka di aplikasi YouTube):



Kalau kamu gimana cara nandain dan mengingat isi buku-buku yang sudah kamu baca?

That's it for today. Thank you for reading and I'll see you on my next post. Have a good day!


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

13 comments:

  1. Wkwkwkwk ngakak banget aku soal sticky notes rusak karena dijejelin sampe tembok 🤣 Sebetulnya pemakaian sticky notes itu ada triknya, Ndahhh. Aku nontonin bookstagram gitu sticky notes mereka rapi sekali, terus ditulis beda warna beda fungsi. Gini enaknya baca buku fisik, ya. Aku sekarang lagi latihan baca digital, annotate-nya tentu nggak seenak baca buku biasa, tapi lagi maksain diri 😂

    Btw, AKU TIM DOG-EARED JUGA LHO 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. OOOHHH ADA TRIKNYA TERNYATA🤣🤣🤣 makasih Ci Jane infonya hahahaha. Iyaaa aku kalo nandain buku digital itu jadinya aku tulis ulang manual kalimatnya huhu, mungkin anotasi buku digital ini bisa jadi topik JanexLia selanjutnya ;)

      YUHUUU TOS DULU ANAK DOG EARING😆

      Delete
  2. kalau soal menandai buku, kalau bukunya baru pertama dibeli biasanya masih sayang aku lipet lipet, kalau dulu untuk menandai akhir bacaan, kertasnya aku lipet dikit
    terus kadang aku kasih pembatas kertas biasa, teruss pas traveling kalau nemu bookmark dari negara tertentu, aku beli, lucu soalnya

    aku termasuk nggak pernah kasih warna stabilo, takut aku nya nangis hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Ainun bisa dong tolong bikin postingan bookmark yang dari luar negeri *wink wink* maksa🤣 hahahahaha permanen soalnya ya mba kalo stabilo.

      Delete
  3. Hm... Saya yakin, Mbak Endah pasti orangnya rapi.beda dengan saya. Masih baru, penandanya ada. Setelah itu, tercecernya entah di mana. He he

    ReplyDelete
  4. Aku donk pernah mengingat pada halaman berapa dan buku apa ada ketika ada kutipan menarik. Anggap saja untuk melatih daya ingat..dan ternyata masih ingat satu kutipan. Walaupun yg lainnya lupa..wkwkwkwk

    Aku jarang ngasih tanda di buku sih. Hiiks
    Kapan-kapan bisa aku coba cara ini. Biar ga capek² mengingatnya..wkwkkwk
    Oyaa, tiap buku yg aku beli selalu aku kasih tanggal dan tanda tangan-nama twrang di halaman depan..hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kereeen masih bisa inget, kalau aku udah otomatis lupa keganti sama memori lain. xD Iyaaa kasih tanda aja biar meringankan beban otak dalam mengingat mas Vay, kasian otaknya capek terus nanti hahaha. Hooo tos dulu, sama kita, ngasih tanggal sama nama lengkap di buku.

      Delete
  5. Hahahah 🤣🤣
    Akupun seperti itu. Malah kayanya semuanya aku lakuin..

    Pke pembatas kertas, lipet buku. Malah kadang aku lipet separuhnya 🤣🤣 tapi yg ini udah nggak sih. Skrang seringnya pake pembatas bukunya aja.

    Nah kalau ada bagian penting kaya quote bagus. Aku pilih pke Sticky Notes atau tak stabiloin kalau semisal bukunya punya jarak tulisan keujung buku terlalu rapat 😁..

    Semnjak ada acara JanexLia. Aku pengen mulai nulis tulisan ttg buku yg aku baca... hehe. Mungkin cara mba endah bisa aku ikutin.. terimakasih yaa.. sama minta bantu doa biar tetap bisa komitmen. 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. MAS BAAAY YA AMPUN DILIPET SETENGAHNYA T_____T kebiasaan ini udah aku akhiri di masa SMP. xD Anyway, paket komplit ya Anda udah nyobain semua cara nandain bacaan, mantap! Wkwkwkwk.

      Sama-sama mas Bayu, aamiin semoga konsisten terus!

      Delete
  6. Waah udah lama banget aku ga bikin anotating, soalnya bacanya kebanyakan digital kan sekarang-sekarang. Biasanya aku suka live tweet gitu kalau bacaannya menarik, jadi kalau mau ditulis lagi reviewnya di blog, bisa nengok ke twitter kalau ada yang lupa wkwkwk.

    Endah videonya cakep!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaahhh iya bener Kak Eya suka ngereview singkat di Twitter, bantu banget itu kalau mau bikin review lengkap. Aku pun kalau baca buku digital juga kalimat-kalimat penting aku tulis ulang. Soalnya bener itu buku digital susah nandainnya huhu.

      Awawaw maaci Kak Eya. <3

      Delete
  7. Notok jedhok ke belakang hahahaha, aku paham nih soalnya aku sendiri juga ngalamin kak. Aku baru tau masalah “nandain buku” sampe ada tutorial kayak gitu. Aku tipe yg jarang anotating buku fiksi sih cuman kalo ceritanya mikir banget dengan terpaksa justru aku tulis ulang kalimat itu pake bhs sendiri LOL, semacam jurnal progres baca gitu kali yaa. Dan memang kalo baca nya lewat ebook perlu usaha dan niat lebih, repot gitu loh kak apalagi kan aplikasi kayak ipusnas atau gramdig tidak ada fitur tambahan spt di scribd untuk highlight / sekedar ngasih tanda halaman di bukunya😌. Anyway aku suka videonya! 😆

    ReplyDelete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.