February 8, 2024

Tentang Buku Evolusi Reproduksi Manusia


Buku ini tuh bagus menurut saya, cuman karena keterbatasan pengetahuan hamba tentang teori evolusi dan kurangnya bahan bacaan tentang topik tersebut jadinya bingung mau nulis review yang seperti apa. 😅 Paling-paling ya seperti buku Genom kapan hari, hanya menuliskan kutipan-kutipan yang menurut saya menarik untuk diingat. 😁

Jared Diamond dalam kata pengantarnya di buku ini menyebutkan bahwa "Buku ini merupakan penjelasan sementara mengenai bagaimana seksualitas manusia menjadi seperti sekarang ini." Artinya, bisa jadi suatu saat nanti akan ada penjelasan baru yang akan menyempurnakan atau bahkan bertolak belakang dengan hal-hal yang tertulis di dalam buku "Evolusi Reproduksi Manusia".

Berikut adalah kutipan-kutipan yang menurut saya menarik dari buku setebal 209 halaman ini:

Bab 1: Hewan dengan Kehidupan Seks Paling Aneh

"Semua ciri seksualitas manusia--kemitraan seksual jangka panjang, menjadi orangtua bersama-sama (coparenting), hidup berdekatan dengan pasangan seksual lain, bercinta tak di depan umum, ovulasi tersembunyi, kesediaan seksual terus-menerus pada perempuan, berhubungan seks untuk kesenangan, dan menopause pada perempuan--membentuk apa yang kita selaku manusia anggap sebagai seksualitas normal. ... Berdasarkan standar 4.300 spesies mamalia lain di dunia, dan bahkan berdasarkan standar kerabat kita yang paling dekat, kera besar (simpanse, bonobo, gorila, dan orangutan), kitalah yang menyimpang." (halaman 9)

"Perubahan gaya hidup dan batasan warisan apa saja yang telah membentuk evolusi seksualitas kita yang aneh ini?" (halaman 19)


Bab 2: Perseteruan Antarjenis Kelamin

"Anatomi, fisiologi, dan naluri yang mendasari pengasuhan seluruhnya terprogram secara genetis melalui seleksi alam." (halaman 24)

"Gen-gen yang menghasilkan struktur anatomis atau naluri tertentu yang paling mungkin menjamin kelangsungan hidup keturunan yang membawanya akan cenderung meningkat frekuensinya." (halaman 25)

"...dalam perkara perseteruan antarjenis kelamin, seksualitas manusia tidak aneh. Seksualitas manusia menyerupai seksualitas banyak spesies hewan lain yang keturunannya adalah hasil pembuahan internal dan memerlukan pengasuhan dua induk." (halaman 50)

"Ketiga faktor tersebut--perbedaan investasi wajib antarjenis kelamin, kesempatan lain yang hilang karena mengasuh anak, dan keyakinan mengenai status sebagai induk--berpadu menjadikan laki-laki lebih cenderung untuk menelantarkan pasangan dan anaknya ketimbang perempuan." (halaman 55)

"Bayi manusia selalu perlu diasuh dua induk, ... untuk meningkatkan kemungkinan anak-anak itu bertahan hidup." (halaman 56)


Bab 3: Mengapa Laki-laki Tidak Menyusui Bayi? (Tak Berevolusinya Laktasi Laki-laki)

"Hewan betina, tetapi tidak hewan jantan, telah mengalami seleksi alam untuk memproduksi susu selama puluhan juta tahun." (halaman 87)


Bab 4: Bukan Waktunya Bercinta (Evolusi Seks Rekreasional)

"... suatu ciri yang punya satu fungsi pada hewan bisa mulai melakukan fungsi lain pula, dan akibatnya menjadi termodifikasi, dan bahkan mungkin kehilangan fungsi aslinya. Konsekuensinya adalah seringnya permunculan kembali adaptasi-adaptasi serupa, dan seringnya terjadi kehilangan, perubahan, atau bahkan pembalikan fungsi selagi makhluk hidup berevolusi." (halaman 124-125)

"... ciri-ciri biologi reproduksi--seperti ovulasi tersembunyi, ovulasi yang ditunjukkan secara terang-terangan, monogami, harem, dan promiskuitas--telah berulang-ulang mengalami alih fungsi dan berubah menjadi yang lain, dimunculkan kembali, atau hilang." (halaman 125)


Bab 5: Apa Gunanya Laki-laki? (Evolusi Peran Laki-laki)

"... pertanyaan apa gunanya laki-laki terus menjadi perdebatan dalam masyarakat kita dan juga di antara ahli antropologi." (halaman 146)


Bab 6: Mendapat Lebih dengan Mengurangi (Evolusi Menopause Perempuan)

"... seleksi alam mengatur investasi relatif kepada perbaikan dan reproduksi untuk memaksimalkan pewarisan gen kepada keturunan." (halaman 161)

"... selagi seorang perempuan menua, dia dapat melakukan lebih banyak hal untuk meningkatkan jumlah orang yang membawa gennya, dengan mengasuh anaknya yang telah lahir, cucu potensialnya, dan kerabat lainnya, ketimbang menghasilkan anak lagi." (halaman 165)


Bab 7: Kebenaran dalam Iklan (Evolusi Sinyal Tubuh)

"... ornamen seksual punya dua fungsi: untuk memikat calon pasangan dari lawan jenis, dan untuk menunjukkan dominasi terhadap saingan berjenis kelamin sama. ... kita manusia masih membawa warisan evolusi vertebrata selama ratusan juta tahun yang terukir dalam seksualitas kita. Baru akhir-akhir ini sajalah kesenian, bahasa, dan budaya kita menjadi lapisan baru di atas warisan itu." (halaman 204)

💑

Selama membaca buku ini, saya bertanya-tanya bagaimana proses seleksi alam dan evolusi itu berlangsung. Tahap-tahap detailnya seperti apa. Lalu sadar-sadar sendiri sambil bergumam "Pantas saja cabang ilmu ini dinamakan Teori Evolusi." Kita tidak bisa melakukan eksperimen di laboratorium untuk melihat bagaimana evolusi berlangsung, karena evolusi berjalan sepanjang hidup umat manusia. Usia kita terlalu pendek untuk bisa melihat evolusi berjalan. Namun, para ilmuwan yang berkompeten di bidangnya bisa menyusun teori evolusi dengan metode-metode yang mereka ketahui, salah satunya yang masih saya ingat adalah analogi.

Tujuan saya menulis tulisan ini adalah untuk mengingat apa yang menurut saya menarik dari buku Evolusi Reproduksi Manusia. Jika ada yang ingin mengutip kalimat-kalimat Jared Diamond yang sudah saya tulis, mohon untuk tidak semata-mata menjadikan blog ini sebagai sumber utama. Mohon untuk dapat membaca bukunya secara langsung. Oke? Sip!

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~~~


*

2 comments :

  1. Jaman kelas 2 SMA materi biologi yang sering dibahas di kelas ada reproduksi manusia. Kebetulan gurunya adalah wali kelas sendiri sehingga lebih menyenangkan ketika membahasnya. Jaman segitu masih sering penasaran dengan hal itu.

    Banyak ilmuwan yang bilang kalau puting laki-laki itu jadi organ tubuh yang belum diketahui kegunaannya. Laki-laki punya puting susu, tapi tidak menghasilkan air susu dan tidak bisa menyusui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dipahami, dan sekalian dapat sex education. Iyaaa, terus aku tiba-tiba inget (entah dari pernah baca atau muncul sendirinya dengan random dari kepala), apakah fungsi puting mamalia jantan hanya sebagai ornamen atau hiasan? Gitu sih, karena kalo bayangin gak ada puting susunya ya aneh juga😅

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Back to Top