September 3, 2019

Movies I've Watched on My-Recent-Hectic-Days

pixabay.com

Masih mensempat-sempatkan diri untuk nonton banyak film di sela-sela hari yang sibuk supaya tetap waras. Film-film di postingan ini urutannya berdasarkan waktu nonton dari awal bulan sampai akhir bulan Agustus. Selamat membaca!

Maleficent (2014)
Dulu saya nggak ada niatan sedikit pun untuk nonton film ini soalnya waktu baca-baca artikel terkait film ini, 'Maleficent' adalah live action dari 'Sleeping Beauty' dengan sudut pandang villain. Aneh aja rasanya.

Sampai akhirnya nonton trailer 'Maleficent: The Mistress of Evil' dan...bagus! Penasaran nanti Oktober pingin nonton sekuel ini. Maka dari itu mau nggak mau harus nonton film pertamanya dong biar nggak blank di bioskop. Jadi akhirnya saya nonton 'Maleficent'.

Berbeda dengan versi kartun 'Sleeping Beauty', Maleficent di film ini digambarkan sebagai peri yang bijaksana penjaga dunia makhluk-makhluk ajaib. Maleficent ini aslinya baik tapi karena dijahatin duluan sama seorang manusia, makanya dia jadi jahat. Jahat di sini tuh karena dia pingin melindungi apa yang dia punya, yaitu dunia ajaib tadi dan hatinya yang terluka.

Walaupun tokoh utamanya adalah Maleficent, Aurora sang putri tidur juga masih diceritakan di film ini. Penggambarannya agak mirip lah ya dengan versi kartunnya biarpun nggak 100% sama.

'Maleficent' mendobrak konsep mainstream fairy tale tentang ciuman dan cinta sejati. Film ini jadi film Angelina Jolie pertama yang saya tonton hahaha. Dan agak kaget juga ternyata tante Angie kalau teriak kenceng juga ya hehehe. Elle Fanning jadi Aurora, cantik banget astagaaa kayak boneka.


Dumbo (2019)
'Dumbo' yang ini adalah live action dari film animasi 'Dumbo' yang rilis tahun 1940an. Bisa saya bilang versi live action ini jalan ceritanya fifty-fifty. Maksudnya paruh pertama merupakan wujud nyata dari versi kartun 'Dumbo' minus tikus yang bisa ngomong tentu saja, sedangkan paruh kedua menceritakan perjalanan baru Dumbo di dunia sirkus dengan penyesuaian adab masa kini yang anti eksploitasi hewan. Gelap sis nuansa filmnya karena Tim Burton jadi salah satu tim yang menggarap film live action ini.


The Hate U Give (2018)
Nonton film ini atas rekomendasi kak Eya karena waktu bergosip saya lagi suka banget ngomongin pasangan beda ras yang cowoknya putih dan ceweknya hitam. And I didn't regret at all watching this movie. Cerita cinta beda rasnya manis banget huhuhu walaupun hanya ditampilkan sebagai selingan.

Poin utama film ini tentu saja tentang rasisme. Bahwa rasisme ini akan merugikan siapapun yang terlibat di dalamnya. Rasisme dan kekerasan yang mengikutinya bisa dihilangkan dengan usaha dari dua belah pihak. Dalam film ini tentu saja dari ras kulit putih dan intern ras kulit hitam sendiri. A very good movie!


Fast Girls (2012)
Waktu nonton film ini rasanya jiwa kompetitif saya jadi bangun dan menggebu-gebu. Seru banget nontonnya sampai ikut deg-degan dan pingin rajin olahraga biar punya badan kayak atlet lari hahaha.

Film ini menceritakan perjalanan seorang gadis Inggris yang berjuang demi mewakili Inggris di Olimpiade cabang olahraga lari estafet. Tentu saja disertai dengan drama keluarga, persaingan dengan atlet yang punya orang dalam, dan cinta-cintaan. Salah satu atlet di sini ada yang udah ibu-ibu beranak satu. Hebat banget!


Kim Possible - A Sitch in Time (2003)
Bela-belain nonton Kim Possible gara-gara waktu kecil dulu jatuh cinta sama serialnya yang nggak sengaja saya tonton waktu bangun kepagian di hari Minggu hehehe. Ada tiga film kartun Kim Possible yang saya tonton bulan kemarin salah satunya yang 'A Sitch in Time' ini.

Ceritanya tentang mesin waktu gitu deh. Side kick Kim yang bernama Ron secara tiba-tiba pindah ke benua Eropa bersama orang tuanya. Ron ini kayaknya tajir melintir banget soalnya suka terbang dari Eropa ke Amerika dan Australia segera setelah Kim membutuhkannya untuk membantu melawan musuh-musuh.

Shego tampil sebagai tokoh yang nggak bisa diremehkan di film ini. Dia ini ceritanya ngeladenin bos cowoknya dan dua anak buah bosnya yang dua-duanya cowok juga. Tapi mereka bertiga ini kayak nggak pinter gitu lho. Jadilah Shego bertaktik sendiri tanpa sepengetahuan tiga laki-laki itu.

Nggak hanya pindah ke masa depan, pindah ke masa lalu ketika Kim masih playground pun dijabanin sama musuh-musuhnya. Musuh-musuhnya ini tujuannya apa sih? Tentu saja menguasai dunia. Kalau buat saya sendiri filmnya bukan film yang runut dan sistematis kayak film Harry Potter 3 misalnya yang sama-sama time turner. Kerunutan dan ke-mindblowing-an pindah-pindah masa kayaknya nggak terlalu dipikirin oleh pembuat film ini.


Kim Possible - The Secret File (2003)
Film ini isinya tiga film pendek. Ada yang Kim liburan di gunung bareng teman-teman sekelasnya dan orangtuanya ikut, nah yang dua lagi saya lupa hahaha. Seperti yang sudah menjadi ciri khas Kim Possible, cerita yang ditampilkan di film ini nggak hanya cerita membasmi kejahatan tapi juga drama ala anak remaja SMA tentang cinta dan teman yang julid.


Kim Possible - So the Drama (2005)
Dari ketiga film animasi Kim Possible yang saya tonton, inilah satu-satunya film yang menampilkan Kim pacaran. Ada seorang cowok yang naksir Kim dan membuat posisi Ron terancam. Ron ini merasa kalau Kim jadi nggak perhatian lagi dengan hubungan persahabatan mereka. Hahaha saya bisa ngerti perasaan Ron wkwk.

Jalan cerita film ini termasuk yang plot twist. Errr...dua film kartun sebelumnya juga plot twist sih, tapi yang 'So the Drama' ini jadi yang paling sistematis alur ceritanya. Setelah nonton tiga film kartun Kim Possible yang rilisnya di awal 2000an saya baru sadar kalau isu girl power udah dari dulu dikampanyekan oleh film-film Amerika. Kirain baru-baru ini aja hehehe.


Kim Possible (2019)
Nah kalau yang ini versi live action dari seri animasinya. Untuk yang nggak familiar dengan versi animasinya, jangan khawatir karena tokoh-tokoh yang ada dikenalkan kembali background hidupnya seperti apa. Alat-alat yang digunakan juga jadi lebih canggih menyesuaikan perkembangan zaman. Ceritanya di film ini Kim baru masuk SMA.

Menurut saya versi live action ini agak aneh sih tapi anehnya saya menikmatinya hahaha. Anehnya gimana? Yaaa kayak Kim tuh jadi kelihatan ribet sendiri di dunianya sendiri. Orang-orang lain di sekitarnya nggak peduli walau dia membasmi kejahatan. Malah papa dan kedua adik laki-laki kembarnya dengan santai melepas kepergian Kim waktu dia pamit mau duel sama Shego.

Btw Shego di sini cantik banget asli. Terus yang jadi Ron suaranya plek ketiplek dengan suara di versi animasinya. Harusnya bagus tapi karena yang lain suaranya biasa aja jadinya agak aneh wkwk I'm sorry.


Plus One (2019)
Ceritanya ada dua teman, satu laki-laki dan satu perempuan, yang sama-sama masih single. Yang perempuan ini ada dalam fase sakit hati putus cinta dari pacar sebelumnya. Yang laki-lakinya masih dalam proses mencari tambatan hati. Mereka berdua sering banget pergi berdua di acara nikahan temen-temennya.

Tanpa mereka sadari keduanya jadi saling suka. Namun mereka nggak yakin apakah rasa suka itu murni suka atau hanya karena kesepian nggak ada pasangan kekasih.

Jangan dibayangkan film ini mellow ya hahaha. Tokoh perempuannya tuh slengekan, easy going, ogah ribet, dan ceplas-ceplos. Kalau tokoh laki-lakinya agak menahan-nahan diri. Saya suka banget sama tokoh perempuannya hahaha. Tonton deh, lumayan buat hiburan. Sinematografinya bagus.


The Great Hack (2019)
Film ini dikemas dengan model dokumenter dan mengambil topik politik serta kebocoran data digital. Serem banget ternyata dampak dari data diri digital yang bocor ini, bahkan bisa sampai dimanfaatkan untuk kampanye politik dan memetakan peta suara. Efeknya sampai segede itu, sampai ke pimpinan tertinggi negara. Habis nonton film ini saya jadi lebih jeli lagi baca syarat dan ketentuan kalau mau pasang aplikasi di hape.


The Curse of La Llorona (2019)
Film horor yang merupakan bagian dari Conjuring Universe. Tapi nggak seekplisit itu menerangkan kalau film ini adalah bagian dari universe itu. Mungkin akan ada lagi film-film lain yang akan menghubungkan benang merah 'The Curse of La Llorona' dengan film-film Conjuring Universe lainnya.

Ceritanya ada seorang wanita cantik yang punya keluarga bahagia. Suatu hari wanita itu membunuh kedua anak laki-lakinya dengan cara ditenggelamkan. Setelah sadar bahwa kedua buah hatinya meninggal, dia bunuh diri. Arwahnya masih ada di dunia untuk mencari anak laki-laki guna mengembalikan kedua anaknya sendiri yang dia bunuh. Apa alasan wanita ini sampai bertindak begitu? Tonton aja filmnya. Kalau saya jabarin jadinya malah spoiler.


Shrek (2001)
Nonton film ini dan sekuel-sekuelnya karena gabut sih hahahaha. Eh nggak nyangka ternyata filmnya bagus juga, pantesan dulu kok sampai produk Oreo bikin edisi khusus Shrek.

Komedinya dapet, jalan cerita yang runut dapet, dan "ejekan-ejekan" ke dongeng mainstream-nya Disney juga dapet hahaha. Menurut saya film Shrek beserta sekuel-sekuelnya ini tuh banyak mengambil ide dari dongeng-dongeng itu untuk digabungkan jadi satu tapi tokoh utamanya DreamWorks sendiri yang menciptakan (yaitu Shrek dan Putri Fiona).

DreamWorks sukses menampilkan dan menciptakan dunia dongengnya sendiri dengan tokoh utama yang tidak tampan dan tidak cantik kalau dibandingkan dengan pangeran dan putri-putri Disney. Film Shrek banyak banget memberikan pesan untuk penonton bahwa don't judge a book by it's cover. Untuk menghakimi suatu buku, orang harus membacanya dulu.


Shrek 2 (2004)
Di film kedua Shrek dan Fiona pergi berkunjung ke istana ayah dan ibu Fiona. Semua rakyat kaget begitu melihat fisik putri raja dan "pangeran" yang telah menyelamatkannya dari kastil yang dijaga naga (naganya punya anak sama keledai temennya Shrek btw HAHAHAHAHA KURANG ABSURD APA COBA).

Shrek jadi minder, dia ingin membuat Fiona tidak tampak buruk dan disukai warganya. Jadi dia minta seorang ibu peri untuk memberinya ramuan ganteng. Nggak memberi sih, Shrek mengambil paksa dari pabrik ibu perinya. Ibu peri ini nggak sebaik ibu peri di animasi Disney. Ingat ini adalah antidote dari dongeng-dongeng Disney.

Intinya Shrek dan Fiona jadi manusia biasa di film ini. Saya lebih suka mereka jadi manusia btw daripada jadi ogre hehehe. Tapi yhaaa nggak jadi film dong nanti kalau nurutin maunya saya.


Shrek the Third (2007)
Anak ibu peri menuntut balas di sekuel ketiga. Tbh sekuel ini jadi yang paling nggak saya favoritkan. Agak bosen nontonnya karena nggak seseru yang pertama dan kedua. Saya lupa film ketiga ini jalan ceritanya kayak apa hahaha. Hmmm...kalau nggak salah sih tentang petualangan Shrek mencari sepupu Fiona yang nantinya bakal jadi penerus tahta di kerajaan Far Far Away. *blogger macam apa ini*


Shrek Forever (2010)
Sekuel terakhir dari kehidupan rumah tangga Shrek dan Fiona. Ceritanya mereka udah punya tiga orang anak. Terus Shrek kena baby blues jadi dia merindukan hidupnya dulu waktu masih sendiri.

Momen ini dimanfaatkan oleh seseorang yang menaruh dendam kepadanya. Shrek diberi tawaran untuk kembali ke masa lalu dengan menandatangani selembar surat kontrak. Orang yang ngasih tawaran ini licik banget btw, dia berambisi sekali untuk menjadi penguasa negeri Far Far Away.

Fiona di film ini jadi beda banget sama Fiona yang sebelum-sebelumnya. Top banget dia jago berantem. Selama nonton film-film Shrek ini saya terhibur sekali. Nggak rugi nonton semuanya hehehe, telat ya.


Parasite (2019)
WAJIB BANGET NONTON 'PARASITE' BUAT YANG BELUM NONTON!!!

Udah itu aja.

.

.

.

Hahaha nggak deng.

Film Korea ini udah terkenal banget beberapa waktu lalu diomongin di jagad twitter. 'Parasite' diganjar penghargaan tertinggi(?) di ajang Cannes. Nggak heran sih.

Sinematografinya bagus, jalan ceritanya nggak mudah ditebak tapi nggak bikin bingung, mindblowing deh pokoknya. Sepertiga pertama masih ketawa-ketawa dengan jokes yang ditampilkan walaupun dark jokes. Sisanya siap-siap aja untuk tegang dan nggak nyaman tapi penasaran dengan apa yang terjadi setelahnya.

Buat yang belum nonton film ini jangan cari spoiler soalnya tau detil-detil terlalu banyak sebelum nonton malah jadi nggak asik. Intinya film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang bekerja di rumah sebuah keluarga kaya raya. Bekerjanya nggak bekerja yang biasa, mereka jadi parasit yang memanfaatkan kemewahan keluarga itu. Kalau nonton film ini sampai selesai tuh kayak nggak bisa nyalahin siapa-siapa.


The Hustle (2019)
Film yang katanya kak Teppy diambil oleh Anne Hathaway karena dia gabut hahahaha. Receh banget filmnya. Receh yang murah gitu tapi buat saya masih menghibur. Anne Hathaway jadi penipu ceritanya, terus ketemu sama penipu lain, terus mereka saingan. Tonton aja kalau lagi gabut juga. xD


Hotel Mumbai (2018)
Haduuuh nonton film ini siap-siap aja jantung yang kuat!!! Gilaaa dari menit kesepuluh awal aja udah dibuat tegang karena tembak-tembakan hadoooh. Saya sampai pause beberapa kali soalnya kebawa suasana mencekam filmnya.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di sebuah hotel mewah. Sekelompok anak muda dengan alasan agama menembaki orang-orang yang mereka anggap tidak sepaham dengan mereka. Anak-anak muda ini datang dari kampung, nggak punya uang, dan nggak pandai berbahasa Inggris. Mereka dikomando lewat handie talkie oleh seorang laki-laki yang mereka panggil brother.

Sumpah ya saya kzl banget waktu mereka nyebut-nyebut nama Allah. Saya tuh kayak yang...astaghfirullah jangan bawa-bawa Tuhan gue ya kalo lo bunuh-bunuh orang kayak gitu. In the end, pembuat film ini nggak ada maksud memojokkan salah satu agama. Dan kalau saya pikir-pikir ya iya juga. Tonton deh biar tau maksudnya. Jangan tinggalkan bagian akhir yang sudah menjadi ciri khas film yang diangkat dari kisah nyata, yaitu deskripsi keadaan hotel, korban, dan tersangka pasca tragedi mengerikan itu.


Friend Zone (2019)
BAIFERN GILAAA CANTIK BANGET!!! Dia aktris paling cantik se-Thailand pokoknya nggak ada yang ngalahin!!! Untuk pertama kalinya sejak selesai nonton 'A Little Thing Called Love' bertahun-tahun lalu akhirnya saya ikhlas Baifern main film selain dengan Mario Maurer HAHAHAHAHAHA.

Baifern ceritanya jadi cewek bernama Gink. Gink ini disukain sama temen sekolahnya yang bernama Palm. Tapi cinta Palm ini bertepuk sebelah tangan sampai mencapai sepuluh tahun lamanya dan yaaa tentu saja dia tetap setia~~~

DIMANAKAH DI MUKA BUMI INI BISA KUTEMUKAN PRIA GANTENG SEPERTI PALM??!

Kalem sis kalem. Sing tenang ojo goyang.

Ehem.

Film ini kocaknya, gemes-gemesnya, sampai sedih-sedihnya dapet. Mba Baifern aduuuh nggak tega saya mbaaa lihat mba nangis huweee. Masih cantik sih as always. A must watch romcom movie! Nggak kayak 'Brother of the Year' kok, tenang saja. Penonton akan dihibur hingga akhir.


Green Book (2018)
Saya kira film ini bakalan berat dan serius, ternyata enggak. Lebih santuy daripada yang saya bayangkan. Film ini berdasarkan kisah nyata. Jadi jangan lewatkan deskripsi tokoh-tokoh nyatanya di akhir film.

'Green Book' menceritakan seorang laki-laki yang nggak suka sama orang kulit hitam tapi malah bekerja jadi sopir artis orang kulit hitam. Film ini mengambil latar waktu tahun 1960an di Amerika Serikat. Waktu dimana ras kulit hitam menjalani hidup yang nggak mudah. Mereka mendapat perlakuan rasis.

Tokoh utama yang artis kulit hitam ini malah serba salah. Sama orang kulit putih dipandang sebelah mata, sama orang kulit hitam nggak terlalu diterima karena penampilannya nggak seperti orang kulit hitam pada umumnya. Jiwanya kesepian huhu. Makanya deh yang namanya rasis tuh dimana-mana salah.


Pertanyaan sebagai penutup postingan: udah nonton mana aja dan mau nonton yang mana habis baca postingan ini? :p


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

4 comments:

  1. Kamu kok sempet banget nonton film segini banyaaak?? Belakangan ini aku belum nonton film lagi nih, baca buku juga lagi jarang huhu dari sekian yang kamu sebutin yang pernah aku tonton Maleficent doang, itu pun karena Elle Fanning-nya cakeppp banget astagaa. Plotnya sih bagus ya, cuma rada bingung aja kok Disney tumben banget bikin karakter jahat jadi ada sisi baiknya gitu hahaha

    Hotel Mumbai sama Parasite pengen nonton banget tapi takuttt T_T *cemen*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk padahal bilangnya hectic day tapi masih sempet nonton, disempet-sempetin ini soalnya hiburan agar tidak sepaneng huhu

      aku juga nggak sempet baca buku ci janeee, sedih hati padahal ada beberapa buku yang belum dibaca :(

      makanya ituuu aku awalnya sangsi mau nonton maleficent, kayak yang nggak terbiasa dengan live action tapi nggak yang kayak versi cinderella atau beauty and the beast hehehe

      AYO CI JANE SEMANGAT NONTON DUA FILLM ITU!!! AKU MENDUKUNGMU!!

      Delete
  2. Penasaran dengan green book 😄. Nice review deh kak, bikin semangat bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih💜 green book bagus kok dan menghibur

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.