September 19, 2019

Midsommar (2019): Too Weak to Watch the Unedited


Awalnya saya nggak ada rencana nonton film ini. Jadi hari-hari sebelum nonton ya bodo amat baca dan dengerin review maupun spoiler dari beberapa sumber. Pertama dari blog Niken Bicara Film, kedua dari podcast Showbox ft. kak Teppy, dan ketiga dari tirto.id.

Kemudian secara mendadak ada temen yang ngajak nonton, yaudah cus berangkat hahaha. Untung udah baca dan dengerin ketiga sumber tadi. Jadinya udah bisa antisipasi sama adegan-adegan yang ada di filmnya. Saya penakut btw jadi kalau mau nonton film horor di bioskop wajib baca spoilernya biar nggak terlalu kaget.

Saya akan menuliskan beberapa opini dan kesan tentang film ini menurut kacamata saya pribadi tentu saja. Nulisnya pakai poin biar mudah.
  1. Visualisasi alam di film 'Midsommar' cantik banget, warna-warni, dan terang benderang. Sebagai pecinta hal-hal seperti ini tentu saja mata saya sangat dimanjakan sekali. Kalau nontonnya di laptop kayaknya bakal kurang greget.
  2. Alurnya lambat tapi bisa saya nikmati setiap detiknya sambil mengamati keseluruhan layar mencari detil-detil lukisan yang kabarnya penting. Kenapa penting? Karena lukisan-lukisan yang ada ini menggambarkan cerita selanjutnya.
  3. Karena sudah baca dan dengerin ketiga sumber yang saya tulis di awal postingan tadi, saya jadi nggak terlalu bingung dengan jalan ceritanya. Nggak marah-marah ngatain filmnya nggak jelas hahaha. Serta tentu saja excited menunggu adegan selanjutnya (akan seperti apa perwujudannya) setiap satu adegan selesai.
  4. Musik-musik yang dipakai di film ini nggak terlalu bikin saya terintimidasi sih, bisa jadi karena udah baca major spoiler 'Midsommar'.
  5. Film ini sangat bersih dan kering dalam menampilkan darah. Bersih dan kering di sini artinya darahnya nggak yang muncrat berantakan meluber kemana-mana sampai bikin mual. Hal ini mungkin karena banyak adegan yang disensor. Pokoknya buat saya yang mudah jijik dan trauma nggak nafsu makan ini film 'Midsommar' versi edited sangatlah aman untuk ditonton (dengan catatan menutup sebagian pandangan saat adegan terjun dari tebing dan pembersihan organ dalam beruang wkwk).
  6. Saya hampir nangis waktu adegan Dani (pemeran utama perempuan) nangis sejadi-jadinya karena kehilangan orang-orang yang dia cintai. Dia itu nangisnya udah yang bener-bener sampai dada sakit kayaknya. Nggak tega dengernya ya ampun. T_____T
  7. Keadaan hidup dan kondisi kesehatan mental Dani ini sungguh mengundang iba dan empati hamba. Berat amat beban hidupnya ya Allah. T_____T
  8. Ekspresi wajah orang-orang Harga di Halsingland (terutama tetua-tetuanya) creepy huhu, senyum sih tapi senyumnya menyimpan sejuta misteri. Belum lagi adat dan tata cara ritual yang mereka lakukan.

'Midsommar' memang nggak menyajikan jumpscare yang bikin jantung copot, teror di film ini lebih mengarah ke sisi psikologis yang nonton. Teman saya kayaknya nggak baca spoilernya dulu sebelumnya, jadi dia lebih trauma gitu pikirannya daripada saya. 😅


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

No comments:

Post a Comment

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.