March 3, 2026

My Opinion About These Movies and Series

Awal tahun ini aku kembali langganan N untuk nonton satu tayangan yang lagi rame-ramenya pada waktu itu. Aku buru-buru subscribe supaya bisa nonton tayangan tersebut karena khawatir keburu di-take down, walaupun yaaa kecil kemungkinannya sih untuk diturunkan mengingat N adalah sebuat platform global. Pokoknya waktu itu aku berpikir harus cepat-cepat nonton sebelum hal-hal yang tidak diinginkan dilakukan terhadap tayangan tersebut.

Tayangan apa sih? Itu loh Mens Rea (2025). Sebuah stand up comedy yang dilakukan oleh komika Pandji Pragiwaksono. Aku menikmati sekali menonton tayangan tersebut karena isinya menghibur dan memuat literasi politik. 

Dari tayangan tersebut aku mengetahui ada kasus Teddy Minahasa. Sebagai WNI, aku harap tayangan yang berisikan pengetahuan politik dan kritik terhadap kebijakan publik seperti Mens Rea ini tidak dipidanakan. Kan kita hidup di negara demokrasi, bukan negara otoriter.

Next, film zombi dalam negeri yang tidak lain dan tidak bukan adalah Abadi Nan Jaya (2025). Seneng banget nontonnya karena akhirnya Indonesia punya film zombi sendiri yang kualitasnya bagus. Adegan dan tempatnya tuh beneran kearifan lokal banget. Selama nonton aku sambil membatin, "Begini kali ya rasanya kalau orang Amerika atau orang Korea nonton film zombi yang diproduksi oleh warganya sendiri." Lebih nyambung gitu lho dengan budaya yang ada di sekitar. Tonton deh yang belum nonton.

Another film dalam negeri bagus yang aku tonton dari N adalah Sore: Istri dari Masa Depan (2025). Genrenya fiksi ilmiah ya ternyata. Awalnya seru nonton Sore yang serba tahu dengan kehidupan Jonathan. Lama-lama seiring dengan berjalannya cerita, ikutan capek membayangkan bagaimana usaha Sore yang berkali-kali mengajak Jonathan untuk hidup sehat tapi Jonathannya nggak mau. Gila sih Sore sabar banget. 😭 Memang ya manusia itu tidak akan berubah kalau tidak dari keinginannya sendiri.

Selanjutnya adalah film animasi nasional yang mencetak rekor penonton tertinggi pada masa tayangnya, yaitu Jumbo (2025). I really appreciate the animation, bagus dan nggak kalah dengan animasi produksi studio besar luar negeri. Seneng banget nonton tokohnya ngomong dengan mulut yang mangapnya sama dengan bahasa yang mereka ucapkan. Tapi dari segi cerita menurutku nggak terlalu wah, malah aku bingung ceritanya mau fokus ke mana. Ke hantu atau ke keluarga.

Oke sekarang bahas serial lokal, akhirnya aku nonton semua season Arab Maklum (2023, 2024, 2025). Ada tiga season, season pertama fokus ke satu keluarga Arab, season dua fokus ke liburan keluarga Arab ke Bali, dan season tiga fokus pada percintaan adik pemeran utama. Arab Maklum ini genrenya komedi dan berhasil membuat aku tertawa-tawa nontonnya. 

Nontonnya nggak perlu pakai mikir, tahu-tahu habis aja satu episode. Yang nggak aku suka dari serial ini tuh ada satu tokoh yang buset kalo ngomong kenceng banget sampai harus menurunkan volume, hahaha. Selain itu ada beberapa yang bikin aku nggak nyaman sih, seperti stereotip tentang janda. Bercandaannya terkadang masih seksis.

Lanjut ke film luar negeri. Pertama, film dari Thailand yang berjudul How to Make Millions Before Grandma Dies (2024). Dulu sempet ada keributan ya tentang film ini, ada yang pro terhadap cucu sang grandma dan ada yang kontra. Aku bukan tim keduanya karena nonton film ini hanya untuk memuaskan rasa penasaran belaka.

Aku nonton film ini dulu di ruang publik dan langsung cut di tengah-tengah film karena melihat adegan mengumpulkan rambut rontok. Dah lah kalau nonton film ini memang harus di ruang privat karena pasti ada nangis-nangisnya. Kasihan banget grandma tokoh utama karena dia korban dari pola asuh patriarkis. 😭

Lanjut ke film barat yang judulnya People We Meet on Vacation (2026). Udah lama nggak nonton film romcom ringan kayak gini. Nontonnya nggak pakai mikir, cukup menikmati jalan cerita dan color tone filmnya karena sangat warm di mata. 

Filmnya tentang apa? Tentang dua orang sahabat laki-laki dan perempuan yang tinggal berjauhan tapi tetap berlibur bersama tiap musim panas. Aku baru tahu kalau film ini diangkat dari sebuah novel karya Emily Henry dengan judul yang sama. Jadi pingin baca novelnya. Kamu udah pernah baca belum?


*

No comments :

Post a Comment

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.

Back to Top