September 14, 2021

Curhatan Penonton Paralimpiade Tokyo 2020


Setelah lebih dari sebulan lalu menulis tentang Olimpiade Tokyo 2020, sekarang giliran menulis tentang Paralimpiade Tokyo 2020. Inti tulisannya tetap sama, yaitu curhat. πŸ˜‚ Terima kasih kepada Saudara Rivai atas ide judul di kolom komentar postingan tentang Olimpiade, kepake nih sekarang di postingan ini. 😝

Seperti Asian Games dan SEA Games, Olimpiade juga memiliki gelaran ajang olahraga untuk atlet-atlet disabilitas. Kalau Asian Games dan SEA Games untuk atlet disabilitas namanya adalah Asian Para Games dan ASEAN Para Games, kalau Olimpiade untuk atlet disabilitas ini namanya Paralimpiade (dalam bahasa Inggris disebut Paralympics). Para games ini dilaksanakan setelah acara untuk atlet-atlet non-disabilitas berakhir.

Para games pertama yang saya tonton adalah Asian Para Games 2018. Waktu itu inget banget nontonnya para badminton ketika Ukun Rukaendi dan Leani Ratri Oktila/Hary Susanto bertanding. Ternyata Asian Para Games ini nggak kalah seru dengan Asian Games. Oleh karena itu, saya nggak mau ketinggalan Paralimpiade tahun ini.

Informasi yang saya dapat dari cuitan seseorang, Paralimpiade ini ditayangkan di YouTube resmi Paralympics. Wah seneng banget dong karena aksesnya mudah. Beneran, tanggal 25 Agustus memang ditayangkan di YouTube resmi Paralympics. Waktu itu saya nonton para swimming dan baru ngeh dengan kode-kode kategori tiap pertandingan. Kode-kode tersebut contohnya S1, SB11, dan SM14.

Sebelum nonton Paralimpiade ini, saya clueless di Asian Para Games 2018. Pokoknya waktu nonton hanya lihat atletnya disabilitas fisik seperti apa. Misalnya Ukun Rukaendi yang disabilitas di kaki, mainnya setengah lapangan, langsung mikirnya "oh ini buat yang kakinya memiliki keterbatasan seperti itu", gitu. Eh ternyata lebih kompleks daripada pemikiran tsb. Ada satu website yang menjelaskan kategori-kategori para games ini. Penjelasannya lengkap banget pakai gambar. Kalau tertarik coba intip Lexi Global Sports.

Lanjut tanggal 26 Agustus, masih lancar nonton berkuda. Begitu YouTube saya muat ulang...langsung ada tulisan "The uploader has not made this video available in your country". KZL! πŸ˜‚ Pikiran cetek ketika emosi langsung mikir: wah apakah ini yang dinamakan diskriminasi terhadap dunia ketiga? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Untung nggak ngetwit kayak gitu, karena ternyata geo block tersebut terjadi karena platform Vidio memiliki hak siar Paralimpiade Tokyo 2020.

Udah hilang dong sebelnya karena tahu alasannya? Tentu saja tidak. πŸ˜‚ Masih tetep kzl sama Vidio karena dia ngambilnya nggak semua cabang olahraga, yang diambil hanya cabang-cabang yang ada atlet Indonesianya. Padahal kan saya pingin nonton semua cabang huhu. Bete banget pokoknya, mana live streaming di website resmi Paralympics juga akhirnya diblok.

Sebete-betenya sama Vidio dan kekeuh nggak mau langganan, akhirnya nyerah juga di tanggal 27 Agustus. Saya iseng buka website Vidio untuk nonton atletik Men's 100m T37, karena ada Saptoyoga Purnomo lolos ke final. Ternyata bisa ya nonton walaupun nggak bayar hahaha, ada iklannya tapi. Sebagai anak yang terbiasa nonton iklan sejak kecil karena punya televisi tidak ber-remote, cincai lah kendala ini.

Waktu nonton Saptoyoga bertanding dan mendekati garis finis itu sumpah deg-degannya bukan main. Soalnya bedanya sama atlet yang finis keempat tuh tipiiiiiiiiiis bangettttt. Beda cuma 0.01 detik. Bayangin. Tapi yang namanya sudah rezeki ya tidak akan kemana, Saptoyoga dapat medali perunggu. Medali emas diraih pelari USA bernama Nick Mayhugh, sementara medali perak didapatkan atlet Rusia Andrey Vdovin.

Btw Nick Mayhugh ini masuk ke jajaran atlet yang prestasi oke, wajah juga oke. Dia mecahin world record dua kali. Waktu saya googling, nama lengkapnya Nicholas Mayhugh. Ingat siapa hayo? Tentu ingat Nicholas Saputra. πŸ˜‚ Kenapa ya atlet-atlet cakep yang ada di Olimpiade dan Paralimpiade ini nyambungnya ke Nicsap terus? Ran Takahashi malah mirip sama masa mudanya. Jangan-jangan ada perkumpulan rahasia orang-orang tampan sedunia dan ketuanya Nicholas Saputra. /plak/

Back to the Paralympics.

Nah, tanggal 28 Agustus nih baru lega. Nggak gondok lagi karena YouTube Paralympics membuka block untuk cabang-cabang olahraga yang hak siarnya nggak diambil Vidio dan Ochannel. Akhirnya bisa nonton triathlon~

Wah gila sih cabang triathlon ini. Atlet-atletnya harus bertanding di tiga macam olahraga sekaligus, yaitu renang 750 m, sepeda 20 km, dan lari 5 km. Bayanginnya aja udah mau pingsan. Hamba renang nggak ada 50 m aja udah capek di tengah jalan, lari 5 km aja udah ngos-ngosan. Lha ini di-combine sekaligus dan nggak ada jeda. Atlet triathlon ini stamina dan ketahanannya bener-bener luar biasa.

Saya lupa kelas apa di pertandingan para triathlon yang saya tonton kemarin. Yang jelas saya lihatnya ada atlet-atlet yang masih bisa berjalan tetapi kakinya ada yang sudah memakai kaki buatan, ada yang tangannya tidak dua, dan ada yang memakai kursi roda. Yang pakai kursi roda ini, begitu keluar dari air langsung digendong oleh timnya menuju kursi roda untuk lanjut ke sepeda yang dikayuh pakai tangan. Kemudian ketika lari, mereka memakai kursi roda kembali yang dijalankan dengan tangan. Kekuatan otot tangan dan tubuh bagian atas mereka benar-benar dimaksimalkan. Kagum banget pokoknya.

Cabang olahraga lain yang sempat saya saksikan di Paralimpiade Tokyo 2020 ini adalah tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, tenis kursi roda, basket kursi roda, dayung, balap sepeda, sepak bola (football 5-a-side), boccia, tenis meja, judo, voli duduk, goalball, dan badminton tentunya. Keterangan lebih lanjut tentang aturan masing-masing cabang olahraga silakan mengakses website Paralimpiade Tokyo 2020.

Nonton pertandingan yang pakai kursi roda kayak tenis dan basket ini bikin saya tercengang. Karena selain megang raket dan bola, atlet-atletnya juga harus menjalankan kursi rodanya. Atlet basket malah sampai muter dan agak sedikit lompat dengan kursi rodanya. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Di balap sepeda, ada kelas yang atletnya mempunyai keterbatasan penglihatan. Jadi saat bertanding, mereka didampingi oleh guide yang bisa melihat. Guide ini juga ada di pertandingan lari. Salut sih lihatnya, guide dan atlet harus bergerak seirama. Guide tidak boleh menarik atlet agar berlari lebih cepat. Saat pemberian medali, kabarnya sang guide juga ikut mendapat medali.

Di cabang tenis meja, ada satu atlet yang menjadi ikon. Beliau adalah Ibrahim Elhusseiny Hamadtou. Hamadtou bermain tenis meja menggunakan mulutnya. Beliau kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan kereta api saat berusia 10 tahun. Dari sini saya akhirnya tahu bahwa disabilitas atlet-atlet yang berkompetisi ternyata tidak hanya karena bawaan lahir, tapi juga karena kejadian tak terduga yang menimpa mereka setelah lahir.

Cabang voli duduk yang saya tonton hanya pertandingan final putri antara USA dan China. Keseruannya sama kayak nonton voli di Olimpiade. Pertandingan pada akhirnya dimenangkan oleh tim USA. Meskipun begitu, China dipastikan menjadi juara umum Paralimpiade Tokyo 2020 dengan raihan lebih dari 90 medali emas. Total medali yang dibawa pulang oleh China ada lebih dari 200 medali. Selamat!

Indonesia sendiri memboyong 2 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu (se-ASEAN peringkat tiga di bawah Thailand dan Malaysia). Medali emas diraih oleh Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dan Leani Ratri Oktila/Hary Susanto dari cabang para badminton. Medali perak didapatkan oleh Ni Nengah Widiasih atlet para lifting, Dheva Anrimusthi dan Leani Ratri Oktila dari para badminton kelas MS dan WS. Medali perunggu dipersembahkan oleh David Jacobs atlet tenis meja, Saptoyoga Purnomo atlet lari, Suryo Nugroho dan Fredy Setiawan dari cabang para badminton kelas MS dengan kategori disabilitas yang berbeda.

Leani Ratri Oktila kayak jadi ratunya para badminton nggak sih. Udahlah ada di peringkat satu dunia kelas WS, WD, dan XD. Dapat tiga medali lagi di Paralimpiade Tokyo 2020. And she's 30 years old.

Ngomong-ngomong soal usia atlet, banyak sekali atlet di Paralimpiade kali ini yang sudah lewat usia 20-an tapi semangat juangnya tetap luar biasa. Salah duanya ya atlet para badminton tanah air sendiri, Pak Hary Susanto usianya 46 tahun dan Pak Ukun Rukaendi 51 tahun. Bayangin Pak Ukun tuh kapan hari lawan atlet Inggris yang usianya 24 tahun. Kalau saya sih kayaknya udah pingsan di lapangan. :)

Yha mkax u gjd atlet. :))

Di perlombaan lari maraton juga ada atlet yang sudah berumur 66 tahun tapi masih ikut berlomba. Beliau adalah Mihoko Nishijima, dengan disabilitas yang disandang adalah vision impairment. Jadi larinya bersama seorang guide. Tahu hal-hal yang kayak gini tuh jadinya memacu semangat buat olahraga biar kalau tua nanti (kalau diberi umur panjang) bisa kayak nenek Mihoko Nishijima ini. πŸ’ͺ

Oh btw, sewaktu nonton final perebutan medali emas di para badminton WD rasanya nggak setegang kayak nonton XD. Waktu nonton Leani/Sadiyah rasanya kayak santai lah ini peluang menangnya besar karena skornya nggak kejar-kejaran ketat. Barulah pas nonton Leani dan Pak Hary lawan atlet Perancis, wah...udah deh deg-dengan dan tangan sampai dingin. Soalnya skornya deket banget dan kejar-kejaran dari awal. Bahkan di set pertama pasangan tanah air sempat tertinggal 12-16. Alhamdulillah bisa menyusul dan akhirnya menang dengan skor 23-21. Di set kedua juga gitu, menangnya 21-17.

Oh iya di para badminton juga ada kelas short stature yang dipertandingkan. Lapangannya sama kayak lapangan badminton biasa tetapi netnya diturunkan. Bayangin, larinya jadi harus lebih cepat dari atlet yang tidak short stature agar bisa mengejar bola yang diarahkan oleh lawan.

Overall atlet-atlet yang bertanding dan berlomba di Paralimpiade ini juga sehebat atlet-atlet yang berlaga di Olimpiade. Mereka adalah wakil-wakil terhebat dari masing-masing negara. Makasih banget khususnya untuk atlet-atlet tanah air yang sudah berjuang, baik yang mendapat medali maupun tidak. Indonesia di Tokyo 2020 ini mendapat raihan medali terbaik sepanjang sejarah mengikuti ajang Paralimpiade. Semoga prestasinya terus menanjak di gelaran-gelaran setelah ini.


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

16 comments:

  1. Aku jujur belom pernah nonton paralimpiade ini Mba dan belom pernah ngikutin juga karena gak ngerti kali ya padahal gak beda-beda amat sama yang biasa. Tapi, kemarin tau pas di para badminton dapet 2 medali, soalnya heboh banget di twitter dan pas kepo langsung kaget dengan umur pemainnya. Keren banget 😭

    Pas baca ini jadi banyak tau tentang paralimpiade, makasih Mba Endah curhatannya hahaha aku jadi tertarik buat nonton kedepannya. Berharap banget yang dapat medali-medali ini bisa dihargain kerja kerasnya sama besar dengan yang ikut Olimpiade 2020 kemarin 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba nanti nonton Paralimpiade Paris 2024 kalau jam tayangnya memungkinkan. Banyak banget atlet-atlet yang usianya udah lewat 20an kalau di Paralimpiade ini. Iya bedanya nggak banyak, palingan kelas per partainya aja yang beda, apalagi di renang tuh kelasnya banyak banget. Nontonnya seru.

      Iya, semoga kesejahteraan atlet Paralimpiade ini bisa setara dengan atlet Olimpiade. Sama-sama mba Tika, makasih juga udah baca curhatan hari iniπŸ˜‚

      Delete
  2. Seru banget baca curhatan mba Endah soal Paralimpiade, soalnya saya nggak mengikuti gara-gara jatah sebulan subscribe VIDIO sudah habis dan nggak perpanjang hahahaha 🀣 Anaknya agak malas kalau harus menonton pakai iklan, jadi~lah nggak ikut kejar tayang ~

    But thank God, sempat baca news soal para atlet dan ikutan senang karena beberapa atlet berhasil bawa pulang medali untuk Indonesia. Semoga ke depannya atlet Indonesia semakin berjaya, dan akan ada lebih banyak medali yang bisa dibawa. Thanks for sharing, mba 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha sama-sama Kak Eno, Makasih juga udah mampir ke siniπŸ₯° iya pencapaian atlet-atlet Paralimpiade melampaui Olimpiade, medalinya lebih banyak, emasnya ada dua. Seneng banget pas nonton, dua kali Indonesia Raya berkumandang di TokyoπŸ₯³

      Delete
  3. Aku kok jadi nyesel ga nonton olimpiade dan paralimpics ini yaaaa hahahahah. Seruuuu banget baca review mba Endah.

    Pas yg triathlon , akupun LGS mikir, buseeet dah, maluuuu Ama diri sendiri yg langsung ngos2an renang dikit. Malah sampe ngomel takut item wkwkwkwkwj . Saluuuut Ama stamina pesertanya. Gimana itu latihannya :o.

    China mah, udahlaaah, ga tau lagi ngomong apa. Selalu menang dalam pertandingan apapun hahahaha. Menteri olahraganya fokus banget Ama atlit yaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe tahun 2024 ada lagi mba Fanny, di Paris. Semoga jamnya ramah sama jam sini. Makasih mba Fanny udah mampir~ <3

      Hahahahaha aku juga kalo renang sampe siang di kolam outdoor gitu juga takut item wkwk, kan mataharinya juga udah nggak sehat ya. Bener banget, para atletnya ini bener-bener luar biasa semua. Disabilitas nggak menghalangi mereka buat berprestasi.

      Wah gila emang China, nggak hanya di Asian Games aja yang mendominasi, di tingkat dunia juga nggak mudah dikalahin. Setuju sama mba Fanny, di sana hampir semua olahraga mendapat perhatian pemerintah.

      Delete
  4. Saya malah baru tau ada acara Paralimpiade atau olimpiade para atlet disabilitas jadi ngga ngikutin acara ini dan pastinya acaranya seru banget tak kalah seru dengan olimpiade.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget mas, coba nanti kalau ada event olahraga lagi kayak Asian Games, SEA Game, atau Olimpiade gitu sekalian nonton yang Para Gamesnya juga. Bener, nggak kalah seru. PON juga ada sih kelas untuk atlet disabilitas, PON kabarnya tahun ini berlangsung. Cuman kalau PON aku sendiri jarang nonton hehehe.

      Delete
  5. Sayang banget.. aku nggak ngikutin ini. Tapi bangga pas baca kalau Indonesia berhasil merebut beberapa medali.. Keren2..
    Nahh yg kaya gini baru pantas disambut, dikalungi bunga, diundang ke acara TV bukan yg itu tuhh. hehe

    Dan aku baru tahu kalau di setiap cabor ada klasifikasinya sendiri ya dari Mba Endah ini. Terimakasih Mba buat infonya.

    Mereka keren banget ya.. dengan segala kebatasannya tapi nggak menghentikan usaha buat mengharumkan nama Negara. LUAR BIASAA 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAHAHAH iya mas Bay, ya ampuuun atlet-atlet yang datang setelah berjuang membawa nama baik negara malah sepi-sepi aja ya. :)

      Sama-sama mas Bayu, makasih udah mampir ke sini juga. Aku pun baru tahu tahun ini wakakakak, thanks technology. :p

      Betul, olahraga-olahraga yang ada di Olimpiade aja tuh udah sulit kan buat yang non-disabilitas. Lha para atlet disabilitas ini bisa memainkan itu semua, hebat!

      Delete
  6. Endah kok aku ingetnya udah komen tapi ternyata belum *dilempar palu*

    Aku cuma ngikutin dari timeline karena belum subscribe vidio lagi huhuhu... Tapi Indonesia cukup berjaya juga yaa di Paralimpiade, bawa banyak medali pulang yeaaay πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Aku liat yang video selebrasi badminton sampe mau nangis jugaaa bangga banget 😭😭😭

    Baca diarinya Endah seru banget, ketauan banget mantengin terus walaupun dibikin emosi sama youtube dan vidio wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAHAHAHAHAHA aku maklum sama orang sibuk. *palunya dilempar balik* xD

      Iya Kak, raihan medalinya lebih banyak daripada yang Olimpiade. Lagu Indonesia Raya berkumandang dua kali di Paralimpiade, seneng banget nontonnya, jadi merinding keinget GreyAp lagi.

      Wkwkwkwkwk isinya esmosi mulu Kak kemarin tuh gara-gara geo block. xD Apalah hari tanpa emosi. *dikeplak*

      Delete
  7. Aku ga ngikuti paralympics. Tahu beritanya dari info yang bersliweran di twitter. Twitter emang sumber segala informasi...hahaha
    yang sangat membanggakan adalah Leani Ratri yang berhasil meraih dua emas dan satu perak. Apalagi sekarang dia peringkat pertama di tiga nomor yang dia ikuti.

    oyaa, semangat untuk sudirman cup yang akan dimulai besok hari minggu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sumpah udah mulai besok??? Kemana aja akuπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ makasih mas Vay infonya~~~

      Hahaha bener, mau info apa aja semua ada di twitter. πŸ˜†

      Iyesss, satu hari mainnya bisa di tiga kelas berbeda. Gila bener dia staminanya. Mana tiga-tiganya masuk final.πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Delete
  8. aku nggak ngikutin paralimpiade. baca cerita Endah jadi bisa ngerasain semangat atlit Indo waktu bertanding. Usia nggak menghalangi siapa pun untuk berprestasi ya
    aku jadi iri kan kalau gini, iri dalam hal "aku belum kasih apa apa buat negara"
    semangat buat kita semua, apapun kontribusi yang kita berikan buat keluarga, lingkungan atau bahkan negara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe makasih mba Ainun udah mampir ke sini. Iya bener, atlet-atlet Paralimpiade ini nggak peduli umur berapa tapi semangatnya masih membara. πŸ”₯

      Sama mba aku juga kadang mikir gitu, tapi terus inget ikutan beli ORI kapan hari haha udah ngasih pinjeman duit ke negaraπŸ˜† gapapa sih mba Ainun pokoknya kita nggak korupsi dana bansos dan dana lainnya mweheheh😌

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.