June 29, 2016

Candi Badut yang Nggak Ada Badutnya


Satu lagi candi di Kabupaten Malang yang saya kunjungi. Kalo yang dua kemarin (Candi Singosari dan Candi Sumberawan) ada di Kecamatan Singosari, yang satu ini letaknya di Kecamatan Dau. Namanya Candi Badut.

Pakar arkeologi menemukan candi ini pada tahun 1923. Candi Badut diduga merupakan candi tertua di Jawa Timur. Ada berapa sih candi di Jawa Timur? Ngintip dari website Perpustakaan Nasional Candi Indonesia, ada 18 candi di Jawa Timur. Artinya masih ada 15 candi lagi yang belum saya kunjungi, hmmm...banyak ya.


Anyway kenapa candi ini dinamakan Candi Badut?

Konon katanya, Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan yang memerintahkan pembangunan candi ini sangat senang melucu (bahasa Jawa: mbadhut), sehingga candi ini dinamakan Candi Badut. Raja Gajayana ini bernama asli Sang Liswa, sehingga Candi Badut yang dibangun atas perintahnya ini disebut juga Candi Liswa.


Ada ruangan seluas sekitar 5,53 x 3,67 meter persegi di dalam candi. Di tengah ruangan tersebut terdapat lingga dan yoni, yang merupakan lambang kesuburan.

Candi Badut pernah dipugar di tahun 1925-1926 tapi masih banyak bagian candi yang sudah hilang atau belum dikembalikan ke bentuk asalnya, salah satunya atap bangunan utama candi.


Di sekeliling pelataran candi juga masih banyak onggokan batu yang belum dapat dikembalikan ke tempatnya semula.


Pelataran Candi Badut sangat-sangat tertata rapi dan sangat bersih. Ada toiletnya juga loh disana. Sama seperti tiket masuk ke Candi Singosari dan Candi Sumberawan, tiket masuk ke Candi Badut bayarnya seikhlasnya aja. ;)


See you on my next post!

XO


Note: Saya ke Candi Badut pas jam makan siang jadi cuma bentar bangettttt, kalo pingin lebih tau detil relief yang ada di bangunan candi klik aja link ini.

No comments:

Post a Comment